Kamis

Rencana Hari Bersantai untuk Peremajaan Jiwa dan Kreativitas


🌿 Rencana Hari Bersantai untuk Peremajaan Jiwa dan Kreativitas

Menikmati Harmoni Alam, Pantai, dan Karya

Dalam kesibukan sehari-hari, tubuh dan pikiran kita sering kali lupa untuk beristirahat. Hari bersantai bukanlah kemewahan, melainkan kebutuhan. Inilah rencana satu hari penuh untuk menyegarkan kembali diri Anda melalui sentuhan alam, kreativitas, dan ketenangan jiwa.

🌄 Pagi di Tepi Gunung: Awali Hari dengan Alam dan Karya

1. Sarapan di Alam Terbuka
Bangun pagi di tempat yang sejuk dan tenang, seperti tepi gunung atau dataran tinggi. Siapkan sarapan sederhana namun sehat – potongan buah, yogurt, granola, atau roti gandum. Nikmati setiap suapan sambil memandangi lanskap yang menenangkan.

2. Jalan Pagi Menyusuri Alam
Lanjutkan dengan jalan santai menyusuri jalur alami. Hirup udara segar, rasakan embun pagi, dan biarkan detak jantung menyatu dengan irama alam. Ini bukan hanya olahraga ringan, tapi juga bentuk meditasi berjalan.

3. Berkarya di Alam: Sketsa atau Menulis
Bawa perlengkapan sketsa atau jurnal. Duduk di bawah pohon atau bebatuan besar dan amati sekeliling. Garis demi garis di atas kertas akan menangkap suasana hati Anda. Jika menulis lebih Anda sukai, curahkan pikiran dan inspirasi Anda dalam bentuk cerita, puisi, atau renungan singkat.


🏖️ Siang di Pantai: Relaksasi dan Kehangatan Laut

4. Perjalanan ke Pantai dan Makan Siang
Usai mengisi pagi dengan kesegaran gunung, bergeraklah menuju pantai terdekat. Pilih tempat makan yang menghadap langsung ke laut. Hidangan laut segar, salad, atau sandwich sederhana bisa menjadi menu ideal. Air kelapa muda atau jus tropis jadi penutup yang sempurna.

5. Berkarya di Pantai
Bawa kanvas kecil atau cat air, dan biarkan cakrawala laut menjadi inspirasi karya seni Anda. Bila ingin sesuatu yang lebih unik, kumpulkan cangkang atau batu kecil dan buat kerajinan tangan yang merepresentasikan hari Anda.

6. Meditasi dan Relaksasi di Tepi Laut
Duduklah di pasir, tutup mata, dan dengarkan deburan ombak. Tarik napas perlahan, rasakan angin laut menyentuh kulit. Dalam beberapa menit, pikiran Anda akan terbawa pada ketenangan yang dalam. Gunakan waktu ini untuk melepaskan stres, atau sekadar menyatu dengan keheningan alam.


🌅 Sore: Kembali ke Diri dan Sentuhan Lembut Perawatan

7. Pijat atau Perawatan Diri
Saat matahari mulai merendah, kembali ke tempat peristirahatan Anda di gunung. Lakukan perawatan ringan seperti mandi aromaterapi, pijat refleksi, atau lulur alami. Ini adalah hadiah bagi tubuh yang telah menemani Anda sepanjang hari.

8. Berkarya Kreatif
Jika energi masih cukup, lanjutkan proyek kreatif Anda – melukis, membuat lagu, menulis blog, atau mengedit video dari footage yang sempat diambil sepanjang hari. Alam telah memberikan inspirasi, kini saatnya Anda mengekspresikannya.

9. Makan Malam yang Damai
Pilih tempat makan yang hening dengan pemandangan alam terbuka. Makanan hangat, obrolan tenang, dan renungan singkat tentang hari ini akan mengisi hati dengan rasa syukur.


🌌 Malam: Penutupan yang Tenang

10. Menonton Film atau Musik Santai
Buka laptop atau nyalakan pemutar musik. Pilih film bertema inspiratif atau putar musik instrumental, klasik, atau lagu alam. Biarkan suara-suara itu menemani Anda ke kondisi mental yang lebih rileks.

11. Tidur Nyenyak
Matikan cahaya terang, nyalakan aromaterapi atau diffuser, atur suhu kamar agar nyaman. Ucapkan terima kasih pada diri sendiri karena telah meluangkan waktu untuk pulih. Tidurlah dalam damai.


🌱 Penutup: Karena Anda Pantas Menjadi Tenang

Hari bersantai seperti ini adalah bentuk perawatan jiwa yang sering terabaikan. Bukan hanya untuk beristirahat, tapi juga untuk mengingatkan bahwa kehidupan lebih dari sekadar produktivitas – ada keindahan dalam keheningan, ada kekuatan dalam relaksasi.

"Luangkan waktu untuk diam. Di sanalah alam berbicara, dan jiwa Anda akhirnya bisa mendengarkan."





Sindiran Pedas Soenarko untuk Luhut Binsar Pandjaitan: "Rakus dan Penjilat!"

Cilacap, Jawa Tengah – Suasana politik nasional kembali memanas setelah pernyataan keras dilontarkan oleh Mayor Jenderal TNI (Purn) Soenarko, mantan Komandan Jenderal Kopassus, yang secara terbuka menyindir Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan. Sindiran ini muncul sebagai tanggapan atas ucapan Luhut yang menyebut pihak-pihak yang mengusulkan pemakzulan terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai "kampungan".

