Selasa

Panduan Lengkap Rebo Wekasan & Salat Tolak Bala

Panduan Lengkap Rebo Wekasan & Salat Tolak Bala

Penulis: SAHUDIN KRISHNA

 

1. Pengertian & Asal-Usul Rebo Wekasan

Rebo Wekasan adalah tradisi keagamaan dan kebudayaan masyarakat Muslim Nusantara—khususnya di Pulau Jawa, Sunda, dan Madura—yang dilaksanakan pada hari Rabu terakhir di bulan Safar dalam kalender Hijriah.

  • Etimologi: Kata Rebo berasal dari bahasa Jawa yang berarti hari Rabu, sedangkan Wekasan berarti pungkasan, akhir, atau penutup.

  • Latar Belakang: Tradisi ini berakar dari penuturan beberapa ulama tasawuf/mukasyafah, di antaranya Syekh Ahmad bin Umar Ad-Dairabi (dalam kitab Fathul Malik al-Majid / Mujarrobat Ad-Dairabi) dan Syekh Abdul Hamid Quds (dalam kitab Kanzun Najah was Surur). Disebutkan dalam ikhtiar spiritual mereka bahwa pada Rabu terakhir bulan Safar, Allah SWT menurunkan berbagai cobaan/bala ke bumi, sehingga umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada-Nya.

     

2. Kedudukan Syariat & Pandangan Fiqih

Para ulama ahli fiqih (seperti Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama/LBMNU) memberikan batasan hukum yang jelas mengenai pelaksanaan Rebo Wekasan:

  1. Tidak Ada "Salat Rebo Wekasan" Khusus: Dalam syariat Islam, tidak ada salat sunah yang secara khusus dinamai "Salat Rebo Wekasan". Meniatkan salat dengan nama tersebut secara khusus hukumnya tidak sah secara fiqih.

  2. Kesesuaian Niat: Salat yang dikerjakan pada hari Rebo Wekasan hendaknya diniatkan sebagai Salat Sunah Mutlaq (salat sunah tanpa sebab khusus) atau Salat Hajat Lidaf'il Bala' (salat hajat untuk memohon perlindungan dari bala).

  3. Prinsip Dasar Bulan Safar: Secara akidah, Islam menegaskan bahwa tidak ada bulan, hari, atau waktu yang secara intrinsik membawa kesialan (sebagaimana hadis Nabi ﷺ: "Tidak ada penularan penyakit [secara mandiri], tidak ada kesialan [thiyarah]..." - HR. Bukhari dan Muslim). Oleh karena itu, amalan Rebo Wekasan hendaknya diniatkan mutlak sebagai bentuk tawasul melalui doa, salat, dan sedekah.

     

3. Rangkaian Amalan Tradisi Rebo Wekasan

Di berbagai pesantren dan masyarakat, Rebo Wekasan diisi dengan amalan-amalan yang disyariatkan dalam Islam:

  • Salat Sunah (Mutlaq / Hajat): Menunaikan salat sunah untuk memohon keselamatan diri, keluarga, dan umat.

  • Doa & Istighfar Bersama: Membaca doa tolak bala, istighfar, serta zikir secara berjamaah di masjid, musala, atau pesantren.

  • Air Salamun (Ayat Keselamatan): Tradisi menuliskan atau membaca 7 Ayat Salamun (ayat Al-Qur'an yang diawali kata Salamun sebagai permohonan keselamatan) lalu dilarutkan dalam air untuk diminum bersama.

    • Contoh Ayat Salamun: QS. Yasin: 58, QS. As-Saffat: 79, 109, 120, QS. Al-Anbiya: 69, QS. Az-Zumar: 73, dan QS. Al-Qadr: 5.

  • Sedekah & Syukuran: Membagikan makanan (seperti kue apem, nasi tumpeng, atau sedekah bahan pokok) kepada tetangga, kerabat, dan kaum dhuafa sebagai penolak bala (shadaqah dafi'atul bala').

     

4. Pilihan Niat Salat

Salat dapat dikerjakan sebanyak 2 atau 4 rakaat. Niat yang dapat digunakan adalah:

A. Niat Salat Sunah Mutlaq (2 Rakaat)

أُصَلِّي سُنَّةً رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Ushallî sunnatan rak’ataini lillâhi ta’âlâ.

Artinya: "Aku berniat salat sunah dua rakaat karena Allah Ta'ala."

