Rabu

ASMA SUNGE RAJEH CIREBON

ASMA SUNGE RAJEH CIREBON

MANFAAT TIAP VERSI ASMA’ SUNGE RAJEH


Dalam mengamalkan asma ini gak boleh didalam ruangan/beratap,dikarenakan bila ada mahluk halus/jin ditempat saudara wirid/mengamal bisa terjadi benturan energi antara energi asma dgn mahluk itu yg akan mengakibatkan kerusak dll,tapi bila dinyatakan tempat saudara mengamal gak ada mahluk gaibnya ya gak apa-apa. untuk tertib mengamalnya ya dari versi ke1 baru 2,3 dst..usahakan jangan meloncat-loncat dari 1 langsung ke 5.
Ini sedikit keterangan tentang MANFAAT TIAP VERSI Asma’ Sungai Raja.
Versi ke 1 dapat melumpuh/melemahkan lawan sebanyak 10 orang.
Versi ke 2 dapat melumpuh/melemahkan lawan sebanyak 20 orang.
Versi ke 3 dapat melumpuh/melemahkan lawan sebanyak 30 orang.
Versi ke 4 dapat melumpuh/melemahkan lawan 40 orang.
Versi ke 5 dapat melumpuh/melemahkan orang satu kampung.Karena kehebatannya sehingga saya melarang keras menggunakan VERSI ke 4 dan 5 selagi lawan dibawah 40 orang.Jika lawan kita telah lumpuh/lemah tidak berdaya,untuk menyembuhkannya harus menggunakan VERSI yang digunakan dengan cara dibaca3x tahan nafas ditiupkan keair,lalu air disiramkan kepada lawan yang sudah lumpuh/lemah, atau orang yang lumpuh/lemah dipegang tangan kirinya lalu ditendang kaki kananya dengan niat menyembuhkan.
MANFAAT ATAU KEGUNAAN
selain manfaat diatas,asma’ ini juga memiliki banyak manfaat dan insya allah untuk seribu hajat diantaranya:keselamatan mutlak dhohir dan bathin,kekebalan,anti segala senjata tajam/tumpul,kebal api,kepruk,cekik,cambuk,panjat golok dll,kekuatan,kewibawaan tingkat tinggi,kharisma,pengasihan umum/khusus,menundukkan lawan,menambah keberanian,pukulan maut,pukulan jarak jauh,penyembuhan,selamat dari pengeroyokan,peperangan,dalam keadaan terdesak memiliki aji panglimunan dan tubuh bisa jadi raksasa dipandangan lawan,kecelakaan,anti gendam/hipnotis,pawang hujan,gangguan jin,syetan,santet,tenung,guna-guna,dll.CARA MEMANFAATKANNYA.Anda cukup membaca VERSI yang dibutuhkan 3/7x tanpa nafas dengan disertai niat dan keyakinan penuh.demikianlah sedikit panduan/keterangan manfaat dan kegunaan Asma’ Sungai Raja,semoga bisa anda kuasai dan bermanfaat sesuai kehendak dan hajat anda.insya allah do’a saya selalu menyertai saudara semua.Amin.
Buat yg bertanya kegunaan asma ini untuk detilnya silahkan kirimkan alamat email saudara,id saudara diblog ini beserta data diri + foto kealamat email saya singa_rajeh@yahoo.co.id.
KI SADEWA

ASMAK SUNGE RAJEH CIREBON TINGKAT V

*ASMAK SUNGE RAJEH CIREBON TINGKAT V INI DIIJAZAHKAN OLEH SAUDARA KI SADEWA







Tiada maksud hati untuk menyombongkan diri yg miskin ilmu ini, tiada lain hanya untuk berbagi dgn niat yg mulia dihati. Dalam kesempatan ini insyallah saya ikhlaskan dan ijazahkan ASMA SUNGE RAJEH VARIAN CIREBON TINGKAT KE V ini buat saudara2ku yg mau dan serius mengamalkannya buat amalan bekal dunia dan akhirat kita,amin..







BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIM.




Saya shohibul ijazah mengikhlaskan dan mengijazahkan ASMA SUNGE RAJEH VARIAN CIREBON TINGKAT KE 5 dgn ikhlas kepada saudara2ku sesama muslimin dgn mengharap berkah dan keridhon-Nya. amin..







KETERANGAN:




Sebelum saudara2ku sesama muslim mengucapkan QOBILTU alangkah baiknya saudara2ku bertawassul terlebih dahaulu seperti tawassul yg dishare ki bolosewu diatas dgn menyediakan air putih dihadapan saudara. Usai tawassul ucapkan QOBILTU dan baca MANTRA ASMA SUNGE RAJEH VARIAN CIREBON TINGKAT KE-5 ini 3 x tanpa nafas dan tiup kan keair tadi dan minum dgn Baca basmallah. Setelah minum tarik nafas sedalam2nya, tahan didada/perut lalu kencangkan seluruh anggota badan,bila nafas gak kuat silahkan lepas dan tarik lagi sepertisemula selama 3 x ulang. Lalu bermeditasi selama kurang lebih 15 menit rasakan sensasi yg ada selama meditasi. Demikianlah panduan penerima ijazah dari saya semoga dapat dimanfaatkan dan diistiqomahkan serana bekal kita kembali nanti.







INILAH MANTRA ASMA SUNGE RAJEH VARIAN CIREBON TINGKAT KE 5.







BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM.

INNA QUWWATIN NAKATA BANATA KINNA NATABA(1000 x diulang 7 malam ditempat dan jam yg sama).







Semoga bermanfaat.




Terima kasih kepada para sesepuh yg telah mengijin buat saya share disini. Wassalam.







KI SADEWA




*******


ASMAK SUNGE RAJEH CIREBON TINGKAT 1 S/D TINGKAT IV







*ASMAK SUNGE RAJEH CIREBON I s/d IV DIIJAZAHKAN OLEH SAUDARA KI JATIRAGA/BOLOSEWU







Cara mengamalkan baca tawasul ALFATIHAH disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW dan keluarga, Sahabat, Malaikat Muqorrobin dan Qoribin, Nabi Khidir A.S balyhabin Malkan, Syekh Abdul Qodir Jailani, Syekh Buju Tumpeng Pamekasan Madura, Kyai Damanhuri Pamekasan Madura, Syekh Syarif Hidayatullah, Sunan Gunung Jati, Pangeran Cakrabuana, Man Ajazani.




Selanjutnya baca:




1. INNA QUWWATIH NAKAFATINA NAKABA KABANA TABANA 1000 X Selama tiga hari. Setelah tiga hari dan sudah terasa fungsinya, dilanjutkan ke tingkat dua.




2. INNA QUWWATIH NAKABAN NATAH KITABAN NATAH (1000 X Selama tiga hari. Setelah tiga hari dan sudah terasa fungsinya, dilanjutkan ke tingkat tiga).




3. INNA QUWWATIH NAKABUN NATAH KITABUN NATAH (1000 X Selama tiga hari. Setelah tiga hari dan sudah terasa fungsinya, dilanjutkan ke tingkat tiga).




4. INNA QUWWATIH NAKATABANA FATINA NABADAN. (1000 X Selama tiga hari) KI JATIGARA/BOLOSEWU







@wongalus,2010

ASMA SUNGE RAJEH VERSI SUNAN KALI JAGA

ASMA SUNGE RAJEH VERSI SUNAN KALI JAGA


Asma Sunge Rajeh ada banyak versi. Salah satu versi adalah versi Sunan Kalijaga, seorang wali terkenal yang gigih untuk mengakulturasikan Islam ke dalam budaya nusantara.

Tawassul kirim Al Fatihah masing-masing satu kali (bisa dibaca dengan bahasa dan kalimat apapun) kepada:

• Nabi Muhammad SAW
• Nabi Khidir A.S.
• Para Malaikat -NYA
• Sulthanul Auliya Syeh Abdul Qadir al Jailani
• Sunan Gunung Jati
• Sunan Kalijaga
• Ayah dan Ibu kita
• Man Ajazani

Selanjutnya baca doa ini:

Bismillahirrohmanirrohim

INNA QUWWATIH IHYA FATAROTH

Doa dibaca setiap malam 1000 kali selama 7 hari.

Untuk mengamalkan: tarik nafas melalui hidung, tahan nafas di dalam perut bagian bawah pusar selama beberapa saat (sekuat tenaga, bisa 20 atau 30 hitungan), baca doa ASR, visualisasikan sebuah cahaya biru memancar dari tubuh menuju sasaran niat selanjutnya hembuskan udara yang tersimpan melalui mulut.

