Selasa

Falsafah Ngelmu Urip

Kodrat Tuhan, bahwa bangsa manusia diciptakan Tuhan berikut perangkat ‘build-in spirituil’ atau ‘wiji spirituil
yang ‘jumbuh’ (sesuai) untuk menjalani hidup di habitat tempat  bangsa
manusia tersebut diciptakan. Kenyataan yang ada, sesuai dinamika
semesta, bahwa keadaan alam (termasuk geo spiritual) di bumi ini tidak
sama.  Dengan demikian, ada perbedaan ‘wiji spiritual’ pada
masing-masing bangsa manusia demi bisa ‘jumbuh’ dengan kondisi ’geo
spiritual’ tempat masing-masing bangsa tersebut tercipta.

Interaksi ’wiji spirituil Jawa’ dengan ’situasi, kondisi, dan geo
spiritual’ habitat Jawa menumbuh kembangkan ‘cipta rasa karsa’-nya wong
Jawa.  Dari ’cipta rasa karsa’ ini tumbuh kesadaran adanya ’hubungan’
antar semua yang ada di jagad raya.

Kesadaran-kesadaran tersebut berupa:

  1. Kesadaran adanya Tuhan sebagai penguasa alam semesta.
  2. Kesadaran adanya hubungan kesemestaan (hubungan manusia dengan jagad raya dan seluruh isinya).
  3. Kesadaran keberadaban (hubungan antar sesama manusia).
Kesadaran-kesadaran tersebut merupakan landasan utama ’kawruh kejawen’ atau ’ngelmu urip’-nya wong Jawa.  Maka dengan demikian ’cipta rasa karsa
Jawa yang berdasarkan kesadaran ’ber-Tuhan, kesemestaan, dan
keberadaban’ kemudian melandasi ’Ngelmu Urip’ (falsafah hidup) Jawa yang
selanjutnya melahirkan budaya dan peradaban Jawa yang mencakup: sistim
religi & spiritualisme, falsafah hidup, tradisi & laku budaya,
sistim organisasi kemasyarakatan dan pemerintahan, sistim ilmu
pengetahuan dan tehnologi/peralatan, bahasa (termasuk aksara), seni
budaya yang terdiri dari: kesenian, kriya, dan sastra.

Merupakan kodrat Tuhan pula bahwa kondisi alam semesta Jawa berada di
khatulistiwa (tropis), bagian gugus kepulauan (bahari), dan banyak
gunung berapinya (vulkanis).  Maka bumi Jawa termasuk yang subur makmur,
bercurah hujan tinggi, sepanjang tahun mendapatkan sinar matahari.
 Namun demikian, di bumi Jawa pula banyak terjadi ’bencana alam’ berupa
gempa bumi, badai, gelombang laut yang tinggi dan tsunami, letusan
gunung berapi, dan banjir karena curah hujan tinggi.  Dengan demikian
kondisi alam semesta Jawa bisa dikatakan ’jangkep’ (komplit).  Pada situasi semesta yangjangkep, maka hypotesanya ’wiji spiritual’ yang dianugerahkan Tuhan kepada insan Jawa juga ’jangkep’ supaya jumbuh dengan kondisi alam tempatnya diciptakan.

Hasil interaksi ’wiji spiritual Jawa’ dengan ’geo spiritual
melahirkan pandangan Jawa yang dikenal dengan ’Falsafah Panunggalan’:
 semua yang ada dan tergelar di jagad semesta ini merupakan ’kesatuan
tunggal semesta’ yang dalam istilah Jawa disebut ’Panunggalan’.
 Maksudnya, ada ’hubungan kosmis magis’ antar semua yang ada di jagad
raya ini.  Hubungan panunggalan dimaksud terbangun dalam struktur
’pancer-mancapat’ atau ’inti-plasma’ yang terjalin satu dengan yang lain
bertingkat-tingkat dari yang paling kecil (atom dan sel hidup) sampai
ke seluruh alam semesta.  Pada konteks ’panunggalan alam semesta’,
pancernya disebut ’Hyang Wisesa’ (sebutan lain: Suksma Kawekas, Guruning
Ngadadi, Kang Maha Kuwasa) dan semua ciptaan posisinya sebagai
’mancapat’.

Berdasarkan konsep panunggalan semesta ini maka bisa dimengerti bahwa
konsep ajaran Jawa tentang kewajiban manusia adalah menjaga  atau
’menyangga’ harmoni (keseimbangan, keselarasan) hubungan semua unsur
semesta yang dikodratkan ’hayu’ (selamat, indah, sejahtera).  Dari konsep inilah terlahir istilah yang menjadi kewajiban semua titah dumadi untuk melakukan: ’Memayu Hayuning Bawana’.  Manusia sebagai salah satu ’titah dumadi’ yang diberi kelebihan berupa ’cipta-rasa-karsa’ dan ’daya spirituil’ termasuk yang memiliki ’kewajiban lebih’ dalam ’Memayu Hayuning Bawana’ tersebut.

