ezdoubler

 




Mungkinkah Old Season Terjadi di Tahun 2025?

Analisis Mendalam dan Strategi Trading

Di tengah dinamika pasar kripto yang selalu berubah, pertanyaan “Apakah old season masih mungkin terjadi di tahun 2025?” kembali mencuat di kalangan trader dan investor. Artikel ini akan mengulas secara mendalam mengenai fenomena old season, apa yang dimaksud dengan istilah tersebut, serta analisa pro dan kontra terkait kemungkinan terjadinya old season di tahun 2025. Tak hanya itu, kami juga akan membahas strategi trading yang dapat diterapkan agar dapat memaksimalkan peluang keuntungan sembari meminimalisir risiko.


 

Pengertian Old Season dalam Dunia Kripto

Sebelum masuk ke analisis lebih lanjut, penting untuk menyamakan persepsi terkait definisi old season. Banyak yang beranggapan bahwa old season identik dengan altcoin yang mencapai new all time high. Padahal, menurut definisi yang dikemukakan oleh blockchaincenter.net, old season (atau yang sering juga disebut altcoin season) adalah kondisi ketika 75% dari 50 coin dengan market cap terbesar (selain Bitcoin) berhasil mengalahkan performa Bitcoin.

Dengan demikian, old season bukan semata-mata tentang pencapaian harga tertinggi baru, melainkan tentang relatif performa antara altcoin dan Bitcoin. Definisi ini menjadi acuan untuk mengevaluasi kondisi pasar, terutama ketika melihat grafik dan tren yang terjadi.


Kondisi Pasar dan Indikator Teknikal

Pergerakan Harga Bitcoin dan Dominance

Analisa teknikal menunjukkan bahwa old season sebelumnya pernah terjadi, contohnya pada periode awal Desember 2024. Namun, pada saat itu, kondisi pasar mulai bergerak dari fase old season menuju fase Bitcoin season, di mana Bitcoin mendominasi pasar.

Hal yang perlu dicatat adalah:

  • Old Season Hanya Mungkin Terjadi Jika Bitcoin Masih Bullish: Ketika pergerakan Bitcoin cenderung uptrend (baik jangka pendek maupun jangka panjang), altcoin berpotensi untuk menunjukkan performa yang lebih baik.
  • Bitcoin Dominance sebagai Indikator Kunci: Jika Bitcoin dominance mengalami kenaikan signifikan (misalnya peningkatan sekitar 30% dari Januari hingga Februari 2025 seperti yang diamati), hal tersebut mengindikasikan bahwa aliran dana cenderung masuk ke Bitcoin, memberikan tekanan pada altcoin.

Strategi Trading di Tengah Kondisi Pasar

Dalam kondisi di mana Bitcoin dominance tinggi, strategi trading perlu disesuaikan. Ada dua pendekatan utama:

  1. Fokus pada Bitcoin: Jika Bitcoin terus menunjukkan tren bullish dan dominance meningkat, trader bisa memilih untuk berfokus pada spot trading Bitcoin.
  2. Manfaatkan Market Futures: Pasar futures memberikan kesempatan untuk mendapatkan exposure meski pasar sedang mengalami volatilitas. Dengan fitur leverage (misalnya batas 25x untuk pemula di beberapa platform), trader dapat membuka posisi dengan risiko yang terukur asalkan didukung dengan manajemen risiko yang tepat.

Strategi Trading: Teknik dan Money Management

Agar bisa bertahan dan memaksimalkan keuntungan di pasar yang fluktuatif, beberapa poin strategi yang perlu dikuasai antara lain:

  1. Analisa Teknikal:
    • Identifikasi Tren: Pastikan untuk menentukan apakah pasar sedang dalam tren bullish, bearish, atau sideways.
    • Support dan Resistance: Menentukan titik entry dan exit yang ideal berdasarkan level-level kunci ini sangat penting.
  2. Manajemen Risiko (Money Management):
    • Aturan 1%: Misalnya, jika modal trading yang disiapkan adalah Rp5 juta, sebaiknya risiko di setiap posisi tidak lebih dari Rp50.000.
    • Dana Darurat: Selalu sediakan dana yang tidak terlibat dalam trading (contoh: dana darurat sebesar Rp5 juta jika modal total Rp30 juta) agar tetap stabil secara psikologis meski terjadi kerugian.
  3. Analisa Fundamental:
    • Makroekonomi dan Geopolitik: Perhatikan kebijakan moneter (seperti suku bunga dan stimulus ekonomi) serta dinamika politik, misalnya perubahan regulasi atau pernyataan dari figur-figur penting (contoh: terpilihnya presiden yang pro-kripto).
    • Fundamental Proyek: Pahami dasar-dasar proyek kripto yang diinvestasikan untuk menghindari spekulasi berlebihan pada token yang hanya mengandalkan hype.