***

NDULU KUWASA, RUSAKING TATA

NDULU KUWASA, RUSAKING TATA Sumber-sumbering memala ana ing urip bebrayan agung, aja padha lali padha gatekna, yen ta melik marang kuwasa dadi telenging pambudi. Sing rusak ora ta mung agama, kang samesthine dadi ageming dhiri, nanging uga paseduluran sanyata. Saiki padha delengen, wong-wong kang nguyak kuwasa, mung mligi ndulu urmat lan kursi, nganti wani padha crah karo sanak kulawarga, sedulur mungsuh sedulur padha jegal-jegalan, ponakan mungsuh paman, kyai mungsuh kyai ora perduli duk wingi-wingi disengkuyung amargi patuladhane sujud mring Gusti. Yen wis ngono, endi ana agama dadi sumbering darma dadi manungsa titah njembarake tresna. Poltitik wis mung dadi siasat golek kuwasa dudu mbebabangun bebrayan agung conkrah bubrahing tali paseduluran wis dianggep lumrah. O, apa iya iki pancene kang wis sineratake dening Jayabaya jamane kali ilang kedhunge, pasar ilang kumandhange lan urip bebrayan ilang pasedulurane. Yen mangkono, haiya luwih becik, bali mlebu senthonging urip ngugemi jatining agama ngorong tuwuhing tresna sapadha-padha jer Pangeran kang mahakuwasa ora sudi manungsa tumiba ing cintraka crah bubrah padha ngrusak anggering tresna. Wis, gageha nyandhak gendera kibarna donga, kereken tekan mega, kareben baliya tataning jalma yen ta manungsa iku tunggal brayat titahing kang Kuwasa Siji lan tan kena kinaya apa. Dening Tangkisan Letug

