Rabu

Nabi Khidir, AS

Siapa yang tidak kenal dengan Nabi Khidir AS. Setiap orang, khususnya orang islam, pasti akrab dengan nama Khidir. Sesosok nabi yang nyentrik ajarannya dan cara penyampaiannya. Ajaran dan penyampaiannya terkadang membuat muridnya dibuat bertanya-tanya. Bahkan sekaliber Nabi Musa pun dibuat bertanya-tanya dengan tingkah laku Nabi Khidir. Cerita bergurunya Nabi Musa ke Nabi Khidir merupakan media Allah untuk menyadarkan Nabi Musa bahwa ada manusia yang lebih pintar dibanding dirinya.
Konon Nabi Musa pernah ditanya oleh umatnya tentang siapa manusia yang paling pintar di dunia ini. Spontan Nabi Musa mengatakan bahwa dirinyalah yang paling pintar. Sikapnya ini mendapat teguran Allah, Nabi Musa kemudian disuruh berguru kepada seseorang yang ilmunya jauh lebih tinggi dibanding dirinya. Allah menunjukkan dimana orang tersebut tinggal. Nabi Musa dapat menemui Nabi Khidir pada pertemuan dua buah lautan (jama’ al bahrain). Tandanya, apabila ia membawa ikan yang sudah masak, kemudian dengan percikan air ikan tersebut bisa hidup kembali, itulah tempat Nabi Khidir berada.