Dalam ’kehayuan semesta’ disadari dan dimengerti oleh manusia Jawa ada ’dinamika pergerakan’ yang terus menerus tiada henti sebagai salah satu tanda ’urip
(hidup).  Demikianlah, maka pada dasarnya pergerakan alam semesta
memang ada dan dinamis sejak awal terciptanya.  Bahwa dampak dinamika
pergerakan tersebut ada yang berupa ’bencana’ bagi kehidupan manusia
juga sudah dipahami oleh insan Jawa.  Misalnya: pergerakan lempeng kulit
bumi yang menimbulkan gempa, pergerakan angin oleh perbedaan suhu yang
menimbulkan badai dan topan, pergerakan konsentrasi awan yang
menimbulkan hujan dan banjir, pergerakan dinamis bulan yang menyebabkan
pasang surut air laut, pergerakan atas dampak gerhana bulan dan
matahari, dll.

Terhadap timbulnya berbagai bencana oleh akibat dinamika semesta menumbuhkan bermacam-macam ’laku budaya
untuk menyikapi.  Dalam hal ini, sikap Jawa ternyata tidak sekedar
’menyerah pasrah’ kemudian memohon ’perlindungan’ Yang Maha Kuasa
semata.  Tetapi juga melakukan upaya-upaya mengenali bencana-bencana
dimaksud termasuk siklus terjadinya dan upaya untuk mengantisipasi
dampak kerusakan kepada hidup manusia itu sendiri. Maka kemudian dalam
khasanah Jawa lahir ’petung’ untuk mengenali siklus terjadinya bencana tersebut.  Sedemikian rupa njelimet dan detil sehingga kemudian lahir berbagai ’ilmu petung’ sebagai tengara kemungkinan terjadinya bencana.  Di antaranya berupa pengenalan watak baik buruknya: hari(wetonan), wuku(pekan, minggu), mangsa(bulan dalam hitungan pranata mangsa), tahun, windumangsakala (siklus 33 tahun), sampai kepada siklus jaman yang disebut ’kali’ yang berlangsung setiap 700 tahun.

Di samping mengenali berbagai seluk beluk tentang bencana juga
melakukan upaya-upaya penangkalannya yang berupa ritual budaya.  Di
antaranya melakukan ritual sesaji, ritual mantra swara(kidungan), ritual bedayan (tari dan swara gamelan), ruwatanmerti desa, dll. Landasan pokok penyelenggaraan ritual-ritual tersebut berupa konsep ’menjaga panunggalan semesta’.
Penjelasan lebih mendalam tentang hal ini kiranya perlu diadakan
sarasehan khusus mengenai ritual-ritual laku budaya Jawa. Yang penting,
dalam wacana pemikiran ini, bahwa ritual-ritual laku budaya Jawa
merupakan upaya manusia Jawa dalam menjalin hubungan baik dengan alam
semesta dan seluruh isinya.  Jalinan hubungan yang baik dipahami akan
mampu memberi ’keselamatan’ terhadap kehidupan manusia.

Falsafah hidup Jawa yang lahir dari tumbuh kembangnya ’cipta rasa karsa’ hasil interaksi ’wiji spiritual’ dengan ’geo spiritual’ lebih mengutamakan ajaran pemahaman tentang ’sejatining urip
(hakekat hidup).  Pijakan ajaran tersebut bertumpu dari 3 landasan :
kesadaran ber-Tuhan, kesadaran semesta (kosmis), dan kesadaran
keberadaban.  Dengan demikian, insan Jawa kemudian cenderung lebih
’spiritualis’ karena masalah ’hakekat hidup’ berada di ranah spiritual.
Kecenderungan ’spiritualis’ ini bisa dikatakan sebagai ’naluri alamiah
yang adikodrati’.  Maka kemudian menjadi dasar dalam berinteraksi dengan
budaya dan peradaban lain.  Inilah sebabnya ’kejawen’ sering dijustifikasi sebagai ’ketahayulan’ dan ’anti modernisasi’.

Dalam interaksi antar budaya dan peradaban manusia sudah barang tentu terjadi ’hybrid interconnectedness
nilai-nilai.  Namun demikian, nilai-nilai budaya dan peradaban Jawa
yang bertolak dari interaksi wiji spiritualnya dengan geo spiritual yang
bersifat ’adikodrati’ tidak mudah hilang.  Justru kemudian ’mewarnai’
hasil asimilasi dan ’hybrid interconnectedbess’ yang terjadi.  Para pakar budaya kemudian menilainya sebagai ’sinkretisme’.