WIRID PURBA JATI : MENGENALI JATI DIRI; Hakekat Neng, Ning, Nung, Nang


Siapa sejatinya diri kita sebagai manusia ? Pertanyaan ini sederhana, dapat dikemukakan jawaban paling sederhana, maupun jawaban yang lebih rumit dan rinci. Jawaban masing-masing orang tidak bisa diukur secara benar-salah. Cara menjawab siapa diri manusia hanya akan mencerminkan tingkat pemahaman seseorang terhadap kesejatian Tuhan. Hal ini sangat dipermaklumkan karena berkenaan dengan eksistensi Tuhan sendiri yang begitu penuh dengan misteri besar. Upaya manusia mengenali Sang Pencipta, ibarat jarum yang menyusup ke dalam samudra dunia. Yang hanya mengerti atas apa yang bersentuhan dengannya. Itupun belum tentu benar dan tepat dalam mendefinisikan. Tuan memang lebih dari Maha Besar. Sedangkan manusia hanya selembut molekul garam. Begitulah jika diperbandingkan antara Tuhan dengan makhlukNya. Namun begitu kiranya lebih baik mengerti dan memahamiNya sekalipun hanya sedikit dan kurang berarti, ketimbang tidak samasekali.
Secara garis besar dalam diri manusia memiliki dua unsur entitas yang sangat berbeda. Dalam pandangan ekstrim dikatakan dua unsur pembentuk manusia saling bertentangan satu sama lainnya. Tetapi kedua unsur tidak dapat dipisahkan, karena keduanya sebagai satu kesatuan yang tak terpisahkan. Terpisahnya di antara kedua unsur pembentuk manusia akan merubah eksistensi ke-manusia-an itu sendiri. Yakni di satu sisi terjadi kerusakan/pembusukan dan di sisi lain keabadian. Umpama batu-baterai yang memiliki dua dimensi berbeda yakni fisiknya dan energinya. Kedua dimensi itu menyatu menjadi eksistensi batu-baterai berikut fungsinya. Dua unsur dalam manusia yakni; immaterial dan material, metafisik dan fisik, roh dan jasad, rohani dan jasmani, unsur Tuhan dan unsur bumi (unsur gaib dan unsur wadag). Marilah kita urai satu persatu kedua unsur pembentuk eksistensi manusia tersebut.
Unsur Bumi
Jasad manusia wujudnya disusun berdasarkan unsur-unsur material bumi (air, tanah, udara, api). Unsur air dan tanah dalam tubuh terurai secara alami melalui proses ilmiah (rumus ilmu pengetahuan manusia) dan rumus alamiah (yang sudah berproses melalui rumus-rumus buatan Tuhan). Unsur tanah dan air yang sudah berproses akan berubah bentuk dan wujudnya sebagai bahan baku utama jasad yang terdiri dari empat unsur yakni ; daging, tulang, sungsum dan darah. Sedangkan unsur udara akan berproses menjadi kegiatan bernafas, lalu berubah menjadi molekul oksigen dalam darah dan sel-sel tubuh. Unsur api akan menjadi alat pembakaran dalam proses produksi jasad, tenaga, energi magnetis, dan semua energi yang terlibat dalam memproses atau mengolah unsur tanah dan air menjadi bahan baku jasad.
Jasad wadag menurut istilah barat sebagai body atau corpus, merupakan wadah atau bungkus unsur Tuhan dalam diri manusia. Unsur wadah tidak bersifat langgeng (baqa’), sebab unsur wadah terdiri dari bahan baku bumi, maka ia terkena rumus mengalami kerusakan sebagaimana rumus bumi.
Unsur Tuhan
Sebaliknya, unsur Tuhan bersifat kekal abadi tidak terjadi rumus kerusakan. Unsur Tuhan (Zat Tuhan) dalam tubuh manusia diwakili oleh metafisik manusia yakni unsur roh (spirit atau spiritus). Roh merupakan derivasi unsur Tuhan yang paling paling akhir dan paling erat dengan bahan baku metafisik manusia (Baca Posting; Mengungkap Misteri Tuhan). Dan spirit diartikan sebagai roh, ruh atau sukma. Roh bersifat suci (roh kudus/ruhul kuddus), tidak tercemar oleh “polusi” dan kelemahan-kelemahan duniawi. Karakter roh adalah berkiblat atau berorientasi kepada martabat kesucian Tuhan. Arti kata roh sangat berbeda dengan entitas jiwa (soul), hawa atau nafas (nafs), animus atau anemos (Yunani), dalam bahasa Jawa apa yang lazim disebut nyawa. Sekalipun berbeda istilah, tetapi memiliki makna yang nyaris sama.
Pertemuan Unsur Bumi dan Unsur Tuhan
Dalam tubuh manusia terdiri atas dua unsur besar yakni unsur bumi dan unsur Tuhan. Di antara kedua unsur tersebut terdapat “bahan penyambung”, dalam literatur barat disebut soul atau jiwa (yang ini terasa kurang pas), Islam; nafs, Yunani; anemos, dan dalam bahasa Indonesia; hawa, Jawa; nyawa (badan alus). Hawa, jiwa, anemos, soul, atau nyawa merupakan satu entitas yang kira-kira tidak berbeda maknanya, berfungsi sebagai media persentuhan atau “lem perekat” antara roh (spirit) dengan jasad (body/corpus). Hawa, nafs, anemos, soul, jiwa, nyawa bermakna sesuatu yang hidup (bernafas) yang ditiupkan ke dalam corpus (wadah atau bungkus).
Dalam khasanah hermeneutika dan bahasa yang ada di nusantara tampak simpang siur dan tumpang tindih dalam memaknai jiwa, sukma, roh, dan nyawa. Ini sekaligus membuktikan bahwa memahami unsur Tuhan dalam diri manusia memang tidak sederhana dan semudah yang disebutkan. Karena obyeknya bersifat gaib, bukan obyek material. Cara pandang dan penafsiran dari sisi yang berbeda-beda, menimbulkan konsekuensi beragamnya makna yang kadang justru saling kontradiktif. Dengan alasan tersebut akan saya paparkan lebih jelas pemetaan tentang jiwa atau hawa dari sudut pandang budi-daya yang diperoleh melalui berbagai pengalaman obyek metafisika, dan intuisi, agar lebih netral dan mudah dipahami oleh siapa saja tanpa membedakan latar belakang agama. Dengan asumsi tersebut diperlukan perspektif yang sederhana namun mudah dipahami. Kami akan memaparkan melalui perspektif Javanism atau kejawen, dengan cara penulisan yang sederhana dan “membumi”.
Hubungan Unsur Tuhan dengan Unsur Bumi dalam Laku Prihatin
Setiap bayi lahir memiliki tingkat kesucian yang dapat diumpamakan sebagai kertas putih bersih. Kesucian berada dalam wahana nafs atau hawa yang masih bersih belum tercemar oleh “polusi” keduniawian. Hawa/nyawa/nafs diuji bolak-balik di antara dua kutub; yakni kutub jasmaniah yang berpusat di jasad (corpus) dan kutub ruhaniyah yang berpusat pada roh (spirit). Unsur roh bersifat suci dan tidak tersentuh oleh kelemahan-kelemahan material duniawi (dosa). Roh suci sebagai “utusan” Tuhan dalam diri manusia yang dapat membawa ketetapan/pedoman hidup. Sehingga roh dapat berperan sebagai obor yang memancarkan cahaya (spektrum) kebenaran dari Tuhan. Dalam perspektif Jawa roh suci (utusan Tuhan) tidak lain adalah apa yang disebut sebagai Guru Sejati. Guru Sejati tampil sebagai juru nasehat untuk hawa, jiwa atau nafs.
Hawa Nafsu ; Ibarat Satu Keping Mata Uang
Hawa (nafs) atau jiwa yang tunduk kepada roh suci (guru sejati) akan menghasilkan hawa (nafs) yang disebut nafsu positif –meminjam istilah Arab— sebagai an-nafs al-muthmainah.. Sebaliknya jiwa atau hawa yang tunduk pada keinginan jasad disebut sebagai nafsu negatif. Nafsu negatif terdiri tiga macam; nafsu lauwamah (kepuasan biologis; makan, minum, tidur dst), nafsu amarah (amarah/angkara murka), dan nafsu sufiyah (mengejar kenikmatan psikis; contohnya seks, sombong, narsism, gemar dipuji-puji). Hawa memiliki dua kutub nafsu yang bertentangan ibarat satu keping mata uang yang memiliki dua sisi. Akan tetapi kedua sisi tidak dapat dipisahkan atau dilihat secara berbarengan. Apabila kita ingin menampilkan gambar angka, maka letakkan nilai nominal di sisi atas, sebaliknya jika kita berkehendak melihat gambar burung kita letakkan gambar angka di bawah. Apabila seseorang mengaku bisa melihat kedua sisi satu keping mata uang dalam waktu yang sama, maka seseorang dikatakan berjiwa munafik alias kehidupan yang palsu hanya berdasarkan pengaku-akuan bohong.
Manusia Bebas Mencoblos Memilih
Pada setiap bayi lahir, Tuhan telah menciptakan hawa dalam keadaan putih/suci. Manusia memiliki kebebasan menentukan apakah hawa nafsunya akan berkiblat kepada kesucian yang bersumber pada roh suci (ruhul kuddus), atau sebaliknya ingin berkiblat kepada kemungkaran jasad/raga (unsur duniawi). Apabila seseorang berkiblat pada kemungkaran akan menjadi seteru Tuhan dan memiliki konsekuensi (dosa/karma/hukuman) yang akan dirasakan kelak setelah menemui ajal (akhirat), bisa juga dirasakan sewaktu masih hidup di dunia. Maka peranan semua agama yang ada di muka bumi adalah pendidikan yang ditujukan kepada hawa/nafs/jiwa manusia agar selalu berkiblat kepada rumus Tuhan atau qodratullah. Sumber dari ilmu dan “rumus Tuhan” (qodratullah) bisa kita temukan dalam “perpustakaan” atau gudang ilmu yang terdekat dengan diri kita, yakni roh suci (Ruhul-Kuddus/Guru-Sejati/Sukma-Sejati/Rahsa-Sejati).
Kadang kala Tuhan Maha Pemurah menganugerahkan seseorang untuk mendapat “bocoran soal” akan rahasia “ilmu Tuhan” melalui pintu hati (qalb) yang di sinari oleh cahyo sejati (nurullah). Yang lazim disebut sebagai ungkapan dari (hati) nurani. Petunjuk dari Tuhan ini diartikan sebagai wirayat, wahyu, risalah, sasmita gaib, ilham, wisik dan sebagainya. Dalam posting ini kami tidak membahas model dan macam petunjuk Tuhan tersebut.
Laku Prihatin adalah Jihad Sejati
“Penundukan” roh terhadap hawa nafsu negatif adalah penundukkan terhadap segala yang berhubungan dengan material (syahwat) atau kenikmatan ragawi. Dengan kata lain yakni penundukan unsur “Tuhan” terhadap unsur bumi. Dalam ilmu Jawa dikatakan sebagai jiwa yang tunduk pada kareping rahsa / rasa sejati (kehendak Guru Sejati/kehendak Tuhan), serta meredam rahsaning karep (kemauan hawa nafsu negatif). Segenap upaya yang mendukung proses “penundukan” unsur Tuhan terhadap unsur bumi dalam khasanah Jawa disebut sebagai laku prihatin. Dengan laku prihatin, seseorang berharap jiwanya tidak dikendalikan oleh keinginan jasad. Maka di dalam khasanah spiritual Kejawen, laku prihatin merupakan syarat utama yang harus dilakukan seseorang menggapai tingkatan spiritualitas sejati. Seperti ditegaskan dalam serat Wedhatama (Jawa; Wredhotomo) karya KGPAA Mangkunegoro IV; bahwa ngelmu iku kalakone kanthi laku. Laku prihatin dalam istilah Arab sebagai aqabah, yakni jalan terjal mendaki dan sulit, karena seseorang yang menjalani laku prihatin harus membebaskan diri dari perbudakan syahwat dan hawa nafsu yang negatif. Di mana ia sebagai sumber kenikmatan keduniawian. Maka apa yang disebut sebagai Jihad yang sesungguhnya adalah perang tanding di medan perang dalam kalbu antara tentara Muslim nafsu positif melawan tentara Amerika nafsu negatif. Disebut kemenangan dalam berjihad apabila seseorang telah berhasil “meledakkan bom” di pusat kekuasaan setan (hawa nafsu negatif) dalam hati kita. “Bahan peledaknya” bernama C4 dan TNT laku prihatin dan olah batin (wara’ dan amr ma’ruf nahi munkar).
Target Utama dalam “Berjihad” (Laku Prihatin)
Perjalanan spiritual dalam bentuk laku prihatin, mempunyai target membentuk hawa nafsu positif atau nafsul muthmainnah. Karena si nafs atau hawa tersebut telah stabil dalam koridor rumus Tuhan (qodrat atau qudrah diri) atau dalam bahasa sansekerta lazimnya disebut sebagai swadharma. Roh yang berada pada tataran pencapaian ini, dalam bahasa Ibrani, ruh disebut sebagai syekinah yang diturunkan ke dalam kalbu dan berhasil merebut (amr) kebaikan (ma’ruf). Jika hawa tidak berdaya karena kuatnya arus nafsu negatif yang dimasukkan jasad lewat pintu panca indera, maka kepribadian manusia dikuasai oleh “milisi” kekuatan batin yang oleh Freud diberi nama ego. Ego cenderung berkiblat pada jasad (duniawi). Maka sudah menjadi tugas hawa (id) untuk membangkang dari keinginan ego agar supaya membelot kepada kekuatan hawa positif (super ego). Hasilnya maka manusia dapat dikendalikan sesuai dengan kodrat dirinya sebagai khalifah Tuhan. Jadilah manusia yang tetap berada pada orbitNya (qodrat/rumus Tuhan), yakni apa yang dimaksud menjadi titah jalma menungsa kang sejati, yaiku nggayuh kasampurnaning gesang, (untuk meraih) sastra jendra hayuningrat pangruwating diyu.
Sangat terasa bahwa Tuhan sungguh lebih dari Maha Adil, setiap manusia tanpa kecuali dapat menemukan Tuhan melalui pintu nafs, jiwa, atau hawanya masing-masing, karena Tuhan telah membekali jiwa manusia akan kemampuan menangkap sinyal-sinyal suci dari Hyang Mahasuci. Sinyal suci yang diletakkan di dalam rahsa sejati (sirullah) dan roh sejati (ruhullah). Sudah merupakan rumus (Tuhan), apabila seseorang dapat meraih dharma-nya atau kodrat-dirinya sebagai makhluk ciptaan Tuhan, maka kehidupannya akan selalu menemui kemudahan. Sebaliknya hawa nafsu negatif (setan) senantiasa menggoda hawa/nafs manusia agar supaya hawanya berkiblat kepada unsur bumi.
Menjadi Pribadi yang Menang
Sepanjang hidup manusia selalu berada di dalam arena peperangan “Baratayudha/Brontoyudho” (jihad) antara kekuatan nafsu positif (Pendawa Lima) melawan nafsu negatif (100 pasukan Kurawa). Perang berlangsung di medan perang yang bernama “Padang Kurusetra” (Kalbu). Peperangan yang paling berat dan merupakan sejatinya perang (jihad fi sabilillah) atau perang di jalan kebenaran.
Kemenangan Pendawa Lima diraih tidak mudah. Dan sekalipun kalah pasukan Kurawa 100 selamanya sulit dibrantas tuntas hingga musnah. Maknanya sekalipun hawa nafsu positif telah diraih, artinya hawa nafsu negatif (setan) akan selalu mengincar kapan saja si hawa lengah. Kejawen mengajarkan berbagai macam cara untuk memenangkan peperangan besar tersebut. Di antaranya dengan laku prihatin untuk meraih kemenangan melalui empat tahapan yang harus dilaksanakan secara tuntas. Empat tahapan tersebut dikiaskan ke dalam nada suara salah instrumen Gamelan Jawa yang dinamakan Kempul atau Kenong dan Bonang yang menimbulkan bunyi; Neng, Ning, Nung, Nang.
1. Neng; artinya jumeneng, berdiri, sadar atau bangun untuk melakukan tirakat, semedi, maladihening, atau mesu budi. Konsentrasi untuk membangkitkan kesadaran batin, serta mematikan kesadaran jasad sebagai upaya menangkap dan menyelaraskan diri dalam frekuensi gelombang Tuhan.
2. Ning; artinya dalam jumeneng kita mengheningkan daya cipta (akal-budi) agar menyambung dengan daya rasa- sejati yang menjadi sumber cahaya nan suci. Tersambungnya antara cipta dengan rahsa akan membangun keadaan yang wening. Dalam keadaan “mati raga” kita menciptakan keadaan batin (hawa/jiwa/nafs) yang hening, khusuk, bagai di alam “awang-uwung” namun jiwa tetap terjaga dalam kesadaran batiniah. Sehingga kita dapat menangkap sinyal gaib dari sukma sejati.
3. Nung; artinya kesinungan. Bagi siapapun yang melakukan Neng, lalu berhasil menciptakan Ning, maka akan kesinungan (terpilih dan pinilih) untuk mendapatkan anugrah agung dari Tuhan Yang Mahasuci. Dalam Nung yang sejati, akan datang cahaya Hyang Mahasuci melalui rahsa lalu ditangkap roh atau sukma sejati, diteruskan kepada jiwa, untuk diolah oleh jasad yang suci menjadi manifestasi perilaku utama (lakutama). Perilakunya selalu konstruktif dan hidupnya selalu bermanfaat untuk orang banyak.
4. Nang; artinya menang; orang yang terpilih dan pinilih (kesinungan), akan selalu terjaga amal perbuatan baiknya. sehingga amal perbuatan baik yang tak terhitung lagi akan menjadi benteng untuk diri sendiri. Ini merupakan buah kemenangan dalam laku prihatin. Kemenangan yang berupa anugrah, kenikmatan, dalam segala bentuknya serta meraih kehidupan sejati, kehidupan yang dapat memberi manfaat (rahmat) untuk seluruh makhluk serta alam semesta. Seseorang akan meraih kehidupan sejati, selalu kecukupan, tentram lahir batin, tak bisa dicelakai orang lain, serta selalu menemukan keberuntungan dalam hidup (meraih ngelmu beja).
Neng adalah syariatnya, Ning adalah tarekatnya, Nung adalah hakekatnya, Nang adalah makrifatnya. Ujung dari empat tahap tersebut adalah kodrat