Begitu pula saat sang raja mengadakan sidang bersama punggawanya, tiba-tiba datang seorang laki-laki tanpa permisi. Ketika ditanya apa keperluannya, sang laki-laki itu mengatakan bahwa istana ini hanya peristirahatan para kafilah. Tentu saja sang raja marah sebab istana disebut sebagai tempat peristirahatan.
“Ini bukan persinggahan para kafilah yang kelelahan. Ini adalah istanaku, “ bentak sang raja merasa terhina.
“Istanamu? Sebelum engkau, siapa yang menempatinya?”
“Bapakku”
“Sebelum bapakmu, siapa yang punya?”
“Kakekku”
“Sebelum kakekmu?”
“Bapak dari kakekku.”
“Sekarang mereka berada di mana?”
“Mereka sudah meninggal dunia”
“Berarti tepat benar: tempat ini adalah persinggahan sementara saja. Nanti sebentar lagi engkau juga akan meninggalkannya.” Kemudian orang itu hilang. Ternyata orang itu tidak lain adalah Nabi Khidir yang datang memberi nasehat agar menyadari bahwa kehidupan dunia itu fana belaka, bukan tujuan utama setiap manusia beriman.
Singkat cerita, Nabi Musa berhasil bertemu dengan Nabi Khidir. Nabi Musa diterima sebagai murid tetapi sejak awal Nabi Khidir sudah mengatakan bahwa Nabi Musa tidak akan sanggup menjalani semua persyaratan yang diajukannya. Persyaratan itu tidak lain adalah Nabi Musa dilarang bertanya segala tindakan Nabi Khidir sampai ia sendiri menjelaskan kepada Nabi Musa. Nabi Musa pun menyanggupinya. Namun, tidak disangka-sangka tindak laku Nabi Khidir ternyata di luar dugaan dan mengundang Nabi Musa untuk bertanya dengan segala tindakan yang dilakukan sang guru. Merasa Nabi Musa tak sanggup menjalani persyaratan sebagai murid kemudian Nabi Khidir memutuskan berpisah dengan Nabi Musa setelah menjelaskan maksud dari tindakannya.
Bagi kita yang akrab dengan teori pembelajaran modern, dengan segala paradigmanya sebagai seorang pembelajar, apa yang dilakukan Nabi Musa merupakan hal yang wajar. Bahkan, sebagai seorang murid sudah selayaknya murid aktif bertanya kepada sang guru. Tetapi inilah kenyataannya, kenyataan antara Nabi Musa dan Nabi Khidir yang mewedar ilmu. Nabi Musa tak sanggup menangkap hikmah di balik kejadian. Nabi Musa tak bisa membaca “masa datang” kecuali “masa kini” yang dihadapi. Salahkah Nabi Musa? Jelas di sini tidak bisa dihukumi siapa yang salah dan siapa yang benar. Yang jelas Nabi Musa sendiri telah melanggar perjanjian antara murid dan guru, bahasa kerennya sekarang melanggar kontrak belajar yang telah disepakati.
Lantas siapa Nabi Khidir itu, sampai Allah pun harus menyuruh Nabi Musa untuk berguru kepadanya? Apa kelebihannya? Sosok Nabi Khidir tak hanya terkenal pada cerita Nabi Musa. Menurut cerita, Sunan Kalijaga yang bergelar Syeh Malaya pun pernah bertemu dengan Nabi Khidir di tengah lautan. Saat Sunan Kalijaga hendak menunaikan haji ke Mekkah, beliau bertemu dengan Nabi Khidir dan menyuruhnya Sang Sunan untuk kembali ke tempat tinggalnya sebab yang dicarinya tidak ada, kecuali di hati Sang Sunan sendiri. Sekali lagi, wejangan Nabi Khidir terasa ganjil, namun di balik keganjilannya itu tersimpan berbuku-buku hikmah yang harus direnungkan oleh para muridnya.
Hal yang paling melekat dengan Nabi Khidir adalah lautan (air) dan keunikan ajarannya. Terkadang Nabi Khidir dijuluki “nabi air”, sebab para pencarinya menemukan atau bertemu dengan di air meski ini tidak selamanya. Sedangkan keunikan, keganjilan cara penyampaian bahkan isinya menjadi ciri khas Nabi Khidir. Sehingga Nabi Khidir dijuluki guru hikmah. Nabi Khidir sendiri dianugerahi ilmu laduni; ilmu yang bersifat langsung dari Allah (QS. 18: 65). Tak pelak, hal inilah yang menjadikan Khidir sebagai ikon guru ruhani dalam tradisi spiritual Islam.
Nabi Khidir merupakan nama julukan, nama kecilnya adalah Balya. Ia mendapat julukan tersebut (Khidir)-berasal dari kata Khudrun artinya hijau- kerena di mana pun ia pernah duduk atau menginjakkan kaki, selalu tumbuh rumput hijau karena tanahnya menjadi subur. Nabi Khidir sendiri merupakan anak seorang raja yang kemudian diasingkan di daerah terpencil bersama ibunya. Setelah dewasa Nabi khidir mengikuti sayembara penulisan suhuf-suhuf firman Allah yang diadakan oleh sang raja (ayahnya) dan berhasil memenangkan sayembara tersebut. Kekaguman sang raja akan keelokan tulisan Nabi Khidir membuat sang raja menelisik asal-usul Nabi Khidir. Setelah diketahui asal-usulnya khidir yang tak lain merupakan putranya sendiri, sang raja berkenan Nabi Khidir agar tetap tinggal di istana untuk meneruskan tahtanya tetapi Nabi Khidir menolaknya dan memilih pulang ke kampung halaman, tinggal bersama ibunya.
Semasa pemerintah Iskandar Agung, Nabi Khidir diangkat menjadi wazir utama. Konon, Raja Zulkarnain didatangi malaikat, raja menggunakan kesempatan pertemuan tersebut untuk bertanya perihal tentang jalan yang bisa ditempuh manusia supaya tidak mati hingga hari kiamat datang. Malaikat menceritakan bahwa ada ma’ul hayat (air kehidupan). Siapa saja yang dapat meminumnya walaupun sedikit, dia tidak akan mati, kecuali nanti waktu sangkakala ditiup. Raja kesengsem dengan jawaban malaikat. Malaikat pun menceritakan bahwa air tersebut berada di daerah kutub, sangat samar, hampir dikatakan gelap.
Raja bersama rombongan, tak terkecuali Nabi Khidir, berusaha mencari air kehidupan tersebut. Sayangnya, setelah lama mencarinya tidak kunjung pula air tersebut ditemukan. Hanya Nabi Khidir-lah yang menemukan air tersebut kemudian meminumnya. Itulah mengapa Nabi Khidir tetap hidup hingga saat ini.
Sosok Nabi Khidir banyak dicari oleh orang. Kehadirannya diyakini dapat membawa berkah dan membukakan pntu hikmah meski pertemuan itu hanya sebentar. Seperti yang dialami dialami Nabi Musa. Tidak diragukan Ilmu Nabi Musa tentunya sangat luas apalagi kapasitasnya sebagai nabi yang melayani umat. Namun, di balik kepintaran tersebut masih ada kekurangan yakni ilmu masa depan alias ilmu kewaskitaan. Hingga akhirnya Allah menyuruh Nabi Musa berguru kepada Nabi Khidir.
Kedatangan dan pertemuan dengan Nabi Khidir memang tidak bisa dijadwalkan. Ia datang tak diundang, pergi pun sesuka hatinya. Dia hadir jika ada yang membutuhkan dengan niat tulus dan terkadang kedatangannya untuk menyadarkan orang yang didatangi. Seperti yang dialami oleh raja besar di Balkha. Raja ini merupakan raja yang kaya banyak pengawalnya. Suatu malam sang raja dikejutkan oleh suara di atas atap rumah. Ketika ditanya orang yang berada di atas itu menjawab bahwa dia sedang mencari untanya yang hilang. Seketika sang raja mengatakan aneh, sebab mencari unta di atas atap. Tetapi laki-laki itu malah menjawab kelakuan sang raja lebih aneh lagi sebab mencari ridho Allah kok berbalut dengan kemewahan.

Begitu pula saat sang raja mengadakan sidang bersama punggawanya, tiba-tiba datang seorang laki-laki tanpa permisi. Ketika ditanya apa keperluannya, sang laki-laki itu mengatakan bahwa istana ini hanya peristirahatan para kafilah. Tentu saja sang raja marah sebab istana disebut sebagai tempat peristirahatan.
“Ini bukan persinggahan para kafilah yang kelelahan. Ini adalah istanaku, “ bentak sang raja merasa terhina.
“Istanamu? Sebelum engkau, siapa yang menempatinya?”
“Bapakku”
“Sebelum bapakmu, siapa yang punya?”
“Kakekku”
“Sebelum kakekmu?”
“Bapak dari kakekku.”
“Sekarang mereka berada di mana?”
“Mereka sudah meninggal dunia”
“Berarti tepat benar: tempat ini adalah persinggahan sementara saja. Nanti sebentar lagi engkau juga akan meninggalkannya.” Kemudian orang itu hilang. Ternyata orang itu tidak lain adalah Nabi Khidir yang datang memberi nasehat agar menyadari bahwa kehidupan dunia itu fana belaka, bukan tujuan utama setiap manusia beriman.