Pada wacana pemikiran awal tentang Rasionalisasi Kejawen ini saya
sampaikan dasar-dasar yang melandasi budaya dan peradaban Jawa sebagai
berikut:

  1. Landasan peri kehidupan berdasar ’Falsafah Panunggalan’, suatu pandangan hakiki bersatunya manusia dengan alam semesta yang dalam istilah Jawa dinyatakan sebagai ’jumbuhing jagad cilik lan jagad gedhe’.
  2. Landasan peri kehidupan ’Agraris Paradesa’, suatu kehidupan sosial yang berdasarkan kerukunan dan keselarasan.  Mulai komunitas kecil (desa) sampai kepada bentuk negara.
  3. Landasan peri kehidupan ’Spirituil Magis’, merupakan
    karakter umum insan Jawa yang spiritualis dan mempercayai adanya
    kekuatan-kekuatan magis dari alam semesta dan seluruh isinya.
  4. Landasan peri kehidupan ’Kalangwan’ (Mempersembahkan Keindahan), merupakan implementasi melaksanakan misi ’Memayu Hayuning Bawana’.
  5. Landasan peri kehidupan ’Kejawen’, merupakan piwulang Jawa dalam menyikapi berbagai perbedaan-perbedaan keyakinan dan kepercayaan umat manusia.
Belum lama ini terbit buku ‘Atlantis- The Lost Continent Finally
Found’ karya Prof. Aryo Santos (Geolog & Fisikawan Nuklir Brazil)
yang berisi laporan penelitian ilmiah tentang penemuan lokasi ‘Benua
Atlantis yang hilang’ yang di tulis filsuf Yunani, Plato (abad ke 3
S.M). Lokasi Atlantis adalah ‘Paparan Sunda’ yang tenggelam pada akhir
jaman es Pleistosen, sekitar 11.600 tahun yang lalu. Pulau Jawa
merupakan bagian gugus kepulauan Indonesia, dengan demikian merupakan
bagian dataran tinggi pada masa jaman es pleistosen sebagaimana
dinyatakan Prof. Aryo Santos. Artinya, bahwa pulau Jawa merupakan sisa
peradaban Atlantis yang dinyatakan sebagai ‘tempat lahirnya peradaban
dunia’.

Kalau berdasarkan tradisi bangsa-bangsa kuno, Atlantis disebut
sebagai ‘surga bumi’, maka Jawa merupakan dataran tinggi surga bumi yang
tidak pernah tenggelam oleh banjir semesta. Maknanya, peradaban Jawa
setelah berakhirnya jaman es pleistosen merupakan ‘kelanjutan’ (meski
tidak utuh) dari peradaban Atlantis tersebut. Namun, benarkah demikian?…

Kajian tentang peradaban Jawa dalam buku ini bukan di maksutkan untuk
‘pembenaran’ atau ‘sanggahan’ terhadap pendapat Prof. Aryo santos,
namun lebih tertuju untuk kepentingan menggali nilai-nilai ‘kaweruh
kejawen’ sebagai ‘ngelmu urip’ nya wong Jawa…



Buku Ngelmu Urip – Bawarasa Kawruh Kejawen terbit Juli 2010, penulis Ki Sondong Mandali, Ketua Umum Yayasan Sekar Jagad.

ISBN: 978-602-98012-0-0

Ukuran: 14 x 21 cm

Tebal isi: 278 halaman

Harga Rp. 30.000,-/eksemplar

Ditambah biaya ongkos kirim, harga buku di dalam Pulau Jawa Rp. 40.000,- di luar Pulau Jawa Rp. 50.000,-

……………………………………………………………………………………………………………………………..

Ki Sondong Mandali adalah nama lain dari Totok Djoko Winarto
Kelahiran Klaten, Jum’at Wage, tanggal 11 Mei 1951.
Pendidikan SD dan SMP di Klaten, SMA kelas I & II
di SMA Negeri II Medan, Sumatra Utara, kelas III  di SMA Negeri I
Klaten. Tamat Jurusan Ilmu Pengetahuan Alam tahun 1969.
Alamat : Jl. Keruing II No. 111, Banyumanik – Semarang 50263
              Telp. (024) 7477292; HP: 08157611019; 081390478229
               e-mail : kisondongmandali@yahoo.com
Bagi yang berminat silahkan menghubungi langsung
kepada penulisnya Ki Sondong Mandali, Pemesanan lewat SMS atau email
dengan menyebutkan:
* nama lengkap pemesan

* alamat pemesan lengkap dengan kode pos wilayah

* jumlah pesanan

Menurut informasi dari Ki Sondong Mandali, jika ada yang berminat
akan membeli, silakan pesan dulu nanti kalau BARANG SUDAH DITERIMA baru
membayar, yang penting menerima buku dulu soal bayarnya bisa menyusul.
Dana yang terkumpul dari hasil penjualan buku akan digunakan untuk
pembangunan Pusat Studi Jawa, sebuah kerja nyata dalam revolusi
kebudayaan Nusantara :

