Misteri seruling hitam yang bereaksi terhadap emosi manusia
BAB 1: SERULING HITAM & LUKA YANG BERNYANYI
DITEMUKAN DI PASIR
Adik Kiko, Mira (5 tahun), menggenggam erat seruling hitam itu. Benda itu:
Hangat seperti hidup
Berdenyut pelan seperti jantung
Mengeluarkan desis setiap kali Mira menghela napas sedih
"Koko, ini sakit kalau dipegang lama," bisiknya sambil menunjukkan telapak tangan melepuh berbentuk not balok.
Kiko (17 tahun) mengambilnya—dan tiba-tiba:
Dunia berubah.
Ia melihat:
Mira kecil terbaring sakit dengan tali pusar biru membelit lehernya
Laut berwarna ungu memuntahkan bayi-bayi dari gelembung
Sosok tanpa wajah sedang menjahit mulut ibunya dengan benang suara
"Kau harus memainkannya," bisik suara Lula dari dalam seruling.
NADA EMOSI TERKAUNCI
Ternyata:
Seruling hitam adalah kamus hidup dari semua emosi yang tidak terucapkan:
Setiap lubangnya mewakili satu dosa manusia
Ukiran tanggal lahir Mira adalah kode pembuka
Warna hitam berasal dari tinta mimpi buruk
Ia bereaksi terhadap:
Amarah → mengeluarkan asap merah yang mengukir luka di kulit
Kesedihan → meneteskan air merkuri yang berat
Kebahagiaan → getarannya memecahkan kaca
Mira adalah kuncinya karena dia satu-satunya yang lahir setelah musik mati—tubuhnya mengandung nada murni terakhir.
PENJAGA BARU
Di gudang sekolah, Kiko menemukan:
Catatan guru musik buta yang ternyata berisi:
Daftar anak-anak kampung dengan tanggal lahir berbentuk notasi
Sketsa seruling putih yang identik dengan seruling hitam
Peta dari kulit ular menunjukkan 7 sumur tua di kampung
Saat Kiko memainkan seruling di sumur pertama:
Airnya berubah menjadi darah
Bayangan ibunya muncul dengan mulut dijahit kawat
Terdengar suara denting lonceng dari dasar sumur
"Mereka mengubur kami di sini..."
MISTERI TUBUH MIRA
Mira mulai menunjukkan gejala aneh:
Bulu kuduknya berubah menjadi senar musik saat bulan purnama
Air matanya bisa menyembuhkan luka tapi meninggalkan bekas notasi
Mimpi buruknya selalu tentang ruangan dengan 7 kursi kosong
Saat Kiko memeriksa pusarnya:
Ada tanda ♮ (natural) yang berdenyut
Jika ditekan, terdengar suara ibu menyanyi
Tali pusarnya ternyata masih tersambung—menghilang ke arah sumur
KONFLIK BARU
Para tetua kampung tiba-tiba ingin menikahkan Mira dengan cucu mereka
Air sumur-sumur mulai menghilang, mengeluarkan bau anyir seperti besi berkarat
Seruling putih muncul di bantal Mira—dengan gigi manusia di lubang tiup
Malam itu, Kiko terbangun oleh teriakan Mira:
"KOKO! ADA YANG MASUK DARI DALAM SUMUR—"
Bersambung ke Bab 2: Sumur dari Jiwa-Jiwa yang Terlupakan
Teaser:
7 sumur = 7 dosa musik yang dikubur para Penjaga
Seruling putih dimainkan oleh bayi-bayi yang gagal jadi Penjaga
Tali pusar Mira adalah jalan ke Dunia Antara
0 comments:
Posting Komentar