Asma' Abdul Jabbar

Dikalangan pecinta ilmu hikmah, ilmu ini tidaklah asing lagi dari para ulama-ulama khos, ilmu ini sebagai dasar dari semua Asma dan hijib, disamping mudah penguasaannya juga tanpa puasa. Ditanah Jawa ilmu ini dikenal dengan Asma Abdul Jabar, yang dipopulerkan oleh guru besar ilmu Al-hikmah (ABDUL JABAR) oleh Syekh EMBAH TOHA, Syekh Amilin dan Syekh ABAH ZAKI ALBANTENI Cisoka Tangerang.
Adapun mendapat ilmu ini pada tahun 2000 di Bekasi, itu, keutamaan ilmu ini selain untuk pertahanan juga sangat Mujarab untuk pengobatan dan membantu orang, mengatasi problem hidup. Menarik mementalkan musuh, memasukan memindahkan Jin kedalam suatu tempat seperti botol dan masih banyak fungsi dan keromah dalam ilmu hikmah ini mengisi ilmu kepada orang/benda.
adapun amalannya :

Amalkan setiap habis sholat fardhu selama 7 hari berturut-turut amalkan asma dibawah ini : 

1. BISMILLAHIROHMANIRROHIM 13x
2. SYAHADAT 13X
3. INA LILLAHI WA INNA ILAIHI RAJI’UN YA JABAR 13x


Asma’ ini berfungsi segala kehendak untuk mengontrol azimat (ngecek ajimat, isian, orang apakah sudah ada powernya apa belum) atau barang isian, untuk jaga diri, untuk variasi tau hadiran segala macam bentuk silat, beladiri, kontak batin dengan siapapun, bisa untuk permohonan segala hajat, memanggil orang minggat dll sesuai dengan hajat dan niat kita dll dengan ijin Allah kehadiran khodam asma’ bisa dirasakan ( tangan akan bergerak sendiri ketika menulis azimat), jika dalam melaksanakan amalan ini dilakukan dengan sungguh-sungguh kita akan dijari ilmu silat secara ghaib oleh sang khodam asma’ nya dengan cara ketiga wirid diatas dibaca sebanyak 999x sebelum tidur, jadi pengajaran ilmu silatnya melalui mimpi :

KUNCI PENGONTAK / PEMANGGIL ASMA KONTAK AL-JABAR
BISMILLAHIROHMANIRROHIM,YA JABAR, DENGAN KAROMAHNYA SYECH ABDUL QADIR JILANI, SYECH MADI, SYECH ABI HASAN ASSADZILLY, SYECH NURODIN, SYECH AMIN. YA ALLAH KULO NYUWUN……………………

semoga bermanfaat bagi yang ingin mengamalkan dengan syarat : Yakin, ikhlas, sabar dalam mengamalkan. 
Bagi Yang ingin mendapatkan ijazah khusus dan amalan versi lengkapnya bisa hubungi saya