1. Menghidupkan kembali budaya daerah sebagai dasar pengembangan budaya Nusantara.

2. Menjadikan budaya daerah sebagai dasar pijakan ide-ide kreatif pembangunan.

3. Mengembangkan kearifan budaya daerah sebagai nilai-nilai Pembangunan Nasional.


Maturnuwun, monggo sami-sami dipun sengkuyung :)…

link:   http://sabdadewi.wordpress.com/2013/05/08/falsafah-ngelmu-urip/

ILMU TERAWANGAN

WIRIDKAN SEBANYAK BANYAKNYA DISETIAP SAAT:

YA ALLAH YA LATHIF YA KHOBIR

Kalau bisa usahakan, sehari sampai 4000 x selama satu bulan. Bulan berikutnya semampu anda .Insya allah akan ada manfaat yang tidak kecil untuk membuat segala yang tersembunyi menjadi terbuka rahasianya.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan: “Allah itu Lathif, maksudnya mengetahui segala sesuatu secara detail. Dan Khobir, maksudnya mengetahui segala yang tersembunyi (samar). Hal ini menunjukkan luasnya ilmu Allah terhadap segala sesuatu.”
Terawangan bagi ahli ilmu hikmah sangat penting dan fundamental. Sebab sebelum kita menunaikan berbagai macam hajat misalnya mengobati orang, menarik pusaka, mengenali medan perang goib, mengambil pulung dll kita perlu alat teropong yang canggih. Alat Teropong itu adalah ILMU TERAWANGAN.
Terawangan itu tidak hanya membuka indera keenam (cakra ajna) yang berhubungan untuk merasakan hal-hal gaib yang ada di sekitar kita, akan tetapi juga menjangkau apa yang akan dan belum terjadi (prediksi).
Terkait dengan tajamnya indera keenam ini, ada banyak cara dan metode berdasarkan adat istiadat dan budaya. Para pengawal kepercayaan Dalai Lama, pemimpin spiritual Tibet, dilatih terawangan dengan cara unik: dahi mereka dibor!.
Kita tidak perlu mengebor dahi untuk memiliki ilmu terawangan. Cara kita sebagaimana yang diajarkan secara Islami adalah menggunakan teknik wirid yang didawamkan berulang-ulang sekaligus dilatih berulang-ulang. SELAMAT MENCOBA. Salam asah asih dan asuh.

Ilmu melihat alam gaib dan menembus alam astral tanpa batas

ini adalah cara untuk ilmu penglihatan tanpa batas dan menembus alam astral


Disini anda tidak perlu membeli ilmu ini .,,
silakan anda mengamalkan ilmu ini kapan saja .. insya allah atas izin allah rasa penasaran anda terhadap alam gaib akan segera terbuka ., mohon diamalkan dengan serius .


Adapun ilmu tsb tepatnya hanya satu amalan saja….tapi fungsinya memang bisa juga buat perjalan astral……

Semoga dalam paparan saya bagi semua sedulur yg mengamalkan bisa berhasil bagi semua yg menjalankan…….
Jujur saya…..ilmu yg saya posting ini bukanlah Ilmu Terawangan dan juga Bukanlah Ilmu meraga Sukma…..tapi memang manfaatnya ya bisa sama halnya dg Ilmu Terawangan dan Raga Sukma…….
kenapa saya katakan beda? Memang jk Terawangan itu memakai Khodam….begitu juga dg Ilmu Raga Sukma itu juga memakai Khodam…..meski tidak semuanya begitu sih…? Tapi kebanyakan Ilmu Terawangan dan Ilmu Raga Sukma itu ada beda Jurusan….biasanya berada di wilayah yg berbeda……

Tapi……..? Ilmu yg saya ijasahkan di sini adalah Ilmu yg berbeda jurusan dg Ilmu terawangan dan Raga Sukma…..tp memiliki fungsi SAMA dengan kedua ilmu tsb .
Dan Ilmu ini Tanpa Khodam krn yg dimanfaatkan adalah kekauatan dari dalam diri kita…..
Dg cara membangkitkan Cakra mahkota dg hasil yg Maksimal……..Krn dg Cakra Mahkota tsb….jk sudah berada dlm titk yg maksimal….mk akan bisa dimanfaatkan buat Scann…..Terawangan…..buat Deteksi…..atau apalah…..juga bisa juga buat meraga sukma ……..

Baiklah….
saya akan menjelaskan semua prosesnya…..meski tanpa puasa dan tirakat…..saya yakin semua sedulur bisa menjalankanya……dg latihan yg inten…..mk akan bisa didapatkan ilmu tsb dg cepat…..krn ilmu yg saya paparkan disini adalah metode tercepat dalam hal Terawangan dan Raga Sukma…….
Bagi semua sedulur yg pernah mendalami dan menjalankan ilmu Terawangan dan Raga Sukma…tp tdk mendapatkan hasil yg maksimal maka bisa mencoba menjalankan metode tsb…….