Pernyataan kontroversial ini diungkapkan Soenarko dalam sebuah wawancara yang ditayangkan di kanal YouTube milik pakar hukum tata negara, Refly Harun. Dalam pernyataannya, Soenarko mengaku mengenal betul sosok Luhut, termasuk sepak terjang dan kiprahnya selama berada dalam lingkaran kekuasaan Presiden Joko Widodo.

Mengungkit Pilpres 2019

Soenarko menyinggung kembali momen Pilpres 2019, saat Joko Widodo kembali maju melawan Prabowo Subianto. Ia mengungkapkan bahwa pada saat itu, Luhut sempat menyindir Prabowo dengan menyebut bahwa “pecatan TNI tidak mungkin jadi presiden.” Ungkapan tersebut dinilai Soenarko sangat tidak etis dan tidak mencerminkan semangat demokrasi.

“Waktu itu Luhut sempat merendahkan Prabowo, bilang pecatan TNI tidak mungkin jadi presiden. Padahal, Prabowo itu mantan Danjen Kopassus juga, punya karier militer yang panjang,” ucap Soenarko dalam video tersebut.

“Menteri Segala Urusan” di Era Jokowi

Lebih jauh, Soenarko tidak segan menyebut Luhut sebagai “menteri segala urusan” selama era kepemimpinan Jokowi. Ia menyindir bahwa Luhut terlalu banyak mencampuri berbagai bidang pemerintahan dan terkesan haus kekuasaan.

“Di zaman Jokowi, Luhut itu seperti menteri segala urusan. Apa-apa Luhut. Padahal banyak yang seharusnya dikerjakan kementerian teknis, tapi malah dia yang turun tangan,” tegas Soenarko.

Tak hanya itu, dalam nada yang lebih tajam, ia juga menuduh Luhut sebagai sosok yang rakus dan penjilat. Sindiran ini tentunya menambah panas suhu politik di tengah berbagai dinamika yang kini sedang bergulir, termasuk polemik soal legitimasi Wakil Presiden Gibran yang dianggap sebagian kalangan bermasalah secara konstitusi.

Respons Publik dan Konteks Politik

Pernyataan Soenarko ini langsung menyita perhatian publik, terutama netizen yang mengikuti perkembangan politik nasional pasca Pemilu 2024. Banyak yang melihat bahwa sindiran tersebut merupakan cerminan dari kekecewaan sejumlah tokoh militer senior terhadap dominasi elite tertentu dalam pemerintahan.

Isu pemakzulan terhadap Wapres Gibran sendiri mencuat setelah muncul gugatan hukum dan wacana politik yang mempertanyakan keabsahan pencalonan Gibran melalui putusan Mahkamah Konstitusi yang dianggap sarat konflik kepentingan.

Dalam konteks itu, pernyataan Luhut yang menyebut pengusul pemakzulan sebagai "kampungan" dinilai tidak bijak dan memicu respons keras dari berbagai tokoh, salah satunya Soenarko.

Penutup

Pernyataan tajam Soenarko terhadap Luhut menambah daftar panjang kritik terhadap elite pemerintahan saat ini. Apakah ini pertanda retaknya soliditas di antara para tokoh senior yang pernah berada dalam lingkar kekuasaan? Ataukah ini bagian dari dinamika politik menjelang pembentukan kabinet baru?

Yang jelas, publik semakin menaruh perhatian terhadap arah politik nasional, terutama ketika tokoh-tokoh berpengaruh mulai angkat bicara tanpa basa-basi.


Catatan Redaksi: Artikel ini disusun berdasarkan informasi yang dikutip dari tayangan YouTube Refly Harun dan berbagai sumber media daring. Segala pernyataan adalah tanggung jawab masing-masing narasumber.


💸 6 Stimulus Ekonomi Pemerintah RI! Liburan Sekolah Tambah Hemat & Untung!



Pemerintah Siapkan Enam Stimulus Ekonomi Jelang Libur Sekolah: Dorong Pertumbuhan di Kuartal II 2025

Jakarta, 27 Mei 2025 – Dalam upaya menjaga daya beli masyarakat dan memperkuat perekonomian nasional, pemerintah Indonesia tengah menyiapkan enam kebijakan stimulus ekonomi yang akan diberlakukan pada kuartal kedua tahun 2025. Langkah ini terungkap dalam rapat koordinasi yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, di Jakarta, Jumat (23/5/2025).

Kebijakan ini dirancang untuk menyambut periode liburan sekolah pada Juni–Juli 2025, yang bertepatan dengan pemberian gaji ke-13, sehingga diharapkan mampu menjadi momentum pendorong konsumsi rumah tangga dan pertumbuhan ekonomi.

"Stimulus ini diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal ke-2. Jadi momentum ini kita manfaatkan untuk membuat beberapa program," ujar Airlangga dalam keterangan pers, Selasa (27/5/2025).

Target pemerintah adalah menjaga pertumbuhan ekonomi nasional tetap stabil di kisaran 5% pada kuartal kedua, mengingat tidak adanya momentum besar seperti Natal dan Tahun Baru pada periode ini. Oleh karena itu, pemberian stimulus dianggap strategis untuk menggerakkan roda ekonomi melalui peningkatan konsumsi masyarakat.

Rincian 6 Stimulus Ekonomi Triwulan II Tahun 2025

Berikut adalah enam stimulus utama yang akan diterapkan oleh pemerintah selama periode Juni hingga Juli 2025:

1. Diskon Transportasi

Pemerintah akan memberikan diskon pada tiga jenis moda transportasi umum selama dua bulan, dimulai awal Juni hingga pertengahan Juli 2025. Diskon ini ditujukan untuk mendukung mobilitas masyarakat selama masa libur sekolah.