Arti Ilmu Hikmah

Pengertian  Ilmu Hikmah
Ilmu Hikmah adalah suatu amalan spiritual yang berupa ayat Alqur’an, doa-doa tertentu, hizib atau mantra-mantra suci yang berbahasa Arab dan diimbangi dengan laku batin untuk mendekatkan kepada Allah dan membersihkan jiwa dari berbagai penyakit hati. Yang disebut mantra suci adalah mantra yang isi kandungannya tidak melanggar syariat islam. Ilmu Hikmah bisa dipelajari dengan amalan berupa dzikir, tabarruk, menyendiri, membersihkan hati, bersikap bijaksana atau riyadhoh tertentu sesuai ajaran para guru / ulama.
Syarat belajar ilmu hikmah
1. Beragama Islam Karena Ilmu Hikmah adalah ilmu spiritual yang berkembang di kalangan umat islam, maka amalan-amalan Ilmu Hikmah hanya cocok untuk orang yang beragama Islam. Seseorang disebut beragama Islam adalah orang yang meyakini rukun iman dan rukun islam. Rukun iman termasuk adalah Iman kepada Allah, Iman kepada malaikat-malaikat Allah, Iman kepada kitab-kitab Allah, Iman kepada rasul-rasul Allah, Iman kepada hari kiamat dan Iman kepada Qada dan Qadar. Sedangkan rukun islam adalah mengucapkan kalimat Syahadat dengan penuh keyakinan, menjalankan salat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, membayar zakat dan menunaikan ibadah haji bagi yang mampu.
2. Mendapat Restu Dari Guru Anda bisa saja belajar ilmu hikmah dari berbagai buku yang beredar bebas di toko buku, atau dari artikel-artikel di internet yang tidak jelas siapa pembuatnya. Namun perlu diingat, bahwa belajar ilmu hikmah tidak sama seperti belajar ilmu pengetahuan yang diajarkan di sekolah. Dalam ilmu hikmah diperlukan keberkahan agar amalan ilmu bermanfaat. Dan keberkahan itu bisa Anda dapatkan dari bimbingan seorang guru yang berpengalaman. Oleh karena itu, dalam ilmu hikmah ada tradisi yang disebut ijazah atau baiat. Yang tujuannya adalah peresmian bahwa seorang murid mendapat restu dari seorang guru untuk mulai mengamalkan suatu ilmu hikmah. Proses ijazah ini bisa macam- macam caranya sesuai dengan kebijaksanaan guru masing- masing. Ijazah atau proses penurunan ilmu bisa secara langsung maupun jarak jauh. Proses pengijazahan itu penting sebab di situ terletak keberkahan dari ilmu hikmah yang hendak kita amalkan
3. Bersedia Mengikuti Ajaran Guru Ketika Anda sudah memutuskan untuk belajar ilmu hikmah kepada seorang guru, maka ikutilah ajaran guru itu dengan penuh tawaduk. Dengan catatan, selama ajaran guru itu tidak bertentangan dengan syariat agama. Dalam belajar ilmu hikmah, ada ungkapan “samikna wa atokna” yang artinya kami mendengarkan dan kemudian kami menaati. Tidak wajar apabila dalam belajar ilmu hikmah ada perdebatan atau adu argumentasi. Sadarilah bahwa ilmu hikmah adalah ilmu batin, berbeda dengan ilmu sains yang sesuai logika. Oleh karena itu, ajaran ilmu hikmah kadang sulit dipikir secara logis. Dalam belajar ilmu hikmah, dinilai tidak sopan apabila seorang murid bertanya macam-macam mengenai ajaran yang diberikan. Sikap murid ilmu hikmah yang baik adalah melakukan dengan sepenuh hati ajaran-ajaran guru dengan istiqomah.
4. Istiqomah Dalam Mengamalkan Ilmu Hikmah Istiqomah adalah melakukan suatu amalan secara kontinyu dengan disertai keimanan dan kesungguhan terhadap apa yang diamalkannya. Beberapa ulama ahli hikmah berpendapat bahwa “istiqomah lebih baik dari 1000 karomah”. Hal ini karena Istiqomah adalah pohonnya, sedangkan karomah hanyalah salah satu buah daripada istiqomah.