Sekarang ….saatnya pembelajaran……..
Seperti yg telah di ketahui…..memang ilmu ini tanpa puasa dan tanpa ritual……..
Tapi tetap menggunakan yg namanya Semadi……….
Caranya adalah sbb……
Anda Tenangkan dulu pikiran anda sebelum memulai semadi…..mungkin bs selonjoran dulu kakinya….setelah itu tarif napas dalam dalam…..lepaskan…..lakukan seterusnya sampai pikiran dan perasaan benar benar merasa Tenang………krn yg namaya Ketenangan Pikiran benar benar di perlukan dalam ilmu ini……

Setelah Tenang lalu ambil sikap semadi…….Pejamkan mata……
Lalu fokus pandangan mata pada Cakra Ajna….atau pada Tengah Tengah di kedua mata kita atau di pangkal hidung……..pokoknya fokus pada situ….pada Cakra Ajna…….
Setelah sudah fokus……bacalah mantra doa nya…..SEBANYAK BANYAKNYA DAN SEIKHLASNYA……..jangan di hitung…..dibaca dg lembut didalam hati…….
Adapun Doa Mantra yg di baca adalah
LADZINU FATAHILLAH NU ATI WA MUN
dibaca sebanyak banyaknya…..seikhlasnya dan jangan di hitung….krn kita tdk boleh fokus pada hitungan….tp Fokus pada Pandangan mata di Cakra Ajna dan Fokus pada Doa Mantra yg di baca DALAM HATI……
Terlihat simple dan mudah bukan? tp perlu yg namanya konsentrasi tingkat tinggi…………
Setelah dilakukan semua itu…apa yg mesti dilakukan?

ANDA TETAP FOKUS…….DAN LIHATLAH APA YG ANDA LIHAT…….
Jika terlihat sinar sinar tertentu……….teruskan saja……krn bukan itu yg dicari.
Jika terlihat lafal lafal tertentu………teruskan saja………krn juga bukan itu yg diari.
Jika anda di perlihatkan alam tertentu…..itu juga bukan tujuan….teruskan saja…….
Jika anda serasa melihat ka’bah….teruskan saja…..

tapi kalo sudah melihat bayangan tubuh anda saat semadi……NAH SAAT ITU ANGKAT KE ATAS……HINGGA TERLIHAT SEOLAH OLAH KITA ADA DI ATAS TUBUH KITA…..
JADI YG KITA LIHAT ADALAH BAGIAN KEPALA KE BAWAH……
Saat itulah cakra mahkota kita sudah terangkat……………ketika sudah dalam posisi demikian sudahi semadi Anda…….
Kunci di sini adalah NIAT…………..
Ketika Sudah Selesai…..sekarang saatnya Tes……Coba Niat melihat apa atau terserah……lalu uji kebeneranya…….

Nah setelah kemampuan melihat tanpa batas sudah terasah…….
Sekarang coba…..
Ambil sikap semadi…………Niatkan utk melpaskan Sukma Kita…………dg bacaan tsb…….

Adapun manfaat dari semua amalan amalan tsb ada banyak sekali….terutama yg berhubungan dg kemampuan batin.
1.Utk melihat tanpa Batas.
2.Utk meraga sukma.
3.Kepekaan batin makin bertambah.
4.Mempertajam intuisi.
5.Mudah dapat Sasmita.
6. dan lain lain yg berhubungan dg indera ke-enam

NB : dalam membaca doa mantra tsb alangkah lebih cepat jk saat baca dlm hati……di sertai DENGAN TAHAN NAPAS……..kalo tdk kuat lepaskan…..tenangkan…..dan ulangi…….
tp jk anda merasa tdk nyaman dg tahan napas ya tdk apa apa……..tp lebiih cepat jk disertai dg TAHAN NAPAS…….
UTK WAKTU PELAKSANAAN……bebas……..Tempatnya juga Bebas…….yg penting bs tenang.

Bagi anda yg mempelajari……yang terpenting di sini adalah Sabar dan Ikhlas……
Semoga berhasil dalam pengamalan bagi amalan ilmu ini….besar harapan saya semoga bs Tercapai apa yg di Diinginkan…..
Ingat……Kuncinya adalah Niat….Entah itu Terawangan Atau Raga Sukma…atau kembali lagi ke raga saat Raga Sukma…

Mantra Saresmi Hasilkan Manusia Utama

Di dalam babagan ilmu gaib, setiap napas kehidupan orang Jawa tak lepas dari japa mantra. Mulai hubungan saresmi, kehamilan, kelahiran, hingga kematian, semua ada matranya.