2. Diskon Tarif Tol

Diskon tarif tol sebesar 20% akan diberlakukan untuk sekitar 110 juta pengguna jalan tol selama dua bulan. Program ini mengikuti skema diskon yang telah diterapkan saat Natal-Tahun Baru dan Lebaran sebelumnya, serta diharapkan dapat mendorong aktivitas perjalanan darat lintas daerah.

3. Diskon Tarif Listrik

Rumah tangga dengan daya listrik di bawah 1.300 VA akan mendapatkan diskon 50% pada tagihan listrik. Program ini diperkirakan menjangkau sekitar 79,3 juta rumah tangga, dan berlaku mulai 5 Juni hingga 31 Juli 2025. Kebijakan ini dijalankan oleh Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, dan PLN.

4. Penebalan Bansos dan Bantuan Pangan

Untuk mendukung lapisan masyarakat rentan, pemerintah memberikan bantuan ganda berupa:

  • Tambahan Kartu Sembako senilai Rp200.000/bulan untuk 18,3 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) selama dua bulan.

  • Bantuan Pangan berupa 10 kg beras untuk 18,3 juta KPM.

Program ini dilaksanakan oleh Kementerian Sosial bersama Bapanas, Kementerian Pertanian, dan BULOG, dalam koordinasi dengan Kemenko Pangan.

5. Bantuan Subsidi Upah (BSU)

Pemerintah akan menyalurkan BSU sebesar Rp150.000/bulan selama dua bulan kepada:

  • Sekitar 17 juta pekerja dengan penghasilan maksimal Rp3,5 juta per bulan.

  • 3,4 juta guru honorer di seluruh Indonesia.

Meski periode bantuan mencakup dua bulan, pencairan dilakukan secara sekali transfer pada bulan Juni 2025. Pelaksana program ini adalah Kementerian Ketenagakerjaan, Kemenkeu, BPJS Ketenagakerjaan, serta Kemendikbud dan Kemenag untuk guru honorer.

6. Perpanjangan Diskon Iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)

Stimulus terakhir berupa diskon 50% iuran JKK bagi pekerja di sektor padat karya, yang diperpanjang selama 6 bulan dari Agustus 2025 hingga Januari 2026. Program ini dilaksanakan oleh Kementerian Ketenagakerjaan dan BPJS Ketenagakerjaan.


Dampak Positif bagi Ekonomi dan Masyarakat

Keenam stimulus ini menunjukkan upaya serius pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi domestik, terutama dalam menjaga konsumsi rumah tangga yang merupakan kontributor utama terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Dengan adanya insentif berupa diskon, bantuan langsung tunai, dan subsidi, masyarakat akan terbantu dalam menghadapi tekanan ekonomi, terutama di tengah potensi fluktuasi harga dan kebutuhan tambahan saat libur sekolah.

"Kami ingin menjaga momentum ekonomi tetap tumbuh, dan itu bisa dicapai jika daya beli masyarakat tidak terganggu," kata Airlangga.

Stimulus ini juga sekaligus menjadi sinyal positif bagi dunia usaha dan investor, bahwa pemerintah memiliki komitmen kuat untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang tahun 2025.


Penulis: Tim Redaksi
Sumber: Kemenko Perekonomian, Rilis Media Pemerintah
Editor: kivandanu






Prabowo Subianto Tegaskan Indonesia Siap Hormati Tamu, Tapi Siap Bertempur Jika Dijajah

Jakarta, 12 Juni 2025 — Dalam pembukaan Pameran Alutsista Indo Defence 2025 yang digelar di Jiexpo Kemayoran, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan pesan tegas mengenai prinsip dasar kedaulatan dan harga diri bangsa Indonesia. Dalam pidatonya yang penuh semangat, Prabowo menegaskan bahwa bangsa Indonesia sangat menghormati tamu, tetapi jika ada pihak yang berniat menjajah kembali, maka rakyat Indonesia tidak akan tinggal diam.

“Kita sangat hormat pada tamu, saking hormatnya ada tamu yang ratusan tahun nggak mau pergi dari Indonesia, terpaksa kita harus bertempur,” ujar Presiden Prabowo yang disambut tepuk tangan hadirin, seperti dikutip dari Breaking News Kompas TV, Rabu (11/6/2025).

Presiden menegaskan bahwa perang bukanlah pilihan utama bangsa Indonesia, melainkan jalan terakhir jika semua opsi damai telah tertutup.

“Saya tegaskan, bagi kita perang itu adalah yang terakhir. Kita perang hanya kalau terpaksa. Tapi kalau terpaksa, kita punya ajaran nenek moyang kita: lebih baik kita mati daripada dijajah kembali,” imbuhnya dengan nada penuh tekad.

Komitmen pada Perdamaian dan Kedaulatan

Prabowo juga menyampaikan bahwa Indonesia akan menjalin hubungan baik dengan semua negara dan tidak ingin disuruh-suruh oleh siapa pun.

“Kita akan hormat semua negara, kita akan kerja sama dengan mereka, dan kita harus beri contoh pada semuanya,” tegas Presiden.

Pernyataan ini mencerminkan arah kebijakan luar negeri Indonesia di bawah kepemimpinannya yang tetap menjunjung tinggi perdamaian, kerja sama internasional, dan sikap nonblok, namun tetap memegang teguh prinsip kedaulatan nasional.

Mengingat Sejarah, Membangun Masa Depan

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo juga mengangkat kembali luka sejarah penjajahan dan besarnya kekayaan Indonesia yang dirampas selama era kolonialisme Belanda.