Hubungan Latihan Pernafasan dan Tenaga Dalam

Hubungan Latihan Pernafasan dan Tenaga Dalam Gerakan/jurus dalam latihan pernafasan merupakan suatu gerakan-gerakan yang "menggesek" kumpulan-kumpulan syaraf atau cakra yang mana merupakan pusat atau sentral daripada medan listrik yang ada di tubuh manusia, dengan tujuan "memberikan rangsangan" agar membuat jadi aktif bio-listrik yang ada di dalam tubuh tersebut. Ada 7 (tujuh) "Pusat Medan Listrik", didalam tubuh manusia atau yang disebut dengan istilah Cakra yang terdiri dari : Cakra Dasar/ Akar/ Sex,
Cakra Pusar, Cakra Limpa, Cakra Jantung, Cakra Tenggorokan, Cakra Alis, dan Cakra Mahkota. Nafas adalah kebutuhan mendasar bagi setiap mahkluk hidup bahkan oleh bayi yang masih dalam kandungan ibunya sekalipun. Manusia sebagai mahkluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, memiliki alat pernafasan yang vital untuk kelangsungan hidupnya. Manusia dapat bertahan hidup tanpa makan dan minum dalam waktu yang relatif cukup panjang, bisa beberapa hari atau minggu, namun manusia tidak sanggup bertahan beberapa saat saja tanpa menghirup udara atau tanpa bernafas. "Nafas" adalah "Hidup". Segala sesuatu kehidupan di dunia ini tergantung dari nafas, itu suatu kenyataan yang tidak dapat kita pungkiri. Lamanya rangkaian nafas yang dapat dipertahankan itulah yang menentukan panjang dan pendeknya kehidupan. Seperti yang telah disebutkan diatas, bahwa kebutuhan manusia yang lain seperti makan, minum dan sebagainya, masih dapat ditunda atau ditangguhkan beberapa hari lamanya, tetapi macetnya pernafasan selama beberapa menit sudah dapat membawa akibat kematian bagi manusia. Dengan demikian kita dapat mengetahui betapa pentingnya arti "pernafasan" itu, dan merupakan suatu hal yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Udara yang mengandung Oksigen (Zat Asam) maupun Nitrogen (Zat Lemas) dan sebagainya yang dibutuhkan oleh manusia dan mahkluk hidup lainnya, yang merupakan Karunia Tuhan Yang Maha Pemurah, yang kita hirup sepanjang hidup kita tanpa harus membeli atau membayar satu senpun, namun kebanyakan dari kita seringkali bersikap tidak peduli, melupakan dan tanpa rasa syukur akan nikmat yang tidak terhingga yang diberikan oleh Tuhan tersebut, sehingga kita bersikap sepi saja terhadap arti pernafasan yang sangat begitu penting artinya bagi manusia. Mungkin selama ini, atau sejak kita dilahirkan sudah tidak asing lagi dengan apa yang disebut pernafasan itu, namun bagi kita jarang menjiwai atau merasakan dengan sebenarnya pada udara yang ada di sekeliling kita. Marilah kita sejenak merasakan, menikmati serta menjiwai udara yang ada di sekeliling kita, yang mungkin selama ini kita sepelekan. Caranya : tariklah/ hiruplah udara yang segar dengan pernafasan yang panjang, keluarkan dan hirup udara lagi, demikian kita ulangi beberapa kali. Apa yang kita rasakan, akan terasa suatu "kenikmatan" atau "kesegaran" yang selama ini kurang begitu kita perhatikan, kenikmatan dan kesegaran itu akan menyebar keseluruh tubuh kita. Sukar untuk menguraikan dengan kata-kata bagaimana kenikmatan yang kita terima dan rasakan tersebut. Hal itu sudah cukup merupakan suatu tindakan awal bagi kita dalam mengenal udara dan pernafasan dengan lebih nyata, dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya yang mana selama ini kita mengacuhkannya. Dan suatu hal yang akan menjadi suatu langkah lanjut yang lebih bermanfaat bagi diri kita apabila kita dapat belajar serta melakukan cara bernafas yang benar dari ahli-ahli yang benar, yang pada akhirnya dapat menimbulkan kesehatan, kekuatan yang bermanfaat bagi diri kita dan bermanfaat bagi kepentingan orang banyak. Seperti yang kita ketahui bahwa udara yang kita hirup ini mengandung Oksigen (Zat Asam) dan Nitrogen (Zat Lemas) yang semua itu sangat vital bagi kehidupan manusia diatas bumi ini. Tetapi sangat berbeda sekali arti pernafasan bagi orang awam dengan seseorang yang mengerti atau mengetahui betapa pentingnya "melakukan cara bernafas yang benar sesuai dengan aturan yang ditentukan". Orang awam mengempas nafasnya sehari-hari, menghabiskan tenaga dan kekuatan inti didalam tubuhnya dengan cara hidup yang semata-mata memburu kepentingan hawa nafsu keduniawian semata tanpa memperhatikan kesehatan tubuh dan jiwanya. Seorang ahli yang mengerti arti cara bernafas yang benar, biarpun hidup seperti layaknya manusia awam pada umumnya, namun memiliki kelebihan tertentu dalam membentengi diri dengan cara membina tenaga dalam di tubuhnya", sehingga senantiasa terpelihara sebagai "sumber inti tenaga" yang utuh dan tidak dibocorkan/ dibuang dengan sia-sia. Kalau kita mengamati lebih dalam, bahwa hidup manusia bukan sekedar datang dari makanan dan minuman yang kita telan setiap hari, tetapi fungsi pernafasan didalam menghirup sumber tenaga alam semesta merupakan sumber tenaga yang luar biasa", yang menggerakkan paru-paru, jantung serta organ-organ bagian dalam lainnya untuk mengolah sari makanan dari dalam lambung kita dan mengubahnya menjadi tenaga yang berguna. Sekarang yang menjadi permasalahan ialah bagaimana dan dengan cara apa kita bernafas atau menghirup udara yang berisi zat-zat inti kehidupan itu, agar terhimpun sebagai sumber energi didalam tubuh kita. Di dalam tubuh manusia terdapat suatu tempat atau wadah yang dapat dinamakan sebagai "samudera energi" atau "Sumber dari Sumber Kekuatan" yang merupakan tempat bersemayamnya "daya kekuatan inti" dan apabila dilatih dengan cara yang benar akan dapat didayagunakan sesuai dengan keinginan kita. Hal ini tidak mungkin dicapai atau didayagunakan dengan sekedar mengandalkan pernafasan luar, yang biasa dilakukan oleh manusia biasa pada umumnya, tenaga mereka habis musnah dan otot-otot tubuh mereka tidak mengandung daya kekuatan, sehingga nafas memburu terengah-engah apabila mereka bergerak atau berlari dalam jangka waktu yang pendek saja. Hanya orang yang mengerti sajalah yang dapat mengatur pernafasannya dan menyimpan kekuatan inti mereka dengan tidak memboroskannya dengan mempergunakan sebagaimana yang diperlukan. Orang yang mengetahui betapa pentingnya arti arti pernafasan, akan berpendapat bahwasanya suatu kehidupan apabila ditopang dengan cara bernafas yang baik dan benar akan dapat menyebabkan penyakit menjadi suatu hal yang "langka' dan kemampuannya pun akan menjadi "luar biasa". Di dalam hal ini para ahli dari dunia Timur telah menunjukkan kebolehannya dalam menemukan berbagai macam sistem pengolahan pernafasan. Sedangkan di dunia barat jauh ketinggalan dibandingkan dengan bangsa dari Timur. Oleh karena itu berbanggalah kita sebagai orang Timur, karena kita dapat belajar dan mempelajari serta berlatih cara mengolah pernafasan yang benar dari guru bangsa kita sendiri, yang nantinya dapat kita gunakan untuk kepentingan diri kita pribadi dan dapat kita amalkan demi kepentingan orang banyak, amin.