SEJATINYA GURU SEJATI

Guru Sejati, dan Sedulur Papat Lima Pancer
HAKEKAT GURU SEJATI
Kembali pada pembahasan Guru Sejati. Melalui 3 langkahnya (Triwikrama) Dewa Wishnu (Yang Hidup), mengarungi empat macam zaman (kertayuga, tirtayuga, kaliyuga, dwaparayuga), lalu lahirlah manusia dengan konstruksi terdiri dari fisik dan metafisik di dunia (zaman mercapada). Fisik berupa jasad atau raga, sedangkan metafisiknya adalah roh beserta unsur-unsur yang lebih rumit lagi. Ilmu Jawa melihat bahwa roh manusia  memiliki pamomong (pembimbing) yang disebut pancer atau guru sejati. Pamomong atau Guru Sejati berdiri sendiri menjadi pendamping dan pembimbing roh atau sukma. Roh atau sukma di siram “air suci” oleh guru sejati, sehingga sukma menjadi sukma sejati. Di sini tampak Guru sejati memiliki fungsi sebagai resources atau sumber “pelita”  kehidupan. Guru Sejati layak dipercaya sebagai “guru” karena ia bersifat teguh dan  memiliki hakekat “sifat-sifat” Tuhan (frekuensi kebaikan) yang abadi konsisten  tidak berubah-ubah (kang langgeng tan owah gingsir). Guru Sejati adalah proyeksi dari rahsa/rasa/sirr yang merupakan rahsa/sirr yang sumbernya adalah kehendak Tuhan; terminologi Jawa menyebutnya sebagai Rasa Sejati. Dengan kata lain rasa sejati sebagai proyeksi atas “rahsaning” Tuhan (sirrullah). Sehingga tak diragukan lagi bila peranan Guru Sejati akan “mewarnai” energi hidup atau roh menjadi energi suci (roh suci/ruhul kuddus). Roh kudus/roh al quds/sukma sejati, telah mendapat “petunjuk” Tuhan –dalam konteks ini hakikat rasa sejati– maka peranan roh tersebut tidak lain sebagai “utusan Tuhan”. Jiwa, hawa atau nafs yang telah diperkuat dengan sukma sejati atau dalam terminologi Arab disebut ruh al quds. Disebut juga sebagai an-nafs an-natiqah, dalam terminologi Arab juga disebut sebagai an-nafs al-muthmainah, adalah sebagai “penasihat spiritual” bagi jiwa/nafs/hawa. Jiwa perlu di dampingi oleh Guru Sejati karena ia dapat dikalahkan oleh nafsu yang berasal dari jasad/raga/organ tubuh  manusia. Jiwa yang ditundukkan oleh nafsu hanya akan merubah karakternya menjadi jahat.
Menurut  ngelmu Kejawen, ilmu seseorang dikatakan sudah mencapai puncaknya apabila sudah bisa menemui wujud Guru Sejati. Guru Sejati benar-benar bisa mewujud dalam bentuk “halus”,  wujudnya mirip dengan diri kita sendiri. Mungkin sebagian pembaca yang budiman ada yang secara sengaja atau tidak pernah menyaksikan,   berdialog, atau sekedar melihat diri sendiri tampak menjelma menjadi dua, seperti melihat cermin. Itulah Guru Sejati anda. Atau bagi yang dapat meraga sukma, maka akan melihat kembarannya yang mirip sukma atau badan halusnya sendiri. Wujud kembaran (berbeda dengan konsep sedulur kembar) itu lah entitas Guru Sejati. Karena Guru Sejati memiliki sifat hakekat Tuhan, maka segala nasehatnya akan tepat dan benar adanya. Tidak akan menyesatkan. Oleh sebab itu bagi yang dapat bertemu Guru Sejati, saran dan nasehatnya layak diikuti. Bagi yang belum bisa bertemu Guru Sejati, anda jangan pesimis, sebab Guru Sejati akan selalu mengirim pesan-pesan berupa sinyal dan getaran melalui Hati Nurani anda. Maka anda dapat mencermati suara hati nurani anda sendiri untuk memperoleh petunjuk penting bagi permasalahan yang anda hadapi.
Namun permasalahannya, jika kita kurang mengasah ketajaman batin, sulit untuk membedakan apakah yang kita rasakan merupakan kehendak hati nurani (kareping rahsa) ataukah kemauan hati atau hawa nafsu (rahsaning karep). Artinya, Guru Sejati menggerakkan suara hati nurani yang diidentifikasi pula sebagai kareping rahsa atau kehendak rasa (petunjuk Tuhan) sedangkan hawa nafsu tidak lain merupakan rahsaning karep atau rasanya keinginan.
Sarat utama kita bertemu dengan Guru Sejati kita adalah dengan laku prihatin; yakni selalu mengolah rahsa, mesu budi, maladihening, mengolah batin dengan cara membersihkan hati dari hawa nafsu, dan  menjaga kesucian jiwa dan raga. Sebab orang yang dapat bertemu langsung dengan Guru Sejati nya sendiri, hanyalah orang-orang yang terpilih dan pinilih.

SEDULUR; PAPAT KEBLAT, LIMA PANCER
Atau Keblat Papat,Lima Pancer, di lain sisi diartikan juga sebagai kesadaran mikrokosmos. Dalam diri manusia (inner world) sedulur papat sebagai perlambang empat unsur badan manusia yang mengiringi seseorang sejak dilahirkan di muka bumi.  Sebelum bayi lahir akan didahului oleh keluarnya air ketuban atau air kawah. Setelah bayi keluar dari rahim ibu, akan segera disusul oleh plasenta atau ari-ari. Sewaktu bayi lahir juga disertai keluarnya darah dan  daging. Maka sedulur papat terdiri dari unsur kawah sebagai kakak, ari-ari sebagai adik, dan darah-daging sebagai dulur kembarnya. Jika ke-empat unsur disatukan maka jadilah jasad, yang kemudian dihidupkan oleh roh sebagai unsur kelima yakni pancer. Konsepsi tersebut kemudian dihubungkan dengan hakekat doa; dalam pandangan Jawa doa merupakan niat atau kebulatan tekad yang harus melibatkan unsur semua unsur raga dan jiwa secara kompak. Maka untuk mengawali suatu pekerjaan disebut dibutuhkan sikap amateg aji (niat ingsun) atau artikulasi kemantaban niat dalam mengawali segala sesuatu kegiatan/rencana/usaha).  Itulah alasan mengapa dalam tradisi Jawa untuk mengawali suatu pekerjaan berat  maupun ringan diawali dengan mengucap; kakang kawah adi ari-ari, kadhangku kang lahir nunggal sedino lan kadhangku kang lahir nunggal sewengi, sedulurku papat kiblat, kelimo pancer…ewang-ewangono aku..saperlu ono gawe ….

MENGOLAH GURU SEJATI
Guru Sejati yakni rahsa sejati; meretas ke dalam sukma sejati, atau sukma suci, kira-kira sepadan dengan makna roh kudus (ruhul kudus/ruh al quds). Kita mendayagunakan Guru Sejati kita dengan cara mengarahkan kekuatan metafisik sedulur papat (dalam lingkup mikrokosmos)  untuk selalu waspada dan jangan sampai tunduk oleh hawa nafsu. Bersamaan menyatukan kekuatan mikrokosmos dengan kekuatan makrokosmos yakni papat keblat alam semesta yang berupa energi alam dari empat arah mata angin, lantas melebur ke dalam kekuatan pancer yang bersifat transenden (Tuhan Yang Mahakuasa). Setiap orang bisa bertemu Guru Sejatinya, dengan syarat kita dapat menguasai hawa nafsu negatif; nafsu lauwamah (nafsu serakah; makan, minum, kebutuhan ragawi), amarah (nafsu angkara murka), supiyah (mengejar kenikmatan duniawi) dan mengapai nafsu positif dalam sukma sejati (al mutmainah). Sehingga jasad dan nafs/hawa nafsu lah yang harus mengikuti kehendak sukma sejati untuk menyamakan frekuensinya dengan gelombang Yang Maha Suci. Sukma menjadi suci tatkala sukma kita sesuai dengan karakter dan sifat hakekat gelombang Dzat Yang Maha Suci, yang telah meretas ke dalam sifat hakekat Guru Sejati. Yakni sifat-sifat Sang Khaliq yang (minimal) meliputi 20 sifat. Peleburan ini dalam terminologi Jawa disebut manunggaling kawula-Gusti.