“Kalau dikonversi ke nilai uang sekarang, kekayaan kita yang diambil mencapai USD31 triliun. Saat Belanda menjajah Indonesia, GDP per kapita mereka jadi yang nomor satu di dunia,” ungkapnya.

Pernyataan ini menjadi pengingat bahwa kekayaan alam dan sumber daya Indonesia sangat besar, dan harus dikelola dengan bijak agar tidak kembali dikuasai oleh pihak luar. Ia menekankan pentingnya pengelolaan kekayaan nasional untuk kesejahteraan rakyat.

Optimisme Masa Depan Ekonomi Indonesia

Prabowo juga menyampaikan optimisme terhadap masa depan perekonomian nasional. Menurutnya, hampir semua lembaga ekonomi dunia memperkirakan bahwa Indonesia akan menjadi salah satu kekuatan ekonomi global dalam waktu dekat.

“Hampir semua lembaga ekonomi dunia meramalkan dalam waktu yang tidak lama lagi, ekonomi Indonesia bisa menjadi enam besar atau lima besar dunia,” tuturnya.

Pernyataan ini mencerminkan keyakinan pemerintah bahwa Indonesia tengah berada di jalur yang benar dalam membangun kemandirian ekonomi dan kekuatan pertahanan nasional.


Indo Defence 2025: Simbol Kesiapan Teknologi dan Pertahanan Nasional

Pameran Indo Defence 2025 menjadi salah satu ajang penting yang menunjukkan kesiapan Indonesia dalam penguasaan teknologi pertahanan. Acara ini dihadiri oleh puluhan delegasi dari berbagai negara, pelaku industri militer, serta investor global yang tertarik pada inovasi strategis di bidang pertahanan.

Kehadiran Presiden Prabowo sekaligus memberikan sinyal kuat bahwa pembangunan kekuatan pertahanan Indonesia bukan untuk mengancam, melainkan untuk menjaga perdamaian dan kedaulatan.


Kesimpulan

Pidato Presiden Prabowo Subianto pada Indo Defence 2025 menegaskan kembali jati diri bangsa Indonesia sebagai negara yang cinta damai namun pantang dijajah. Dengan mengingat sejarah, menjaga kekayaan nasional, dan membangun kekuatan ekonomi serta pertahanan, Indonesia terus melangkah menuju masa depan yang mandiri, kuat, dan dihormati dunia.

“Lebih baik mati, daripada dijajah kembali.” — Prabowo Subianto



Selasa

Gempa Bumi Magnitudo 5,0 Guncang Pangandaran dan Sekitarnya, Terasa Hingga Cilacap dan Banyumas


Gempa Bumi Magnitudo 5,0 Guncang Pangandaran dan Sekitarnya, Terasa Hingga Cilacap dan Banyumas

Pangandaran, 10 Juni 2025 – Sebuah gempa bumi dengan magnitudo 5,0 mengguncang wilayah selatan Jawa Barat pada Senin malam, 9 Juni 2025 pukul 23:55 WIB. Pusat gempa berada di laut, sekitar 48 km Tenggara Kabupaten Pangandaran, dengan kedalaman 47 km, menurut informasi resmi dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika).

Detail Gempa:

  • Waktu: 09 Juni 2025, pukul 23:55:06 WIB

  • Magnitudo: 5,0

  • Kedalaman: 47 km

  • Koordinat: 8,08 LS – 108,72 BT

  • Lokasi pusat gempa: Laut, 48 km Tenggara Pangandaran

Dampak dan Wilayah Terdampak

Getaran gempa dirasakan di beberapa wilayah di Jawa Barat dan Jawa Tengah, dengan intensitas bervariasi berdasarkan Skala MMI (Modified Mercalli Intensity):

  • MMI III: Pangandaran (getaran dirasakan dalam rumah, seakan ada truk lewat)

  • MMI II–III: Cilacap, Banyumas, Kebumen, Tasikmalaya, dan Garut

Meskipun gempa ini tergolong dangkal dan berlokasi di laut, hingga berita ini dirilis oleh BMKG pada pukul 00:00:06 WIB, tidak ada laporan kerusakan atau korban jiwa, serta tidak berpotensi tsunami.

Respons dan Imbauan BMKG

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Warga juga diminta untuk memastikan bangunan tempat tinggal mereka aman terhadap potensi guncangan gempa dan selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG melalui aplikasi, situs web, atau media sosial resmi.


Tips Menghadapi Gempa Bumi:

  • Jika Anda berada di dalam ruangan, segera lindungi kepala dan tubuh, berlindung di bawah meja atau perabot kokoh, dan jauhi kaca atau benda yang mudah jatuh.

  • Jika Anda berada di luar ruangan, menjauhlah dari bangunan, tiang listrik, atau pohon besar.

  • Setelah gempa, cek kondisi sekitar dan pastikan tidak ada bahaya lanjutan seperti kebocoran gas, kabel listrik putus, atau reruntuhan.

  • Ikuti arahan petugas dan informasi resmi dari instansi terkait.


Penutup

Gempa bumi adalah fenomena alam yang tidak bisa diprediksi, namun kita bisa mengurangi risiko dan dampaknya dengan meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan. Mari tetap waspada dan saling menjaga.

Stay safe, tetap tenang, dan waspada.



Minggu

Panduan Lengkap: Membuat Sistem Arisan Online Anda di Google Sheets

Panduan Lengkap: Membuat Sistem Arisan Online Anda di Google Sheets

Ikuti langkah-langkah di bawah ini untuk membangun sistem arisan interaktif Anda menggunakan Google Sheets, Google Forms, dan Google Apps Script.