Jurus pernafasan Tenaga Dalam

Jurus Pernafasan Tenaga Dalam Inti dari latihan pernafasan adalah menarik energi yang ada di alam semesta ini sebanyak-banyaknya ke dalam tubuh kita agar dapat dimanfaatkan secara optimal. Teknik pernafasan yang dimaksud disini adalah menghimpun inti udara, atau yang sering disebut prana, Ki kata orang Jepang, Chi kata orang China. Inti hawa atau prana ini bersatu dengan oksigen dan banyak sekali terdapat disekitar kita. Diantaranya ada yg disebut prana Matahari, adalah prana yg berasal dari sinar matahari. 

Prana ini menyegarkan seluruh tubuh dan memberikan kesehatan yang baik. Prana ini dapat kita peroleh dengan menyerap cahaya atau berjemur di sinar matahari. Prana Udara adalah prana yang terkandung di dalam udara atau butir-butir vitalitas udara. Prana udara diserap oleh tubuh dengan cara bernafas. Prana Bumi, prana yang terkandung di dalam bumi, prana ini diserap oleh tubuh melalui telapak kaki. Berjalan dengan tanpa alas kaki akan memperbanyak menyerap prana bumi ke tubuh. Pohon, beberapa pohon tertentu (seperti pohon yg rindang dan besar serta subur) memancarkan sebagian besar kelebihan prananya. Orang yg kecapaian bila beristirahat dibawah pohon akan cepat segar kembali. Jurus/seni Pernafasan dari berbagai aliran perguruan sangatlah beragam. Tetapi apabila kita telusuri kesemuanya memiliki persamaan dasar yaitu pengolahan pernafasan dalam pelatihannya. Pernafasan memegang peranan penting dalam usaha membangkitkan dan membangun tenaga dalam siswa-siswi berbagai perguruan tenaga dalam. Mereka ada yang membutuhkan waktu yang cukup lama dalam usaha pembangkitannya ataupun ada yang memang berbakat dan secepat kilat sudah bangkit tenaga dalamnya. Disini saya punya pengalaman yang cukup efektif untuk mempercepat bangkitnya tenaga dalam yang memang setiap orang memilikinya dan belum terbangkitkan. Alangkah baiknya anda memperhatikan petunjuk di bawah ini : 
1 . Duduklah bersila dengan badan tegap. 
2. Pejamkan kedua belah mata anda, konsentrasikan pada detak jantung anda. 
3. Atur pernafasan secara normal untuk pertama kali sebanyak 11 x tarikan nafas.
4. Lakukan pernafasan segitiga (Tarik - Tahan - Lepas ). 
5. Pada waktu menarik nafas sugestikan bahwa anda menarik segala bentuk warna cahaya masuk ke dalam pusat tenaga dalam anda (pusar = solar plexus). 
6. Pada waktu anda menahan nafas sugestikan pada diri anda bahwa sinar yang beraneka warna tersebut di dalam solar plexus bersatu menjadi satu warna ( = penggambaran warna terserah anda). 
7. Pada waktu anda melepaskan nafas sugestikan pada diri anda bahwa warna yang menyatu dalam solar plexus tersebut dipancarkan seperti pelangi yang berputar-putar menyelubungi tubuh anda. 
 8. Biasakan secara rutin selama 30 menitnya selama 7 hari di malam hari di atas jam 12 malam.