Tradisi Jawa mengajarkan tatacara membangun sukma sejati dengan cara ‘manunggaling kawula Gusti’ atau penyatuan/penyamaan sifat hakikat makhluk dengan Sang Pencipta (wahdatul wujud). Sebagaimana makna warangka manjing curiga; manusia masuk kedalam diri “Tuhan”, ibarat Arya Sena masuk kedalam tubuh Dewaruci. Atau sebaliknya, Tuhan menitis ke dalam diri manusia; curigo manjing warongko, laksana Dewa Wishnu menitis ke dalam diri Prabu Kreshna.
Sebagai upaya manunggaling kawula gusti, segenap upaya awal dapat dilakukan seperti melalui ritual mesu budi, maladihening, tarak brata, tapa brata, puja brata, bangun di dalam tidur, sembahyang di dalam bekerja. Tujuannya agar supaya mencapai tataran hakekat yakni dengan meninggalkan nafsul lauwamah, amarah, supiyah, dan menggapai nafsul mutmainah. Kejawen mengajarkan bahwa sepanjang hidup manusia hendaknya laksana berada dalam “bulan suci Ramadhan”. Artinya, semangat dan kegigihan melakukan kebaikan, membelenggu setan (hawa nafsu) hendaknya dilakukan sepanjang hidupnya, jangan hanya sebulan dalam setahun. Selesai puasa lantas lepas kendali lagi. Pencapaian hidup manusia pada tataran tarekat dan hakikat secara intensif akan mendapat hadiah berupa kesucian ilmu makrifat. Suatu saat nanti, jika Tuhan telah menetapkan kehendakNya, manusia dapat ‘menyelam’ ke dalam tataran tertinggi yakni makna kodratullah. Yakni substansi dari manunggaling kawula gusti sebagai ajaran paling mendasar dalam ilmu Kejawen khususnya dalam anasir ajaran Syeh Siti Jenar. Manunggling Kawula Gusti = bersatunya Dzat Pencipta ke dalam diri mahluk. Pancaran Dzat telah bersemayan menerangi ke dalam Guru Sejati, sukma sejati.

TANDA PENCAPAIAN SPIRITUALITAS TINGGI
Keberhasilan mengolah Guru Sejati, tatarannya akan dapat dicapai apabila kita sudah benar-benar ‘lepas’ dari basyor atau raga/tubuh. Yakni jiwa yang telah merdeka dari penjajahan jasad. Bukan berarti kita harus meninggalkan segala kegiatan dan aktivitas kehidupan duniawi, itu salah besar !! Sebaliknya, kehidupan duniawi menjadi modal atau bekal utama meraih kemuliaan baik di dunia maupun kelak setelah ajal tiba. Maka seluruh kegiatan dan aktivitas kehidupan duniawi sudah tidak dicemari oleh hawa nafsu. Kebaikan yang dilakukan tidak didasari “pamrih”; sekalipun dengan mengharap-harap iming-iming pahala-surga, atau takut ancaman dosa-neraka. Melainkan kesadaran makrokosmos dan mikrokosmos akan kodrat manusia sebagai makhluk Tuhan, hendaklah memposisikan diri bukan sebagai seteruNya, tetapi sebagai “sekutuNya”, sepadan dan merasuk ke dalam gelombang Ilahiah. Kesadaran spiritual bahwa kemuliaan hidup kita apabila kita dapat bermanfaat untuk kebaikan bagi sesama tanpa membeda-bedakan masalah sara. Orang yang memiliki kesadaran demikian, hakekat kehendaknya merupakan kehendak Tuhan. Apa yang dikatakan menjadi terwujud, setiap doa akan terkabul. Ucapannya diumpamakan “idu geni” (ludah api) yang diucapkan pasti terwujud. Kalimatnya menjadi “Sabda Pendita Ratu”, selalu menjadi kenyataan.
Selain itu, tataran tinggi pencapaian “ilmu batin/spiritual” dapat ditandai apabila kita dapat menjumpai wujud “diri” kita sendiri, yang tidak lain adalah Guru Sejati kita. Lebih dari itu, kita dapat berdialog dengan Guru Sejati untuk mendengarkan nasehat-nasehatnya, petuah dan petunjuknya. Guru sejati berperan sebagai “mursyid” yang tidak akan pernah  bicara omong kosong dan sesat, sebab Guru Sejati sejatinya adalah pancaran dari gelombang Yang Maha Suci. Di sana lah, kita sudah dekat dengan relung ’sastra jendra hayuning rat’ yakni ilmu linuwih, “ibu” dari dari segala macam ilmu,  karena mata (batin) kita akan melihat apa-apa yang menjadi rahasia alam semesta,  sekalipun tertutup oleh pandangan visual manusia maupun teknologi.
Tanda-tanda pencapaian itu antara lain, kadang seseorang diizinkan Tuhan untuk mengetahui apa yang akan terjadi di masa mendatang, melalui vision, mimpi, maupun getaran hati nurani. Semua itu dapat merupakan petunjuk Tuhan. Maka tidak aneh apabila di masa silam nenek moyang kita, para leluhur bumi nusantara yang memperoleh kawaskitan, kemudian menuangkannya dalam berbagai karya sastra kuno berupa; suluk, serat, dan jangka atau ramalan (prediksi). Jangka atau prediksi diterima oleh budaya Jawa sebagai anugerah besar dari Tuhan, terkadang dianggap sebagai peringatan Tuhan, agar supaya manusia dapat mengkoreksi diri, hati-hati, selalu eling-waspadha dan melakukan langkah antisipasi.

PENTINGKAH GURU SEJATI ?
Peran Guru Sejati sudah jelas saya paparkan di awal pembahasan ini. Namun demikian perlu kami kemukakan betapa pentingnya Guru Sejati dalam kehidupan kita yang penuh ranjau ini. Perahu kehidupan kita berlabuh dalam samudra kehidupan yang penuh dengan marabahaya. Kita harus selalu eling dan waspadha, sebab setiap saat kemungkinan terburuk dapat menimpa siapa saja yang lengah. Guru Sejati akan selalu memberi peringatan kepada kita akan marabahaya yang mengancam diri kita. Guru Sejati akan mengarahkan kita agar terhindar dari malapetaka, dan bagaimana jalan keluar harus ditempuh. Karena Guru Sejati merupakan entitas zat atau energi kebaikan dari pancaran cahaya Illahi, maka Guru Sejati memiliki kewaskitaan luarbiasa. Guru Sejati sangat cermat mengidentifikasi masalah, dan memiliki ketepatan tinggi dalam mengambil keputusan dan jalan keluar. Biasanya Guru Sejati “bekerja” secara preventif antisipatif, membimbing kita agar supaya tidak melangkah menuju kepada hal-hal yang akan berujung pada kesengsaraan, malapetaka, atau musibah.

ANASIR ASING
Konsep tentang guru sejati sebagaimana ajaran Jawa, dapat ditelusuri melalui konsep sedulur papat lima pancer, dalam konsep pewayangan yang makna dan hakikatnya dapat dipelajari sebagaimana tokoh dalam Pendawa Lima (lihat dalam tulisan Pusaka Kalimasadha). Namun demikian, dalam perjalanannya mengalami pasang surut dan proses dialektika dengan anasir asing yakni; Hindu, Budha, Arab. Leluhur bangsa kita memiliki karakter selalu positif thinking, toleransi tinggi, andap asor. Sehingga nenek moyang kita, para leluhur yang masih peduli dengan kearifan lokal, secara arif dan bijaksana mereka tampil sebagai penyelaras sekaligus cagar kebudayaan Jawa. Setelah Islam masuk ke Nusantara, ajaran Kejawen mendapat anasir Arab dan terjadi sinkretisme, sedulur papat keblat kemudian diartikan pula sebagai empat macam nafsu manusia yakni nafsu lauwamah (biologis), amarah (angkara murka), supiyah (kenikmatan/birahi/psikologis), dan mutmainah (kemurnian dan kejujuran). Sedangkan ke lima yakni pancer diwujudkan dalam dimensi nafsu mulhimah (sebagai pengendali utama atau tali suh atas keempat nafsu sebelumnya. Konvergensi antara Kejawen dengan tradisi Arab disusunlah klasifikasi sifat-sifat nafsu jasadiah di atas dengan diaplikasikan ke dalam lambang aslinya yakni tokoh wayang; 1. Lauwamah = Dosomuko, 2. Amarah = Kumbokarno, 3. Supiyah = Sarpo Kenoko, 4. Mutma’inah = Gunawan Wibisono.
Tulisan ini saya persembahkan kepada seluruh pembaca yang budiman sebagai penambah referensi dan informasi untuk generasi bangsa. Karena kita sadari sulitnya mendapatkan referensi sehingga seringkali dalam beberapa pembahasan maknanya menjadi salah kaprah. Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat bagi siapapun, walau sedikit dan masih banyak kekurangan di sana-sini. Rahayu

ILMU-ILMU AMPUH

ILMU-ILMU AMPUH UNTUK HAJAT ANDA
Do’a Sihir Harta
Mantra Gendam Harta
Ajian Kaya Harta
Pengasihan Teja Asmara
Amalan Cinta Berahi

DO’A SIHIR HARTA

Hukum aslinya sihir adalah tapi dalam kondisi tertentu sihir itu hukumnya boleh jadi wajib semisal bagi orang yang bankrup manakala tidak berusaha dengan cepat maka orang tersebut boleh jadi kafir maka hukumnya orang tersebut mempelajari sihir jadi wajib. Adapun yang dimaksud dibawah ini adalah ilmu sihir harta yang berasaskan Islam yang sudah barang tidak bertentangan dengan ajaran agama.

Tatacara :

• Puasa sunnah 7 hari mulai hari jum’at sampai khamis.

• Selama puasa mulai malam jum’at do’a dibaca.