Langkah 1: Buat Google Spreadsheet Baru

  1. Buka browser Anda dan kunjungi Google Sheets: sheets.google.com.

  2. Klik tombol besar + Kosong untuk membuat spreadsheet baru.

  3. Ganti nama spreadsheet Anda menjadi "Sistem Arisan Online Interaktif" (atau nama lain yang Anda inginkan) dengan mengklik nama "Spreadsheet tanpa judul" di kiri atas.

Langkah 2: Buat Lembar Kerja (Tabs/Sheets)

Anda akan membutuhkan 4 lembar kerja (tab) utama dalam spreadsheet ini. Ubah nama lembar yang sudah ada atau tambahkan yang baru dengan mengklik tanda + di bagian bawah.

  1. Form Responses 1:

    • Lembar ini akan dibuat otomatis oleh Google Forms. Jangan ubah nama atau struktur kolom di sini.

    • Fungsi: Akan menyimpan semua data pendaftaran peserta dari Google Form.

  2. Daftar Kocokan:

    • Klik + untuk menambah lembar baru dan ubah namanya menjadi Daftar Kocokan.

    • Kolom yang dibutuhkan:

      • A1: Nama Peserta

    • Fungsi: Ini adalah daftar peserta yang memenuhi syarat dan belum memenangkan arisan. Anda akan menyalin nama-nama dari Form Responses 1 ke sini.

  3. Catatan Pembayaran:

    • Klik + untuk menambah lembar baru dan ubah namanya menjadi Catatan Pembayaran.

    • Kolom yang dibutuhkan:

      • A1: Nama Peserta

      • B1: Periode 1

      • C1: Periode 2

      • D1: Periode 3 (Tambahkan kolom Periode X sesuai jumlah putaran arisan Anda, misalnya sampai Periode 10 jika ada 10 peserta).

    • Fungsi: Untuk melacak status pembayaran iuran setiap peserta.

  4. Dashboard & Pemenang:

    • Klik + untuk menambah lembar baru dan ubah namanya menjadi Dashboard & Pemenang.

    • Kolom yang dibutuhkan:

      • A1: Periode

      • B1: Tanggal Kocokan

      • C1: Pemenang

    • Fungsi: Akan mencatat riwayat setiap kocokan dan siapa pemenangnya.

Langkah 3: Buat Formulir Pendaftaran (Google Forms)

  1. Buka tab baru di browser Anda dan kunjungi Google Forms: forms.google.com.

  2. Klik tombol besar + Kosong untuk membuat formulir baru.

  3. Beri judul formulir Anda, misalnya "Formulir Pendaftaran Arisan [Nama Arisan Anda]".

  4. Tambahkan pertanyaan berikut sebagai Jawaban singkat dan pastikan semuanya Wajib diisi:

    • Nama Lengkap

    • Nomor WhatsApp

    • Alamat Email

  5. Setelah selesai, klik tab "Jawaban" di bagian atas formulir.

  6. Klik ikon Google Sheets (biasanya berwarna hijau dan mirip salib).

  7. Pilih opsi "Pilih spreadsheet yang sudah ada".

  8. Cari dan pilih spreadsheet "Sistem Arisan Online Interaktif" yang Anda buat di Langkah 1.

  9. Klik "Pilih". Ini akan secara otomatis membuat lembar Form Responses 1 di spreadsheet Anda dan menghubungkan formulir dengan spreadsheet tersebut.

Langkah 4: Masukkan Kode Google Apps Script

Ini adalah bagian terpenting yang akan membuat sistem arisan Anda otomatis.

  1. Kembali ke Google Spreadsheet Anda (Sistem Arisan Online Interaktif).

  2. Di menu atas, klik Ekstensi > Apps Script. Ini akan membuka editor kode baru di tab browser.

  3. Di editor Apps Script, Anda akan melihat file Code.gs. Hapus semua kode yang sudah ada di dalamnya.

  4. Salin SELURUH kode di bawah ini dan tempelkan ke dalam file Code.gs.

function onOpen() {
  // Fungsi ini otomatis berjalan setiap kali spreadsheet dibuka.
  // Ini membuat menu kustom "⚙️ Admin Arisan" di Google Spreadsheet.
  SpreadsheetApp.getUi()
      .createMenu('⚙️ Admin Arisan') // Nama menu kustom
      .addItem('▶️ LAKUKAN KOCOKAN & KIRIM NOTIFIKASI', 'jalankanKocokan') // Item menu yang akan memanggil fungsi jalankanKocokan
      .addToUi(); // Menambahkan menu ke antarmuka pengguna Spreadsheet
}

function jalankanKocokan() {
  // Fungsi utama untuk menjalankan proses kocokan arisan.
  const ui = SpreadsheetApp.getUi(); // Mendapatkan objek UI untuk interaksi dengan pengguna (misalnya, menampilkan pesan alert)
  
  // Tampilkan konfirmasi kepada pengguna sebelum melakukan kocokan.
  const konfirmasi = ui.alert(
    'Konfirmasi Kocokan', 
    'Anda yakin ingin melakukan kocokan sekarang? Proses ini tidak dapat dibatalkan.', 
    ui.ButtonSet.YES_NO
  );

  // Jika pengguna memilih 'NO', hentikan eksekusi script.
  if (konfirmasi == ui.Button.NO) {
    return;
  }
  
  const ss = SpreadsheetApp.getActiveSpreadsheet(); // Mendapatkan objek Spreadsheet aktif
  const daftarKocokanSheet = ss.getSheetByName("Daftar Kocokan"); // Mengambil lembar "Daftar Kocokan"
  const dataPesertaSheet = ss.getSheetByName("Form Responses 1"); // Mengambil lembar "Form Responses 1" (dari Google Forms)
  const dashboardSheet = ss.getSheetByName("Dashboard & Pemenang"); // Mengambil lembar "Dashboard & Pemenang"