B. Niat Salat Hajat Lidaf'il Bala' / Tolak Bala (2 Rakaat)

أُصَلِّي سُنَّةَ الْحَاجَةِ لِدَفْعِ الْبَلَاءِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Ushallî sunnatal hâjati lidaf'il balâ'i rak'ataini lillâhi ta’âlâ.

Artinya: "Aku berniat salat sunah hajat untuk menolak bala dua rakaat karena Allah Ta'ala."

 

5. Tata Cara Pelaksanaan Salat

Waktu pelaksanaan salat sunah ini umumnya dianjurkan pada pagi hari (waktu Dhuha) atau di antara waktu Maghrib dan Isya.

  1. Niat & Takbiratul Ihram (Sesuai pilihan niat di atas).

  2. Rakaat Pertama:

    • Membaca Surah Al-Fatihah.

    • Membaca Surah Al-Kausar (17 kali) atau surah pendek lainnya.

  3. Rakaat Kedua:

    • Membaca Surah Al-Fatihah.

    • Membaca Surah Al-Ikhlas (5 kali), Surah Al-Falaq (1 kali), dan Surah An-Nas (1 kali).

  4. Ruku', I'tidal, Sujud, & Salam: Dikerjakan secara tumaninah sebagaimana salat sunah pada umumnya.

(Catatan: Rincian jumlah bacaan surah di atas merupakan ijtihad/amalan para ulama pesantren. Apabila merasa berat, membaca surah pendek biasa sebanyak 1 kali tetap sah dan memenuhi syarat salat).

 

6. Doa Tolak Bala Setelah Salat

Setelah menyelesaikan salat dan mengucapkan salam, dianjurkan memperbanyak membaca istighfar dan selawat Nabi, kemudian dilanjutkan dengan membaca Doa Tolak Bala berikut:

Teks Arab

اللَّهُمَّ يَا شَدِيدَ الْقُوَى وَيَا شَدِيدَ الْمِحَالِ، يَا عَزِيزُ ذَلَّتْ لِعِزَّتِكَ جَمِيعُ خَلْقِكَ، اكْفِنِي مِنْ جَمِيعِ خَلْقِكَ، يَا مُحْسِنُ يَا مُجْمِلُ يَا مُنْعِمُ يَا مُفْضِلُ، يَا لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.

Transliterasi Latin

Allâhumma yâ syadîdal quwâ wa yâ syadîdal mihâl, yâ 'azîzu dzallat li'izzatika jamî'u khalqika, ikfinî min jamî'i khalqika, yâ muhsinu yâ mujmilu yâ mun'imu yâ mufdhilu, yâ lâ ilâha illâ anta birahmatika yâ arhamar râhimîn.

Terjemahan

"Ya Allah, Yang Mahakuat kekuatan-Nya, Yang Mahakeras siksaan-Nya, wahai Yang Mahaperkasa yang tunduk kepada keperkasaan-Mu seluruh makhluk-Mu. Cukupkanlah aku dari kejahatan seluruh makhluk-Mu. Wahai Yang Maha Berbuat Baik, Yang Maha Memperindah, Yang Maha Memberi Nikmat, Yang Maha Memberi Karunia. Tiada Tuhan selain Engkau, dengan rahmat-Mu wahai Yang Maha Pengasih di antara yang pengasih."

 

7. Penutup

Tradisi Rebo Wekasan merupakan warisan spiritual dan kultural yang sarat akan nilai-nilai keislaman. Dalam menyikapinya, umat Islam hendaknya senantiasa berlandaskan pada pemahaman syariat yang lurus dan akidah yang kuat.

Esensi utama dari amalan Rebo Wekasan bukanlah meyakini adanya hari sial, melainkan memanfaatkan momen tersebut sebagai pengingat untuk memperbanyak mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui salat sunah, doa, zikir, istighfar, dan sedekah. Dengan meluruskan niat dan menjaga tata cara ibadah sesuai tuntunan para ulama, tradisi ini dapat menjadi sarana tawasul yang membawa keberkahan dan perlindungan bagi diri, keluarga, serta masyarakat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tulis komentar anda disini, bisa berupa: Pertanyaan, Saran, atau masukan/tanggapan.

Panduan Lengkap Rebo Wekasan & Salat Tolak Bala

Panduan Lengkap Rebo Wekasan & Salat Tolak Bala Penulis: SAHUDIN KRISHNA   1. Pengertian & Asal-Usul Rebo Wekasan Rebo Wekasan ada...