Dalam kajian bab gaib ini mengulas mantra saat melakukan saresmi (hubungan suami-istri). Mendahului dengan berdoa atau membaca mantra setiap melakukan hubungan intim, merupakan pelajaran luhur manusia utama. Kiranya pelajaran ini bukan hal baru, namun perlu diketahui oleh generasi masa kini bahwa saresmi bukan memburu kenikmatan ragawi semata, tetapi sebuah ritual proses terjadinya manusia baru. Yaitu agar anak yang dihasilkan menjadi manusia utama.

Karena itu, sebelum melakukan hubungan intim, suami dan istri dianjurkan untuk mandi membersihkan tubuh terlebih dahulu. Setelah mandi tak lupa berwudu. Kemudian memakai pakaian yang bersih, memakai wewangian, kemudian melakukan salat sunah 2 rakaat. Selanjutnya keduanya mengheningkan cipta, berdoa kepada Allah memohon diberi kenikmatan dan benih yang diturunkan menjadi anak saleh yang berbakti kepada Tuhan dan kedua orang tuanya.

Pentingnya mandi dan memakai wewangian, menjadikan hasrat dan syahwat menjadi kuat. Berbeda dengan tubuh yang penuh peluh dan berbau, tentunya sangat mengganggu dan menghilangkan gairah. Negatifnya, setan ikut nimbrung sehingga memengaruhi karakter dan tabiat anak yang dihasilkan.

Untuk memulai ritual, yang lelaki mengucapkan uluk salam: Assalamu ‘alaika ya babur rahmah. Salam tersebut menandakan bahwa si lelaki sudah ingin melakukan perang tanding. Maka, si istri menjawab salamnya: “Alaika wa ‘ala ya salamu’. Kemudian dianjurkan untuk bercumbu, dan terus-menerus membaca salawat dan syahadat.

Nderes Ngelmu Kebatinan

ilus_ilmuhikmah copyTataran ilmu paling tinggi dalam ngilmu kejawen adalah kasampurnan. Disebut juga kebatinan, pengertian universalnya dinamakan spiritualitas. Yang mampu menggayuhnya hanya orang dewasa.
Ngelmu Kasampurnan disebut juga Ngelmu Sejati atau Kasunyatan. Nyata, cetho welo-welo. Yang samar menjadi jelas, yang gaib menjadi nyata, yang tidak masuk akal dapat dibuktikan, yang berada dalam angan-angan dapat diwujudkan. Itulah sifat ilmu!
Ngilmu kebatinan adalah ilmu tua. Maka, yang mampu memelajarinya hanyalah orang-orang dewasa yang telah matang jalan pikirannya. Orang yang masih senang menggeluti kenikmatan duniawi, seperti menumpuk harta kekayaan, mencari posisi kekuasaan yang memberi kepuasan duniawi, memburu kenikmatan ragawi (biologis), tentu tidak tertarik pada ngelmu ini.
Seseorang biasanya baru mulai tertarik pada spiritualitas, atau mulai memahaminya bila kehidupannya mulai tenang, sudah imbang, sudah balance pemahaman hidup duniawi dan spiritual. Jadi, tatkala jiwanya mulai matang, bukan matang dalam segi umurnya sudah tua, dan simpanan hartanya sudah banyak, lantas tertarik mencari makna dan tujuan hidup sejati. Tetapi matang dalam keruhaniannya.
Di sini, manusia berada dalam tingkat kesadaran bahwa hidup di dunia ini selain berurusan dengan kehidupan duniawi yang benar dan baik, juga ada kehidupan spiritual yang harus dipahami. Apalagi dia tahu benar bahwa hidup di dunia ini relatif tidak lama. Sebaiknya dia bersikap bijak dan lalu mulai menapaki kehidupan spiritual yang akan mengantarkannya ke masa mendatang yang terjamin di bawah naungan Gusti, Tuhan Sang Pengatur Kehidupan Sejati.

Tingkatan Ngelmu
Masyarakat tradisional Jawa mengenal ada orang-orang tua atau dituakan. Wong Tuwo atau orang yang dituakan, disebut orang ‘Pintar’, disebut juga Priyayi Sepuh. Merekalah Guru Kebatinan alias Guru Ngelmu, yang diikuti dan dipatuhi nasihat dan pitutur-pituturnya. Di dalam paguyuban, ia memberi tuntunan pelajaran kebatinan kepada murid-muridnya atau anggota paguyubannya. Juga memberikan pelajaran etika, budi pekerti, sopan-santun, bagaimana cara memosisikan diri, seperti sikap yang muda terhadap yang tua, bagaimana yang tua menyayangi yang muda dan yang anak-anak.
Selain mengajari spiritualitas dan budi luhur kepada orang-orang yang berguru, seorang Priyayi Sepuh juga sering dimintai tolong oleh masyarakat yang membutuhkan bantuannya dalam berbagai bidang yang pelik di dalam kehidupan ini. Pertolongan itu diberikan dengan ikhlas, tanpa menarik biaya. Di sinilah bedanya antara Guru Laku dengan praktik paranormal yang menarik bayaran untuk bantuan yang diberikannya.
Di dalam tradisional Jawa, sebelum orang belajar ngelmu yang tertinggi yaitu Kasampurnan atau Kebatinan, terlebih dulu mempelajari pengetahuan supranatural yang tingkatannya lebih rendah. Tingkatan Ngelmu tersebut, pertama Kanoman, kemudian Kanoragan, Kadonya, lantas Kasepuhan.