Jenis Tenaga Dalam

Jenis tenaga dalam Dari pengalaman saya selama ini, tenaga dalam dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, ditinjau dari cara pembangkitan atau cara pengaktifannya. Pertama, tenaga dalam yang dibangkitkan murni dari olah nafas saja. Teknik pernafasan yang digunakan pun dipecah lagi, ada yang memakai full pernafasan perut, full pernafasan dada, atau kombinasi keduanya yang disesuaikan tingkatan masing-masing perguruan yang meyakini metodenya. Nafas perut disebut juga nafas abdomen bawah.
Udara yang dihirup melalui hidung langsung “dikirim” ke perut. Perut pun jadi mengembung atau mengeras sedikit. Nafas dikeluarkan lagi melalui hidung. Selesai. Untuk menggambarkan proses ini, dibuatlah skema pernafasan segitiga. Nafas tarik, nafas tahan, dan nafas lepas. Nafas dada adalah kebalikan dari nafas perut. Udara yang dihirup melalui hidung ditahan di rongga dada selama hitungan tertentu, lalu dikeluarkan lewat hidung atau mulut. Kalau dikeluarkan lewat mulut, kadang ada yang mengiringinya sampai berbunyi seperti ngeses. Kedua, tenaga dalam yang dibangkitkan dengan metode membaca kalimat-kalimat tertentu, seperti mantra, doa, bacaan kitab suci agama tertentu, keyakinan tertentu, zikir atau wirid tertentu. Tenaga dalam jenis ini tak mengutamakan pernafasan. Yang penting, konsisten membaca kalimat-kalimat yang diyakini pengikutnya, mampu memberikan kekuatan tertentu. Diyakini, semakin sering mengucapkan kalimat yang dimaksud, tenaga dalamnya aktif dan semakin kuat. Ketiga, tenaga dalam yang dibangkitkan dengan cara menggabungkan teknik pernafasan dengan teknik pembacaan kalimat-kalimat tertentu. Saya sengaja tidak menyebutnya dengan “membaca kalimat zikir”, karena yang saya jabarkan disini adalah tenaga dalam yang bersifat universal. Kalau saya sebutkan zikir, maka yang terkesan adalah eksklusifitas agama Islam saja. Dan, menurut yang saya tahu, tujuan zikir sebenarnya untuk mengingat Allah, tidak untuk membangkitkan tenaga dalam. Masing-masing teknik mempunyai fungsi sendiri yang dipercaya para pengikutnya adalah cara yang paling baik. Teknik pernafasan perut misalnya. Cara ini diyakini baik untuk membangkitkan tenaga dalam yang cenderung mengarah pada penyembuhan. Baik untuk penyembuhan diri sendiri maupun orang lain. Sedangkan teknik pernafasan dada, umumnya digunakan untuk metode tenaga dalam ofensif, beladiri, fight, dan sejenisnya. Salah satu jenis beladiri tenaga dalam yang familiar dengan nafas dada adalah Kung Fu. Pernafasan dada kalau digunakan untuk ofensif memang luar biasa kekuatannya. Seseorang yang terkenan pukulan dengan nafas dada biasanya kelenger dalam waktu sekejap. Tetapi, tak selamanya teknik ini dipakai untuk beladiri. Ada juga yang menggunakannya untuk penyembuhan. Saya pernah bertemu seorang penyembuh alternatif di kawasan Jakarta Barat. Pasiennya banyak namun dibatasi. Hanya satu jam waktu prakteknya di sore hari. Penyembuh yang mantan pegawai sebuah perusahaan minyak terkenal di Balikpapan ini ahli penyembuhan di bidang patah tulang, syaraf kecetit, dan segala keluhan yang berhubungan dengan otot. Dari keterangan sahabat saya, si penyembuh yang keturunan Tiongkok ini mendalami Kung Fu tenaga dalam. Hanya saja, metode yang biasanya untuk beladiri itu kini lebih diarahkan untuk penyembuhan. Bagaimana dengan bayaran atas jasanya ? Si penyembuh ini menerima pemberian, tetapi seluruh pemberian pasiennya baik dalam bentuk uang maupun barang disumbangkan untuk sosial seperti menyumbang tempat ibadah atau korban bencana alam. Dia menuliskan komitmennya itu di secarik kertas dan ditempel di tembok depan ruang prakteknya. Michael, sahabat saya yang menemani waktu itu bilang, si penyembuh ini tak menggunakan pemberian pasiennya, karena sudah cukup hidup dari pensiunan perusahaan minyak ternama. Ketika dia beraksi menyembuhkan seorang pasien, saya melihat tekniknya. Benar. Nafas yang digunakan adalah nafas dada. Dia menggunakan nafas tembak yang keras, saat kedua telapak tangan menyentuh bagian punggung pasien yang sakit di tulang belakangnya. Sangat keras nafas tembaknya. Warna aura yang muncul merah kehijauan dan masuk ke tubuh si pasien. Si pasien yang manager sebuah pusat kebugaran di Surabaya itu tak tampak kesakitan selama terapi yang berjalan sekitar 10 menit itu. Itulah contoh pemanfaatan tenaga dalam yang digunakan untuk sesuatu yang positif. Lantas, bagaimana dengan kesembuhannya ? Tentu saja, jawabannya sangat relatif. Ada yang mengaku langsung sembuh, sembuh bertahap, atau juga tidak sembuh. Harus Ada Pembimbing Meski anda sudah mengetahui jenis tenaga dalam ditinjau cara pembangkitannya, tetapi saya sangat tidak menyarankan anda belajar sendiri membangkitkan tenaga dalam tanpa didampingi pembimbing yang mumpuni. Jangan mencoba belajar tenaga dalam hanya dari buku, artikel, atau internet begitu saja. Mengapa ? Sebab walaupun anda sekiranya sudah merasa berhasil membangkitkan energi (yang anda yakini sebagai tenaga dalam), energi itu masih tak bisa dikendalikan. Agar energi bisa dikendalikan dan tidak berakibat unbalance pada tubuh serta jiwa anda, ke tujuh titk cakra dalam tubuh anda seharusnya dibuka atau diselaraskan oleh orang yang ahli di bidang tersebut.