Pro dan Kontra Terjadinya Old Season di 2025

Sudut Pandang Pro

  1. Dukungan Fundamental dan Kebijakan Pemerintah:

    • Kebijakan Pro-Kripto: Terpilihnya figur seperti Presiden Trump (pada masa kampanye dan awal masa jabatan) dan pergantian pimpinan regulator yang cenderung pro terhadap kripto memberikan sentimen positif bagi pasar altcoin.
    • Kebijakan Federal Reserve: Penurunan suku bunga sejak akhir 2024 dan prospek pemotongan suku bunga meskipun hanya 50 basis poin di tahun 2025 dapat meningkatkan likuiditas dan mendukung momentum pasar.
  2. Kondisi Teknikal yang Mendukung:

    • Tren Bullish pada Altcoin Besar: Beberapa altcoin dengan fundamental kuat seperti Ethereum, Solana, XRP, Dogecoin, Litecoin, dan Tron masih menunjukkan tren bullish. Jika 75% dari top 50 coin mampu mengalahkan performa Bitcoin, maka old season berpotensi terjadi.

Sudut Pandang Kontra

  1. Pengetatan Likuiditas dan Kebijakan Moneter:
    • Fat Reserve yang Menurun: Kebijakan suku bunga yang tinggi membuat jumlah uang beredar (money supply) menjadi terbatas. Berbeda dengan masa pandemi di mana stimulus besar-besaran meningkatkan likuiditas, kondisi saat ini membuat bullrun pada altcoin menjadi lebih sulit terjadi.
  2. Fragmentasi Dana Akibat Token Meme dan Tema Populer:
    • Fenomena Meme Token dan AI Agent: Banyak token baru yang muncul hanya dengan mengandalkan hype, tanpa fundamental yang kuat. Hal ini menyebabkan dana investor terpecah, sehingga altcoin yang memiliki fundamental kuat sulit mendapatkan aliran dana yang signifikan.
  3. Pengaruh Kebijakan Internasional:
    • Kebijakan Pajak dan Regulasi Internasional: Kebijakan yang diberlakukan oleh negara-negara seperti Kanada, Meksiko, dan Cina, serta kebijakan pajak yang pernah diumumkan oleh Donald Trump, dapat menyebabkan gejolak pasar dan meningkatkan Bitcoin dominance, yang pada akhirnya menekan altcoin.

Kesimpulan

Old season di dunia kripto, yang didefinisikan sebagai kondisi di mana 75% dari top 50 coin mengungguli performa Bitcoin, masih mungkin terjadi di tahun 2025. Namun, kemunculannya sangat bergantung pada beberapa faktor kunci:

  • Kondisi Pergerakan Bitcoin dan Dominance: Bitcoin harus tetap menunjukkan tren bullish agar altcoin memiliki ruang untuk mengungguli.
  • Kebijakan Moneter dan Stimulus Ekonomi: Penurunan suku bunga dan kebijakan pemerintah yang mendukung akan menjadi katalis bagi terjadinya old season.
  • Manajemen Risiko dan Strategi Trading: Trader dan investor harus menerapkan strategi trading yang matang serta manajemen risiko yang ketat untuk mengantisipasi volatilitas pasar.

Di sisi lain, tekanan dari pengetatan likuiditas, fragmentasi dana akibat fenomena token meme, dan kebijakan internasional bisa menjadi penghambat terjadinya old season. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam mengenai kondisi pasar, analisa teknikal dan fundamental, serta strategi trading yang tepat menjadi kunci utama untuk tetap survive dan meraih peluang keuntungan di tengah dinamika pasar kripto yang penuh tantangan.


Dengan memahami kedua sisi argumen dan menerapkan strategi yang tepat, para trader dapat lebih siap menghadapi kemungkinan terjadinya old season di tahun 2025, serta dapat menavigasi pasar kripto dengan lebih bijak dan terukur. Selamat mencoba dan selalu ingat untuk mengutamakan edukasi serta manajemen risiko dalam setiap langkah trading Anda!

0 comments:

Luncurkan toko Anda hanya dalam 4 detik dengan 
 
Top