Kanoman
Kanoman dari kata dasar, nom, anom, enom artinya muda. Maka kanoman biasanya diartikan sebagai “ngelmu muda”. Ilmu untuk anak-anak muda, sedangkan “ngelmu sepuh” untuk orang dewasa. Orang-orang dewasa yang jiwanya selalu muda, maka yang ingin dimiliki adalah ilmu kanoman. Ngelmunya, yang dipelajari adalah mantra-mantra yang menjadikan awet muda. Perilakunya juga seperti anak muda. Model berbusana, bersolek, berpenampilan, kendaraannya pun seperti anak muda. Bahkan yang dikumpuli juga anak-anak muda.
Pada masa lalu, mayoritas anak muda berpikiran dan berperilaku positif, sikap hidupnya dituntun oleh panduan Budi Pekerti dan sangat percaya kepada kekuasaan tertinggi dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Lingkungan kehidupan dan alam sekitarnya membuat mereka lebih peka terhadap adanya hal-hal yang tidak terlihat, tetapi sebenarnya ada, bahwa ada dimensi lain yang dikatakan gaib dalam kehidupan ini.
Pada zaman kuno, anak-anak muda belajar dengan cara nyantrik di padepokan, berguru kepada seorang guru yang mumpuni. Di perguruan ditanamkan pelajaran-pelajaran seperti Budi Pekerti, Pengetahuan Umum, Kanuragan, dan hal-hal yang mengarah ke kebatinan.
Guru yang menentukan tingkat pelajaran dari siswa, berdasarkan pengamatan dan penilaiannya terhadap kemampuan setiap siswa. Pada prinsipnya guru hanya menerima siswa yang berwatak baik dan sungguh-sungguh punya niat untuk belajar.
Persyaratan yang ditentukan adalah: Berwatak satria artinya punya rasa tanggung jawab, berani karena benar, jujur, punya rasa welas asih kepada sesama, hormat kepada guru dan sanggup menjunjung nama baik perguruan.
Sambil melakukan pekerjaan praktis setiap harinya untuk menunjang kehidupan di padhepokan seperti: bertani, berkebun, beternak, mengambil air, membersihkan rumah dan halaman; para siswa juga belajar ilmu dan ngelmu sesuai dengan tingkatnya.
Selain tetap diajarkan Budi Pekerti, tata krama, tata susila, untuk pergaulan di masyarakat, diajarkan pula pengetahuan umum dan berbagai keterampilan untuk bekal menunjang keperluan hidupnya di kemudian hari. Salah satu pelajaran dan pelatihan yang penting adalah olah supranatural yang sesuai dengan kelasnya, untuk para muda dilatih dengan kanuragan.

KANURAGAN
Dalam kanuragan, yang dilatih adalah raga sehingga orang yang mempelajari dan mempraktikkan kanuragan menjadi kuat dan bahkan dibilang sakti karena dia menjadi antara lain kuat menerima pukulan, tidak mempan senjata tajam, tembakan peluru, dan sebagainya. Kanuragan biasanya diminati oleh golongan muda, setelah mereka melihat dan mengalami hasilnya yang menakjubkan, mereka menjadi lebih percaya kepada hal-hal yang bersifat supranaturalis.
Untuk orang-orang tertentu kelebihan positif dari kanuragan, membuat mereka ingin mempelajari juga Kebatinan/Spiritualitas.
Kanuragan selain belajar seni bela diri terutama untuk mempertahankan diri bila diserang, juga untuk berlaga, menyerang lawan.
Selain itu, siswa juga mulai diberi ajaran yang berupa mantra atau aji-aji untuk keselamatan, untuk memayungi diri dari segala macam gangguan fisik dan non-fisik.