Pengertian Tenaga dalam

Pengertian tenaga dalam Pada umumnya masyarakat kurang memahami betul apa yang dimaksud dengan ilmu tenaga dalam. Kesan yang mereka lihat kurang tepat akibat menyamaratakan bentuk-bentuk ilmu tenaga dalam yang dipertunjukkan oleh berbagai perguruan. Padahal hal-hal yang berbau klenik, sifatnya hanyalah campuran dari luar ke dalam ilmu tenaga dalam yang hakiki. Sebenarnya tenaga dalam merupakan fenomena alam yang berjalan di bawah Sunnatullah, karena itu ilmu ini adalah ilmu kebenaran dari Allah Yang Maha Mengetahui dan Maha Berilmu. Tenaga dalam atau istilah popularnya “inner power” adalah tenaga yang tersimpan didalam tubuh manusia dan mengendap di bawah sadar.
Ada juga yang menyebut, tenaga dalam itu adalah tenaga Bio eletrik atau Bio Energi yang tenaganya banyak mengendap dibawah sadar. Banyak yang percaya, bahawa “Tenaga Dalam” tenaganya besar sekali, sehingga tenaganya melebihi tenaga yang sehari-hari digunakan orang secara wajar. Sebenarnya semua orang (sekalipun tidak pernah berlatih tenaga dalam) mempunyai “Tenaga Dalam”, hanya (Energi bioeletrinya ) masih tersimpan di “alam bawah sadar”. Mengeluarkan dan menggunakan “tenaga dalam” dipelajari dan dilatih oleh setiap orang dengan bimbingan dan arahan yang benar. Manfaat latihan ilmu tenaga dalam cukup banyak, karena “tenaga dalam” dapat digunakan untuk beladiri, membantu penyembuhan sesuatu penyakit, pagar badan, rumah atau sesuatu barang dan lain sebagainya. Tenaga dalam adalah perilaku hati/batin yang mendasari niat perbuatan atau tindakan seseeorang dan merupakan suatu bentuk perlindungan yang diberikan (dianugerahkan) Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Perkasa kepada manusia yang mau mempelajari dan membinanya. Potensi tenaga dalam telah bersemayam dalam setiap orang. Tinggal mereka sendiri yang menentukan apakah mau atau tidak memanfaatkan potensi diri yang merupakan rahmat tak ternilai dari Sang Khalik. Di dalam paru-paru terdapat beribu-ribu pembuluh halus yang di ujung-ujungnya terdapat berjuta-juta kantong udara. Pembuluh-pembuluh halus ini sangat penting untuk menyerap udara bersih (oksigen) yang amat diperlukan dalam proses pembakaran di dalam tubuh. Apabila kantong-kantong udara ini tidak mendapatkan udara yang cukup, maka bisa mengakibatkan timbulnya berbagai macam penyakit, antara lain : pilek, batuk , penyakit paru-paru, penyakit jantung, lemah jiwa, daya tahan tubuh rendah dan sebagainya. Di samping itu tubuh manusia juga memerlukan bioenergi yang bertenaga sangat halus. Tenaga bukan berupa molekul-molekul udara melainkan berbentuk tenaga murni yang sangat halus. Tenaga halus atau bioenergi ini biasa dikenal dengan sebut prana, chi, tenaga dalam dan lain-lain istilah. Tenaga Dalam seseorang secara umum dapat dikeluarkan dari dalam tubuhnya atau digunakan setelah orang tersebut melewati fase latihan-latihan tertentu untuk membangkitkan tenaga dalamnya. Dalam hal ini, setiap perguruan tenaga dalam atau masing-masing guru tenaga dalam memiliki metode/cara sendiri dalam membangkitkan tenaga dalam. Namun secara umum, setiap perguruan tenaga dalam khusus untuk versi Islami, biasanya menggunakan gerakan-gerakan/jurus-jurus pernafasan tertentu yang harus dilakukan ditambah dengan dengan wirid-wirid tertentu pula yang harus dibaca setiap siswanya untuk membangkitkan tenaga dalamnya. Yang membedakan antara setiap perguruan tenaga dalam adalah gerakan jurus pernafasan yang digunakan dan wirid yang harus dibaca. Pada level basic (dasar), untuk dapat membangkitkan tenaga dalam setiap orang minimal harus melakukan latihan jurus-jurus pernafasan minimal 2 kali seminggu (minimal 1 jam perlatihan jurus) selama 6 bulan berturut-turut dan ditambah dengan membaca wirid khusus tiap malam secara continued. Untuk tingkat lanjutan (pengembangan), dibutuhkan waktu yang bervariasi antara minimal 1 - 3 tahun latihan continued untuk menjadi ahli tenaga dalam, di samping itu dibutuhkan sifat kesabaran dan kebaikan dari karakter kemanusiaanya. Dengan menggunakan cara khusus, setiap orang dapat membangkitkan tenaga dalamnya jauh lebih cepat dibandingkan dengan cara yang biasa dilakukan melalui cara umum. Cara khusus ini biasanya dilakukan sang guru tenaga dalam untuk membantu sang murid / siswa yang dipilihnya dalam membangkitkan tenaga dalam tubuh sang murid. Dalam istilah tenaga dalam, bantuan sang guru terhadap siswanya ini biasa disebut dengan istilah pembangkitan (pengijazahan) tenaga dalam. Pada hakekatnya, proses pembangkitan tenaga dalam dari sang guru ini tidak lain adalah untuk menggugah (mendorong) tenaga murni dalam tubuh sang murid agar dapat aktif. Setelah proses pembangkitan tenaga dalam dilakukan, maka selanjutnya sang murid hanya tinggal melakukan penguncian tenaga dalam dan melatih serta membiasakan diri untuk tahu cara menggunakan tenaga dalam tubuhnya dan tentunya harus disesuaikan dengan level pembangkitan tenaga dalam yang sudah diberikan sang guru terhadap muridnya tersebut.