• Sebelum baca do’a baca Al-fatihah 7 kali dihadiahkan kepada :

a. Rosulullah Muhammad SAW.

b. Sulthonul Auliya’ Syech Abdul Qodir Jaelani.

c. Para Guru, Kyai, Ayah – Ibu dan Nenek moyang kita, teman dan musuh-musuh kita.

Setelah menjalani puasa tinggal baca do’a setiap habis solat hajat malam sebanyak 7 kali.

Do’anya :

Bismillahirrohmaanirrohiim

Allahumma sholli wasallim wabaarik ‘alaa sayyidina Muhammad.

Allahumma inni ashbahtu wa-amsaitu.

Wa-anna uhibbul – khoiro wa-akhrohus-syarro-wasubhaanallahi wal hamdu lillahi walaa ilaaha illallah Muhammadurosulullah.

Allahumma sahhirlii rezekii.

Wa-aktsir fii thoriiqihi, Wayassir fi tanawulihi, Wawassi’ f makhrojihii.

Allahumma yassir lii rizqon halaalan thoyyiban yaa ni’mal-mijiibi bisyafa’ati habiibika wakholiilika washofyiiika sayyidina Muhammad sholli wasallim wabarik ‘alaihi wakaromati auliyaaika ajma’iin yaa arhamarrohimiin.

Ertinya : Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah semoga sholawat salam dan berkah tetap kepangkuan Nabi Muhammad SAW. Ya Allah sesungguhnya selalu berharap pagi dan sore dan saya menyukai kebaikan dan membenci kejelekan. Maha Suci Allah dan segala puji bagi Allah. Yaa Allah sihirlah rezeki kepadaku, perbanyaklah jalanya, mudahkan dalam memperolehnya. Luaskan jalan keluarnya. Yaa Allah mudahkan kepadaku rezeki yang halal dan baik. Hai sebaik-baiknya Dzat yang memenuhi permintaan makhluk dengan syafaat-Nya kekasih-Mu orang pilihan-Mu orang bersih-Mu Muhammad SAW dan atas karomahnya semua Wali-Wali-Mu Hai Dzat yang Mengasihi orang-orang yang dikasihi …….

Dianjurkan bagi orang yang sudah memiliki ilmu ini ertinya sudah menjalani tatacara di atas sebaiknya do’a ini dijadikan wirid-an setiap habis solat Fardhu dan diutamakan lagi dibaca pagi waktu akan memulai atau berangkat kerja …Insya Allah mendapat limpahan rezeki yang tak terduga.
___________________________________________

MANTRA GENDAM HARTA

Bagi orang yang ingin kecukupan harta dengan cepat maka sebaiknya menjalani tatacara ini yang merupakan ilmu yang langka dari para leluhur kita yang jadi kekasih Allah SWT dimana semua cita-cita, keinginan dan melimpahnya harta selalu dicukupi oleh Allah SWT.

Tatacara :

• Puasa sunnat hajat 7 hari.

• Puasa mulai Jum’at Legi berkahir khamis Pahing.

• Puasa hari terakhir tidak tidur mulai khamis pagi sampai jum’at pagi.

• Selama puasa setiap hari diusahakan sedekah walaupun sepotong makanan atau segelas air putih.

• Selama puasa setiap matahari terbit dan terbenam selalau baca mantra.

• Usahakan tidak menganggur, sekecil apapun punya pekerjaan/kegiatan/usaha.

Mantra yang dibaca :

Bismillahirrohmaanirrohiim

Allahumma yassir ummurona,

Wawassi’ arzaaqona,

Waqdli chawaaijanaa hammana,

Dak deleng ono,

Dak sediyo teko,

Dak tuju ono,

Saka kersaning Allah,

Laa ilaaha illalllah Muhammadurrusulullah.

Peringatan :

Setiap matahari terbit, matahari terbenam, siang hari (± pukul 12.00) dan tengah malam (± pukul 24.00) mantra dibaca 7 kali. Usahakan jangan sampai menyakiti hati atau badan orang dan menganiaya haiwan.

Setelah menjalani tatacara di atas sebaiknya mantra ini dibaca setiap malam sebelum tidur dan setiap pagi sebelum kita memulai pekerjaan. Kalau sudah ada kemudahan rezeki misal ada pemberian dari orang yang tak disangka-sangka. Kita harus mengeluarkan zakat. Semakin kita banyak sodaqoh maka kita akan banyak berkah dan mudah mendapat rezeki dari semua arah.
___________________________________________

AJIAN KAYA HARTA

Sedikit atau banyak, kecil atau besar – rezeki seseorang memang telah diatur oleh Allah SWT, tapi dalam Al-Qur’an juda disebutkan “Allah tidak akan merubah nasib seseorang kecuali orang tersebut berusaha merubahnya sendiri”. Kaedah ini menunjukkan pentingnya usaha untuk maju – selalu tambah – bahkan denagn tingkatan kemampuan dalam berusahalah nasib seseorang ditentukan termasuk rezeki.

Adapun ajian dibawah ini adalah ijazah yang banyak dijalani oleh nenek moyang kita yang berasal dari jawa yang konon bersumber dari para Wali Jawa yang jadi sesepuh atau penasihat spiritual di Kerajaan Majapahit yang dulu banyak diberikan kepada abdinya yang kesusahan rezeki.

Syarat-syaratnya :

• Mahu menjalani ibadah (solat) dengan baik.

• Benar-benar dalam keadaan kepepet / papa dan memerlukan.

• Puasa sunnah hajat 40 hari.

• Selama puasa makannya hanya sekali, baik buka maupun sahur iaitu pukul 12 malam.

• Selama puasa setiap malam sebelum makan baca do’a / mantra.

• Setelah selesai puasa terus nglowong 3 hari 3 malam.

Mantranya :

Bismillahirrohmaanirrohiim

Ingsun amatek ajiku si wisakrama

Marmati kakang kawah adhi ari-ari

Sadulurku papat kalima pancer

Saduluruku kang kerawatan kang ora kerawatan

Kang metu bareng sedino lan ora metu bareng sedina

Lan sedulurku kabeh bae

Bapanta ana ngarep

Ibunta ana mburi

Mara bukaken geongku

Maju pat kangh ana ing kiblat papat kalima tengah

Ayo podo tumandango bebarengan

Podo gawanen kalumpukno dadi siji.

Saking kersane Allah

Laa ilaaha illallah Muhammadurusulullah.

(Setelah menjalani puasa 40 hari dan nglowong 3 hari 3 malam, do’a / mantra ini supaya dibaca setiap akan tidur dan setiap akan kerja … Insya Allah dalam dekat rezeki mengalir deras menuju anda).
___________________________________________

PENGASIHAN TEJA ASMARA

MANTRA ini bernama Pengasihan TEJA ASMARA. Aji pengasihan ini termasuk salah satu ajian yang ampuh, ajian ini sudah dipakai sejak jaman VOC, dan sering digunakan untuk menundukkan perawan bule oleh bangsa pribumi ditanah Jawa. Siapapun yang terkena ajian ini sukar untuk sembuh. Oleh karenanya ajian ini tidak boleh dipakai main-main.

Lelakunya: Mandi keramas, lalu melakukan pati geni
(puasa dan tidak tidur) sehari semalam saja. Sambil
membaca manteranya:

Bismillahirrohmannirrohim

Nurchaya nure Muhammad

Nurbetullah nure sang Rasulullah

Teja malaka pada kumelan ngampar

Suwaraku teka welas teka asih teka kedep teka lerep

Jabang bayine si……….(binti)………..(sebutkan
nama ibunya)

Asih maring aku

Aja meneh kowe ora asiha maring aku

Wong Sabuwono wae asih karo aku

Banget asih saka kersaning Allah

Laillahaillallah Muhammadarrasullah.

Mantra diatas harus dibaca sebanyak 6258 kali.

Ingat, jangan disalahgunakan karena akan berakibat fatal pada diri anda!
___________________________________________

Amalan Cinta Berahi

Amalkan Kalau Hendak Kemana-mana , Kalau Ada Hajat Boleh Dituju Pada Orang Sebut Namanya , Untuk Umum Sebut Perkataan Umat Muhammad Sahaja

Bismillah Hi Rahmanirahhim
Aku Titek Kanching Pecah, Aku Berjalan Sundal Mengamit, Aku Berjalan Digerakkan Allah, Aku Berjalan Digerakkan Muhammad, Bergerak Pintu Bumi Tujoh Lapis, Lagikan Tergerak (nama) Umat Muhammad, Kaseh Sayang Pada Aku Seorang, Berkat Aku Memakai Hikmat Cinta Berahi, Yang Panjang Dipendekan, Yang Berat Diringankan, Yang Tinggi Direndahkan, Yang Jauh Didekatkan, Berkat Aku Memakai Hikmat Cinta Berahi, Berahilah (nama) Umat Muhammad Kepada Aku, Semua Umat Muhammad Tundok Kaseh Gila Pada Aku Seorang , Gila Siang Gila Malam, Gila Tujuh Sekali Sehari, Chaya Bintang Timor Semakin Tinggi Semakin Chaya, Chaya Naik Ka Mukaku, Chaya Melimpah Katubohku, Chaya Allah Chaya Muhammad, Chaya Baginda Rasullah, Setajab Kata Guru, Makbol Kata Allah, Berkat Doa La E Lah Hail Lallah Muhammadda Rasullah

Asma sunge rajeh

Asma sunge rajeh

ASMA RAJEH DIRAJEH
INNA KAIDII MATIIN BI QUDROTIN

ASMA API RAJEH

BISMILLAHIROHMANIRROHIM
INNA QUWWATIN NAKABAN NATAH WA INNAKA QUWWATAN
INNA QUWWATIN NAKABAN NATAH WA INNKA QUWWATAN AZLAMUSYIN WA NARIN TALHABAT

ASMA BUMI RAJEH
BISMILLAHIROHMANIRROHIM
INNA QUWWATIN BI SAYFIL FUALISYIN NAKABAN WAKITABAN NATAH BI ASYMASYIN TOQOSYIN FAL ARDHI JAL JALAT

ASMA LANGIT RAJEH
BISMILLAHIROHMANIRROHIM
INNA QUWWATIN I’ZZATI AYMAKUSIN SYAHADATAN SYAHADATIN KITABAN NATAH SAHABIN MIN SAMA’IKA

ASMA SUNGE RAJA VERSI LANGIT
INNA QUWWATIH SAHADATAN SAHADATIN KITABAN NATAH. 1000 X selama 7 hari.