  // Periksa apakah ada peserta yang tersisa untuk diundi di "Daftar Kocokan".
  // Baris pertama (indeks 1) adalah header, jadi data dimulai dari baris ke-2.
  const lastRowKocokan = daftarKocokanSheet.getLastRow();
  if (lastRowKocokan < 2) { 
    ui.alert("Kocokan Selesai!", "Semua anggota sudah memenangkan arisan. Selamat!", ui.ButtonSet.OK);
    return;
  }

  // Ambil daftar nama peserta dari kolom pertama ("Nama Peserta") di "Daftar Kocokan", mulai dari baris ke-2.
  // getRange(row, column, numRows, numColumns)
  const daftarNamaRange = daftarKocokanSheet.getRange(2, 1, lastRowKocokan - 1, 1);
  const daftarNama = daftarNamaRange.getValues(); // Mengambil nilai-nilai dalam bentuk array 2D

  // Pilih pemenang secara acak dari daftar nama.
  const randomIndex = Math.floor(Math.random() * daftarNama.length);
  const namaPemenang = daftarNama[randomIndex][0]; // Ambil nama pemenang (elemen pertama dari array baris yang dipilih)
  
  // Perbarui lembar "Dashboard & Pemenang" dengan pemenang baru.
  const lastRowDashboard = dashboardSheet.getLastRow();
  // Menentukan periode saat ini. Jika dashboard kosong, mulai dari periode 1.
  // Jika tidak, ambil nilai periode terakhir dari kolom A dan tambahkan 1.
  const periode = (lastRowDashboard > 0 ? dashboardSheet.getRange("A" + lastRowDashboard).getValue() : 0) + 1;
  dashboardSheet.appendRow([periode, new Date(), namaPemenang]); // Tambahkan baris baru dengan data periode, tanggal, dan nama pemenang

  // Hapus pemenang dari "Daftar Kocokan" agar tidak diundi lagi di periode berikutnya.
  // Buat daftar nama baru dengan memfilter nama pemenang saat ini.
  const daftarNamaBaru = daftarNama.filter(nama => nama[0] !== namaPemenang);
  
  // Perbarui rentang data di "Daftar Kocokan" dengan daftar nama yang baru.
  if (daftarNamaBaru.length > 0) {
    // Set nilai untuk rentang yang sesuai dengan jumlah peserta yang tersisa.
    daftarKocokanSheet.getRange(2, 1, daftarNamaBaru.length, 1).setValues(daftarNamaBaru);
    // Hapus sisa baris yang mungkin ada di bawah data baru jika jumlah peserta berkurang.
    if (lastRowKocokan - 1 > daftarNamaBaru.length) {
      daftarKocokanSheet.getRange(2 + daftarNamaBaru.length, 1, lastRowKocokan - (1 + daftarNamaBaru.length), 1).clearContent();
    }
  } else {
    // Jika tidak ada peserta lagi setelah penghapusan, kosongkan semua konten di bawah header.
    daftarKocokanSheet.getRange(2, 1, lastRowKocokan - 1, 1).clearContent();
  }

  // Kirim email notifikasi kepada semua peserta.
  const lastRowPeserta = dataPesertaSheet.getLastRow();
  // Asumsi email ada di kolom ketiga (indeks 2) dari lembar 'Form Responses 1'.
  // Ambil semua email, filter yang kosong atau hanya spasi, lalu gabungkan dengan koma untuk penerima email.
  const daftarEmail = dataPesertaSheet.getRange(2, 3, lastRowPeserta - 1, 1).getValues()
                                       .map(row => row[0]) // Ekstrak nilai email dari setiap baris
                                       .filter(email => email && email.trim() !== "") // Filter email yang kosong atau spasi saja
                                       .join(","); // Gabungkan alamat email dengan koma untuk daftar penerima

  const subjekEmail = "🎉 Pengumuman Pemenang Arisan Periode " + periode;
  const isiEmail = `Halo para peserta arisan,

Kami dengan gembira mengumumkan pemenang arisan periode ${periode} adalah:

*${namaPemenang.toUpperCase()}*

Selamat kepada ${namaPemenang}! 🎉

Bagi yang belum beruntung, mari kita tunggu kocokan berikutnya! Tetap semangat dan pastikan iuran Anda selalu lunas.

Terima kasih atas partisipasi Anda.

Salam,
Admin Arisan Online
`;
  
  if (daftarEmail) {
    // Jika ada daftar email yang valid, kirim email.
    MailApp.sendEmail(daftarEmail, subjekEmail, isiEmail);
  }

  // Tampilkan pesan sukses kepada admin.
  ui.alert('Kocokan Berhasil!', 'Pemenang untuk periode ' + periode + ' adalah ' + namaPemenang + '.', ui.ButtonSet.OK);
}

Jumat

AI vs Kecerdasan Manusia: Siapa yang Akan Unggul di Masa Depan?


AI vs Kecerdasan Manusia: Siapa yang Akan Unggul di Masa Depan?