ASMA RAJEH SUN/MATAHARI
INNA QWATI KALMASIN AB’I SAMAWAT SYAMSUN.

ASMA RAJEH STAR/BINTANG
INNA QWATIN KAUKABIN TSAWABIT MALIKNI QOLBUN TANAFAROTH.

ASMA RAJEH MOON/BULAN
INNA QWTIN KITABAN NATAH INAKATABA AZIZA QUWATA.

ASMA RAJEH PETIR
BISMILLAHIROHMANIRROHIM. INNA QUWATIN AHIN 2X KARDADIN SAJARUN HASYFAKAL FASHOMU
JAMI’AN DAHISYAN FA’AD KASHSYAT. 1000 X selama 7 hari.

ASR BATU
INNA QUWATIN NATA FATINA FATIHATAN KABANA

ASR KAYU
INNA QUWWATIN HANIAN GHOIRO MANIAN.

ASR EMAS
INNA QUWATIN NAKATAHTA KITABAN NATA YAQSONIAH.

ASR BESI
INNA QUWATIN NAKATAHTA KITABAN NATA FATINA LAJNATU SHOLDUN ASMAN KAFANZA.

ASR TEMBAGA
INNA QUWATIN NAKATAHTA FATINA NAHUSIN UDZIBAT.

ASMA RAJEH KUBRO
“INNA QUWATIH NAKABANATAH KITABANATAH BIKAULIHA WAN FA”NA YA MAULAYA NAKABAN WA KITABANATAH ” . 1000 X selama 7 hari

ASMA SUNGE RAJA VERSI HINDI
INNA QUWWATIH AMALU AMILA YAQLAMU KITABAN NATAH. 1000 X selama 7 hari.

ASMA SUNGE RAJEH VERSI SUNAN KALI JAGA
INNA QUWWATIH IHYA FATAROTH. 1000 X selama 7 hari.

ASMA’ SUNGE RAJEH ver. BLORA
inna quwwatih katabal quwwatah kitabal quwwatih
inna quwwatih nakaban natah kitaban natah
inna quwwatih nakabun natah kitabun natah
innaka sohabatika sohibika .1000 x selama 7 hari

ASMAK SUNGE RAJEH CIREBON TINGKAT I DAN V
1. INNA QUWWATIH NAKAFATINA NAKABA KABANA TABANA 1000 X Selama tiga hari. Setelah tiga hari dan sudah terasa fungsinya, dilanjutkan ke tingkat dua.
2. INNA QUWWATIH NAKABAN NATAH KITABAN NATAH (1000 X Selama tiga hari. Setelah tiga hari dan sudah terasa fungsinya, dilanjutkan ke tingkat tiga).
3. INNA QUWWATIH NAKABUN NATAH KITABUN NATAH (1000 X Selama tiga hari. Setelah tiga hari dan sudah terasa fungsinya, dilanjutkan ke tingkat tiga).
4. INNA QUWWATIH NAKATABANA FATINA NABADAN. (1000 X Selama tiga hari
5. INNA QUWWATIN NAKATA BANATA KINNA NATABA(1000 x diulang 7 malam ditempat dan jam yg sama).

ASMA SYEKH MAGELUNG SAKTI
INNA QUWWATIN FII DIINI WA MAA’ SYIIWA’AA QIBATI AMRIL WA ANTA TAJ’ALUL HUZNA IDZA SYI’TA SAHLAN

ASMA SUNGE RAJEH KUBRO
1.INNAKA QUWATIKA KATABALLAHU QUWATAH KITABALLAHU QUWATIH
2.INNA QUWATIN SYAHADATALLAHI WA SYAHADATURASULLA ADHIMA
3.INNAKA QUWATIH QUWATA ‘ALA QUWATIKA NAKABANATAH WA KITABANATA

ASMA NUR RAJEH LENGKAP (VERSI LAIN)
Bi quwwatillah bin Nurillah 1000x (11 hari)

ASMA SUNGE RAJEH MADURA SELATAN
Madura utara 1 versi.
INNA QUWWATIH NAKABAN NATAH KITABAN NATAH
Madura selatan 4 versi
1.INNAKA QUWWATAH KATABAL QUWWATAH KITABAL QUWWATIH.
2.INNAKA QUWWATAH KATABAN NATAH KITABAN NATAH.
3.INNAKI QUWWATIH KATABUN NATAH KITABUN NATAH.
4.INNAKA SHOHABATIKA SHOHIBIKA.
TAMBAHAN
Arti versi madura 1 s/d 4. “kekuatan didalam kekuatan menimbulkan kekuatan yg sangat dahsyat didalam jasadku ini sehingga terbungkus kekuatan diluar jasadku ini”


ASMA SUNGE RAJA VERSI SOLO
INNA QUWWATIH NAKABUN NATUH KITABUN NATUH. 1000 X selama 7 hari.

ASMA’ SUNGE RAJEH VERSI ACEH
BISMILLAHIR ROHMANIR ROHIM
INNA QUWWATIKA QUWWATIH QUWWATI’BAH QUWWATIMA. 1000X SELAMA 7 HARI.

3 ASR VERSI (ASR YAMAN- ASR BAGHDAD- ASR HINDI)
Versi Yaman:
INNA QUWATIN BARQOMUSYIN ATIYATU AMALUN KITAB ATIYATU BANATA AZIZA QUWATI
Versi Baghdad
INNA QUWATIN AZLAMUSYIN BARQOSYIN SARWATU AMA LUN KITAB SARWATUM KITABANATAH IHYA FATAROH WASIKI WA’ARO KUNFAYAKUN
Versi Hindia
INNA QUWATIN ALAKHIN AMALUN YA AMALUN KITABAN NATA AZIZA QUWATA BI SAIFAL QUWATIHI

ASMA SUNGE RAJE VERSI BAGDAD
INNA QUWWATIH FATAHAL MULKA FATAHAL MULKI.

PENGIJAZAHAN ASR SYEKH ABDUL QODIR JAELANI
INNA QUWATIN FAQOWWINI BIJAHIN WA SULTHONIN WAMULKIN TARODAFAT. 1000 X selama 7 hari.

ASMA RAJEH TUNGGAL
ALAYA HUWA ALLAHU AKBAR JALILLUL, MUJJIBATUHU WA MAHLUQINA BIL AZHHARI WANNIFA’I FI KULLI SIRRI MIN SIRRI DI WABIHAULIKA WA QUWWATIKA BIQUDROTIKAL AKBAR, WALA QUWWATA ILLA LAHAULA BILLAHIL’ALIYYIL ADZIM. 1000 X selama 7

ASMA SUNGE RAJEH (versi lain)
INNA QUWWATIN KATABAN QUWWATA KITABAN QUWWATI BI QALAMULLAH BI QUWWATULLAH 1000x 7 hari.

PENGIJAZAHAN ASMA’ SINGA RAJEH
ALLOHUMMAJ’ALNI ASADAN KHABIRON. 1000 X selama 7

ASMA ASSADUL KUBRO (SINGA RAJEH KUBRO)VERSI SAYIDINA ALI RA
“ALLOHUMAJ’ALNI ASADAN KABIRON WAJ’ALNI SULTONIL ‘ADHIM ‘ALA MAHLUQOTI BAYNASSAMAWATI WAL ARDI WALLAHU AKBARU BI SIRRI,BI DZATI WA BI SYIFATI LAHAULA WALA QUWATA ILA BILLAHIL ‘ALIYIL ‘ADHIM”

ASMAK LAUT RAJEH
LAUTHUN SAMARIK ABNA KITABUN JAUZUL  JAHAR. 1000 X selama 7

PENGIJAZAHAN ASMA LAUT RAJEH (2)
INNA QUWWATIN NAKABAN NATAH TARSYADUSYIN KAHUSYIN HAMUHASYIN TOQOSYIN WAL LAUTHUN SAMARIK ABNA KITABUL JAUDZUL JAHAR. 1000 X selama 7

ASMA SYAHADAT RAJEH
INNA QUWWATIH SYAHADATAN SYAHADATAIN NAKHTUHTUM JAUZUL ZAHAR BI HUSSAJIN HUSSAJANI. 1000x (3 HARI)

ASMA NAKABAN
INNA QUWWATIH NAKABANATAH KITABANATAH BI KHAULIKA WAN FA’NA YA MAULA YA NAKABANATAH

ASMA GAJAH RAJEH
INNA QUWATIN ANUSYIN BARQOSYIN WAH-YUSSYIN KITABAN NATAH KATABN QUWATA KUN BARDAYARU SAMSAIL DAKALU

PENGIJAZAHAN ASMA’ TASE’ MERENG/TASIK MIRING
BISMILLAHIR ROHMANIR ROHIM
LAA FAAHIN JA MUKHMITIN TAHAA FAQOTIN FAQOJIN MUKHMITI YASHIKH MUKHMITIN
BISMILLAHI SYAAHATIL WUJUUH SAYUHZAMUL JAM ’U WA YUWALLUUNAD DUBUROH BALIS SAA_’ATU MAU ‘IDUHUM WAS SAA_’ATU ADHAA WA AMARRU.21X
ALLAHUMMA MIN QODIIRIN ALLAHUMMA MINHUL JANNAH.7X (DOA KUNCI)

ASMA BLEDUG AWU RAJE
TINGKAT 1..YA SUFAY MALIKUN YA SUFAY MAIMUN YA SUFAY SAM’UN..
TINGKAT 2..YA SUFAY KHOUFUN YA SUFAY KHUSYA YA SUFAY QUWWAH..
TINGKAT 3..YA BABUL MALAKUT YA BABUL MALAKUT YA BABUL MALAKUT..

ASMA KARDADIN
BISMILLAHIRROHMANIRROHIM,
INNA ALAAIKA SYAMRIHIM KITABAN MUSA SAJADA’AH BI NABIYULLAH TABAROINNA KARDADIN IHYA SALAMUN ALAIKA
baca  1000 x 7 hari

ASMA QUTHO GOSOD MBAH KUWU SANGKAN CIREBON
BISMILLAHIRROHMANIRROHIM,
SAKETI SARENI SYAITHON KORED. MBAH KUWU SANGKAN, SEJATINING MBAH KUWU CIREBON, YA KULO NYUWUN …… (Katakan keinginan kita)… , YA WADUDU 3 X, YADZAL ARSYIL ADZIIM ‘YA MUBDI ‘UYA MU’ID YAFA ‘ALULLIMA YURID AS’ALUKA BINURI ‘WAJHIKAL LADZI MALA’A ARKANA ‘ARSYIK WA ASALUNA BIQODRO TIKALLATI QODARTA BIHA’ALA KHOLKIKA WABIH ROHMATIKA LATIWASI ‘AT KULLASYAIK LAILAHA ILLA ANTA YAMUGISTHU AGISNI
3 X.

ASMAK SIRRUL QUR’AN:
BISMILLAHIRROHMANIRROHIM,
ANNAL QUWWATA LILLAHI JAMII’A ROBBUNALLOH, HASBUNALLOHA WANI’MAL WAKIIL

ASMAK WALI QUTUB
BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
YA YUHIBBULAAHU JAHRA BIS SUU-I MINAL QAULI ILLA MAN ZHULIM WA KAA-NALLAAHU SAMII’AN ‘ALIIMA
1000 x 7 hari tanpa putus

ASMA RAJEH PAMUNGKAS (*)
LAQOD JA’AKUM RASULUM MIN ANFUSIKUM ‘AZIZUN ‘ALAIHI MA’ANITTUM HARISUN ‘ALAIKUM BIL-MU’MININA RA’UFUR RA-HIM.
FA IN TAWALLAU FAQUL HASBIYALLAHU LA ILAHA ILLA HU(WA), ‘ALAIHI TAWAKKALTU WA HUWA RABBUL-‘ARSYIL ‘AZIM 1111 x selama 11 hari.

ASMA RDR SULAIMAN
BISMILLAH, INNALLAHA QAWIYYUN AZIIZUN ALLAHU LA ILLAHA ILLA HUWA WA ALAAIHI FA YATAWAKKALIL ‘BALLA ‘A SULAIMAN BIN DAWUD ALIISSALAM TABAH HAANA SYARUN WAL ASRI FAQODORII SANA’A BARKHIYYAH.
1000 x selama 7 hari setelah sholat maghrib dan sholat hajat.
Kuncinya Ya Khabiiru, Ya Halimi, Ya Mi’izzu Ya Allahu Ya Razzaq.


ASR JIBRIL (ISMUL A’ZHOM NABI ISA
ALLAHUMMA INNI AS’ALUKA BISMIKAL AHADI A’AZZI WA AD’UUKALLAHUMMA
BISMIKAL AHADISSHOMADI, WAAD’UUKALLAHUMMA BISMIKAL AZHIIMIL WITRI, WA
ADUKALLAHUMMA BISMIKAL KABIIRIL MUTA’ALI, ALLADZI MALA’AL ARKAANA
KULLAHA ’AN TAKSIFA ‘ANNI MAA ‘ASBAHTU WAMAA AMSAITU FIIHI.

ASMA RDR PAMUNGKAS ABDUL MULUK
asma kunci pembukanya SIIN SHOOD DHAAT THOO 7/11x
BISMILLAHIR ROHMANIR ROHIM
INNA QUWWATI SYAHROFAL MALIKINNAS KHOSAHANAH IDZA QUWWATA KATABA ALAIKA MAN FAJARO’AH KASYABANNAH.1000X. 7
.ASHSHOLATU WASSALAMU ‘ALAIKA WA ALAIKA YA SAYYIDII YA ROSULALLAH.AGHITSNII BI ‘IZZATILLAH.
ISTIGHFAR

RDR PAMUNGKAS KIJANG EMAS
INNA ARSALNAAKA SYAAHIDAN WAMUBASY-SYIRON WANADZIIRON.
Kunci YA MATIINU, YAA WALIYYU, YA LIYYU, YAA WAASI’U 7X
Baca 1000 x setiap sholat isya sesuai kemampuan dan bila selesai baca salawat badar 7 x dan tutup baca ayat kursi 3 x.

ASMA’ MALAKATIYAH
ILAAHIIJ’ALI WUDDAN (YAA WADUDU 3X) YAA DZAL ARSYIL MAJIID.YAA MUBDI’U YAA MU’ID. YAA FA’ALU
LIMAA YURIID. AS ‘ALUKA BINUURI WAJHIKAL LADZII MALA’A ARKANA ARSYIK.WA AS’ALUKA BIQUDROTIKAL LADZII QODARTA BIHA ALA KHOLQIKA WABIROHMATIKAL LATTI WASI’AT KULLA SYAI’. LAA ILAHA ILA ANTA YA  MUGHISH.AGHISNI.,..7X/21X/111X
ALLOHUMA ÃŒNNII AS ALUKA ASYHADU ANNAKA ANTALLOHU LAA ILAHA ILLA ANTAL AHADUSHOMADULADZII LAM YALID WALAM YUULAD WALAM YAKULAHUU KUFUWAN AHAN.7/21Y.
LAA QUATA LIKHOLQIN IDZA KUNTU MA’ALLOHI WA KHOMADA KULLU JABBAARIN BISATHWATILLAHI MAA SYAA’ALLOHU LAA QUATA ILLA BILLAHIL KHOIRU KULLUHU
BIYADILLAHI7/21X.

ASMA MALAKUT DAN ASMA MULUK
_KHOFIYUL ASROR, HARUT DANIEL Original MASIH  DENGAN TULISAN SIMBOL:
ARTI ASLI:
SYAMAKH. ADONAI, VASPAR BUNNE MAKHAEL, FALATH EL MONE STEEH  ILLAH
ARTI BERDASARKAN PERUBAHAN KE ARABIC SURYANI:
YA SYAMKHIITSA  YA ROBBI BAYNAJIN JANIITSA KUN FA YAKUN YA MAHKAAYIILA  BIHAQQI FALTOYAKHIN YA KHOLIQO MAN FIS SAMAWATI WAL ARDI KULLUN ILAIHI.
_KHOFIYUL ASROR, HARUT DANIEL DI PASARAN (YANG DIPERJUAL BELIKAN) SUDAH ADA PENAMBAHAN DAN BERBENTUK ARAB TANPA HARKAT.
ARTI BERDASARKAN PERUBAHAN KE ARABIC SURYANI:
YA SYAMKHIITSA  YA ROBBI BAYNAJIN JANIITSA ANA ALLADZI AQULU LI SYAY-IN KUN FA YAKUN YA MAHKAAYIILA  BIHAQQI FALTOYAKHIN YA KHOLIQO MAN FIS SAMAWATI WAL ARDI KULLUN ILAIHI MA’ADUHU.
ASMA MULUK
ARTI ASLI:
DONAEL ATHFAEL NAREL ADONAI MALTHO THORA EL MONE STEEH
ARTI BERDASARKAN PERUBAHAN KE ARABIC SURYANI CAMPUR:
YA DARDAYAIL YA ATHFAYAIL YA NURYAIL BIHAQI SIMUL ADHOM MALITHUN THRORIDUN MA FISAMAWATI WAL ARD.


ASMA’ SURYANI

BISMILLAHIROHMANIRROHIM
WAMANG KANA WA-INAHU
AKAU THOU-THOU KAUSI
WAMA KANA ROSULIHI
AKAUTIN TUSI

Asma karomatul Husna tingkat 1
Wiridkan Ya Allah Ya Qadim 20.000an

Asma Klambi Watu
Asma’nya : Suntuk Kluntung Klambi Watu, niat isun ngaji kapuk hampang silamba-lamba
dibaca 313 ditiupkan diair lalu diminumkan

Asma Al-karim
Allahuma Fil Imanil Karim,Wafi Nus-khotihal Karim 600x

PERHATIAN : UNTUK SEMUA PENGIJASAHAN ASMA RAJEH HUBUNGI KI WONG ALUS