Oleh: [Nama Anda] – Konten Kreator dan Pemerhati Teknologi AI

“Apakah kecerdasan buatan (AI) akan melampaui kecerdasan manusia?”
Pertanyaan ini bukan hanya menjadi bahan diskusi di ruang akademik dan laboratorium teknologi, tapi juga menjadi kekhawatiran dan harapan masyarakat global. Seiring kemajuan luar biasa dalam dunia AI, kini kita berdiri di persimpangan sejarah – di mana mesin tidak hanya menjalankan perintah, tapi juga belajar, berpikir, bahkan menciptakan.

Dalam artikel ini, kita akan menggali lebih dalam: sejauh mana AI telah berkembang, apa saja batasannya saat ini, dan bagaimana skenario masa depan kemungkinan akan terjadi.


1. Tren Terkini: Ketika AI Mencapai Lompatan Besar

Dalam dekade terakhir, perkembangan AI telah melesat jauh lebih cepat dari yang pernah dibayangkan. Beberapa pencapaian penting antara lain:

  • Pengenalan Gambar dan Suara
    AI kini dapat mengenali wajah, objek, hingga emosi melalui kamera dan mikrofon dengan akurasi yang tinggi.

  • Pemrosesan Bahasa Alami (NLP)
    Sistem seperti ChatGPT, Google Bard, dan Claude telah menunjukkan kemampuan memahami, menerjemahkan, dan merespons bahasa manusia secara kontekstual.

  • Permainan Strategi dan Simulasi
    AI telah mengalahkan juara dunia dalam catur, Go, dan permainan kompleks lainnya seperti StarCraft II.

  • Analisis Data Skala Besar
    AI digunakan untuk mengolah jutaan data dalam waktu singkat, membantu dalam riset medis, prediksi cuaca, hingga keamanan siber.

Penerapan AI di Berbagai Industri

  • Kesehatan: diagnosis penyakit lebih cepat, deteksi dini kanker, dan perancangan obat berbasis AI.

  • Keuangan: pengelolaan risiko, analisa investasi, hingga deteksi penipuan.

  • Transportasi: dari sistem navigasi pintar hingga pengembangan mobil tanpa sopir.

  • Pendidikan: platform pembelajaran adaptif yang disesuaikan dengan gaya belajar masing-masing individu.


2. Batasan AI: Mesin Belum Sempurna

Meski terlihat luar biasa, AI masih memiliki kekurangan mendasar yang belum terpecahkan:

  • Ketergantungan pada Data
    AI hanya secerdas data yang diberikan. Jika data bias, maka hasilnya juga bias.

  • Keterbatasan Pemahaman Konteks
    AI masih sering salah mengartikan maksud manusia dalam percakapan yang ambigu atau kompleks.

  • Kreativitas yang Terbatas
    AI bisa menghasilkan karya seni, musik, dan tulisan — tapi masih terbatas pada kombinasi dari yang sudah ada. Belum ada bukti bahwa AI bisa “berimajinasi” seperti manusia.

  • Aspek Etika dan Moralitas
    AI tidak memiliki kesadaran, empati, atau nilai moral. Ini menjadi tantangan besar ketika AI digunakan dalam keputusan hidup-mati, seperti di bidang militer atau medis.


3. Masa Depan AI: Tiga Skenario Besar

🔮 1. AI Melampaui Kecerdasan Manusia (Artificial General Intelligence / AGI)

Dalam skenario ini, AI akan mampu melakukan tugas-tugas intelektual secara lebih baik dari manusia, termasuk dalam berpikir kritis, kreativitas, dan pengambilan keputusan kompleks.

Apakah ini akhir dari dominasi manusia? Atau awal kolaborasi superinteligensi?

🤝 2. AI Sebagai Mitra Produktif Manusia

Ini adalah skenario optimis: AI akan membantu manusia menjadi lebih produktif, kreatif, dan efisien. Manusia tetap menjadi penentu utama, dan AI berperan sebagai alat pendukung yang cerdas.

🛑 3. AI Terhenti di Level Sekarang (Stagnasi Teknologis)

Karena batasan teknologi, regulasi, atau alasan etika, perkembangan AI mungkin melambat atau berhenti di level tertentu — menjadi alat yang canggih namun tidak “melampaui” manusia.


4. Kesimpulan: Kita Sedang Menulis Masa Depan AI

AI adalah pisau bermata dua. Ia bisa menjadi mitra terbaik atau ancaman paling berbahaya, tergantung bagaimana kita mengembangkannya. Yang jelas, AI telah mengubah cara kita hidup, bekerja, dan berpikir.

Kita masih jauh dari menciptakan AI yang setara atau melampaui manusia secara keseluruhan. Tapi dengan kemajuan eksponensial, masa itu bisa saja tiba lebih cepat dari yang kita kira.

Pertanyaannya bukan lagi apakah AI bisa melampaui manusia, tapi kapan dan bagaimana kita menghadapinya.

Sebagai masyarakat, ilmuwan, dan pemimpin, kita harus bersiap. Karena masa depan bukan milik AI atau manusia saja, tapi milik mereka yang siap beradaptasi dan berkolaborasi.


💬 Apa pendapat Anda tentang masa depan AI? Apakah Anda optimis atau khawatir? Silakan bagikan di kolom komentar atau video berikutnya di channel YouTube Kivandanu.



Kamis

TAKBIR IDUL ADHA 2025

TAKBIRIDUL ADHA 2025

Kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir: Pelajaran Tentang Ilmu, Kesabaran, dan Ketundukan

Kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir: Pelajaran Tentang Ilmu, Kesabaran, dan Ketundukan

Dalam sejarah kenabian, terdapat banyak kisah yang penuh hikmah dan pelajaran hidup. Salah satu yang paling menginspirasi adalah kisah pertemuan antara Nabi Musa AS dan Nabi Khidir AS. Kisah ini bukan hanya tentang perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan batin—tentang ilmu, keikhlasan, dan kedalaman hikmah ilahi.

Pertanyaan yang Menjadi Titik Awal

Kisah ini dimulai ketika kaum Bani Israil bertanya kepada Nabi Musa, “Siapakah orang yang paling alim (berilmu) di muka bumi?” Dengan spontan dan bangga, Nabi Musa menjawab bahwa dirinyalah yang paling alim. Namun, Allah SWT menegur Nabi Musa karena tidak menyandarkan ilmunya kepada Allah. Lalu Allah menurunkan wahyu, bahwa ada seorang hamba Allah yang lebih alim dari Nabi Musa, yang berada di tempat pertemuan dua lautan.

Petunjuk Ajaib: Ikan yang Menghilang

Untuk menemukan sang hamba alim itu, Allah memberi Nabi Musa petunjuk: bawalah seekor ikan dan simpan dalam sebuah keranjang. Di tempat di mana ikan itu hilang secara misterius, di sanalah Nabi Musa akan menemukan hamba Allah yang dimaksud—Nabi Khidir.

Dengan penuh semangat, Nabi Musa memulai perjalanan bersama pembantunya, Yusya‘ ibn Nun. Setelah menempuh perjalanan yang panjang dan melelahkan, mereka beristirahat di sebuah batu besar. Tanpa disadari, ikan dalam keranjang itu keluar dan berenang ke laut melalui sebuah celah, sebuah kejadian ajaib yang menjadi isyarat dari Allah.

Ketika mereka menyadari bahwa ikan telah hilang di tempat itu, Nabi Musa segera kembali ke lokasi tersebut. Di sanalah akhirnya beliau bertemu dengan Nabi Khidir.

Perjalanan Bersama Sang Guru Misterius

Pertemuan dua sosok besar ini menjadi awal dari perjalanan spiritual yang sangat mendalam. Nabi Musa memohon agar diizinkan mengikuti Nabi Khidir untuk belajar darinya. Namun, Nabi Khidir mengingatkan bahwa Nabi Musa tidak akan mampu bersabar atas ilmu dan tindakan-tindakan yang akan ia lihat.

Meski demikian, Nabi Musa bersikeras dan berjanji akan bersabar.

Selama perjalanan, Nabi Khidir melakukan tiga tindakan yang sangat sulit dipahami oleh Nabi Musa:

  1. Melubangi Kapal
    Mereka menumpang sebuah kapal milik orang miskin. Tanpa alasan yang jelas, Nabi Khidir merusak sebagian kapal itu. Nabi Musa segera mempertanyakan tindakan tersebut.

  2. Membunuh Seorang Anak Kecil
    Di sebuah desa, Nabi Khidir membunuh seorang anak kecil yang tampak tidak bersalah. Tindakan ini membuat Nabi Musa sangat terguncang dan bertanya lagi.

  3. Mendirikan Tembok di Desa yang Pelit
    Mereka tiba di desa yang penduduknya sangat kikir dan tidak mau menjamu tamu. Namun Nabi Khidir malah memperbaiki sebuah tembok yang hampir roboh di sana tanpa meminta bayaran. Lagi-lagi Nabi Musa tak bisa menahan diri untuk bertanya.

Setelah tiga kali pertanyaan, Nabi Khidir akhirnya mengatakan bahwa inilah perpisahan mereka. Namun sebelum berpisah, ia menjelaskan semua tindakan tersebut:

  • Kapal itu dilubangi agar tidak dirampas oleh raja lalim yang merampas setiap kapal yang utuh.

  • Anak kecil itu dibunuh karena jika dibiarkan tumbuh, ia akan menjadi anak durhaka yang menyusahkan orang tuanya yang beriman.

  • Tembok itu menutupi harta karun milik dua anak yatim. Jika dibiarkan roboh, orang-orang desa akan menemukannya dan mengambil harta itu sebelum anak-anak itu dewasa.

Pelajaran Berharga untuk Umat Manusia

Kisah ini mengajarkan bahwa tidak semua yang tampak buruk adalah keburukan, dan tidak semua yang tampak baik adalah kebaikan. Ada ilmu dan hikmah Allah yang tidak bisa dijangkau oleh akal manusia biasa. Bahkan seorang nabi sekalipun harus belajar untuk bersabar dan merendahkan diri dalam menuntut ilmu.

Beberapa pelajaran penting yang dapat kita ambil:

  • Rendah hati dalam menuntut ilmu
    Jangan merasa paling tahu, karena selalu ada yang lebih berilmu dari kita.

  • Kesabaran dalam memahami takdir
    Terkadang kita tidak paham alasan sebuah kejadian, namun semua terjadi dalam kendali dan kasih sayang Allah.

  • Taat tanpa syarat kepada perintah Allah
    Baik Nabi Musa maupun Nabi Khidir menjalankan perintah Allah dengan penuh keikhlasan dan ketundukan.

  • Jangan menilai dari permukaan
    Setiap kejadian memiliki sisi tersembunyi yang hanya diketahui oleh Allah.

Penutup

Kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir bukan sekadar kisah sejarah, tetapi merupakan pelajaran hidup yang sangat relevan untuk kehidupan kita saat ini. Dalam dunia yang penuh ketidakpastian, kisah ini mengajarkan kita untuk selalu bersabar, tawakal, dan bersikap rendah hati dalam mencari ilmu dan memahami takdir Allah.

Semoga kita semua bisa meneladani sikap sabar dan rendah hati dari kisah ini, serta selalu yakin bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah bagian dari rencana terbaik Allah.