ILMU RITUAL DANA GHAIB 2

BASMALAH 7X tahan nafas
ISTIGHFAR 7X tahan nafas
SYAHADaT 7X tahan nafas
SHOLAWAT NABI 7X tahan nafas
HAWQOLAH 7X tahan nafas
TAKBIR 7X tahan nafas

BISMILLAHIRROHMANIRROHIIM
  1. ILA HADROTIN NABIYYIL MUSTHOFA SAYYIDINA WAMAULANA MUHAMMADIN ROSULLILAAHI S.A.W AL-FATIHAH 1X
  2. WA ILA HADROTI SAYYIDINA ABU BAKAR,UMAR,USMAN,ALI R.A AL-FATIHAH 1X 
  3. WA ILA HADROTI SAYYIDINA MALAIKAT JIBRIL,MIKAIL,ISROFIL,IZROIL A.S AL-FATIHAH 1X
  4. WA ILA HADROTI SAYYIDINA NABIYULLOH DAWUD A.S AL-FATIHAH 1X
  5. WA ILA HADROTI SAYYIDINA NABIYULLOH SULAIMAN A.S AL-FATIHAH 1X
  6. WA ILA HADROTI SAYYIDINA NABIYULLOH KHIDIR A.S AL-FATIHAH 1X
  7. WA ILA HADROTI SAYYIDI SYEKH ABDUL QODIR JAILANI AL-BAGDADI R.A AL-FATIHAH 1X
  8. WA ILA HADROTI SAYYIDI SYEKH IBNU SINA R.A AL-FATIHAH 1X
  9. WA ILA HADROTI SAYYIDI SYEKH SYARIF HIDAYATULLOH SUNAN GUNUNG JATI CIREBON AL-FATIHAH 1X
  10. WA ILA HADROTI EMBAH KUWU SANGKAN CIREBON AL-FATIHAH 1X
  11. WA ILA HADROTI SAYYIDI SYEKH NUR JATI CIREBON AL-FATIHAH 1X
  12. WA ILA HADROTI SYEKH KYAI EMBAH KHOLIL BANGKALAN MADURA AL-FATIHAH 1X
  13. WA KUSUSON ILA RUHI ABI WA UMMI WA ILA JAMI’IL MUSLIMINA WALMUSLIMATI WALMUKMININA WALMUKMINATI AL AHYAI MINHUM WAL AMWAT AL-FATIHAH 1X
  14. WA KUSUSON ILA HADROTI SHOKHIBUL IJAZAH ABAH RAFFI CIREBON AL-FATIHAH 1X
  15. WA KUSUSON ILA RUHI WAJASADI SHOKHIBUL HAJAT….(NAMA ANDA)…BIN/BINTI……(NAMA IBU KANDUNG) AL-FATIHAH 1X
 
BISMILLAHIRROHMANIRROHIIM

INNAHU MIN SULAIMANA WAINNAHU BISMILLAHIRROHMANIRROHIM ALLA TA’LU ALAYYA WA’TUNI MUSLIMIN.MUSRI’INA THOI’INA LILLAHI ROBBIL ‘ALAMIN.AINAMA TAKUNU YA’TI BIKUMULLOOHU JAMI’AN.YA QOWMANA AJIBU DA’IYALLOOHI WA AMINU BIHI YAGHFIRLAKUM MIN DZUNUBIKUM WAYUJIRKUM MIN ‘ADZABIN ALIIM.WAMAN LA YUJIB DA’IYALLOOHI FALAISA BIMU’JIZIN FIL ARDHI WALAISA LAHU MIN DUNIHI AULIYAU ULAIKA FI DHOLALIM MUBIN.ALUHAN ALUHAN AL ‘AJAL AL ‘AJAL AS-SA’AH AS-SA’AH.BAROKALLOOHU FIKUM WA ‘ALAIKUM WAJA’ALALLOOHU SA’YAKUM MASYKURON WADZUNUBAKUM MAGHFURO 1OO2X

Puasa mutih 3 hari mulai hari selasa.hari terakhir tidak makan minum dan tidur selama ritual puasa tidak boleh bicara pada siapapun ( mbisu ) amalan dibaca jam 12 malam.selengkapnya tata cara dan syarat ritual harap hub sy. wassalam.

Ritual Dana Gaib

ILMU RITUAL HIBAH DANA GHOIB

BASMALAH 7X tahan nafas
ISTIGHFAR 7X tahan nafas
SYAHADAT 7X tahan nafas
SHOLAWAT NABI 7X tahan nafas
HAWQOLAH 7X tahan nafas
TAKBIR 7X tahan nafas

BISMILLAHIRROHMANIRROHIIM

1. ILA HADROTIN NABIYYIL MUSTHOFA SAYYIDINA WAMAULANA MUHAMMADIN ROSULLILAAHI S.A.W AL-FATIHAH 1X
2. WA ILA HADROTI SAYYIDINA ABU BAKAR,UMAR,USMAN,ALI R.A AL-FATIHAH 1X
3. WA ILA HADROTI SAYYIDINA MALAIKAT JIBRIL, MIKAIL, ISROFIL, IZROIL A.S AL-FATIHAH 1X
4. WA ILA HADROTI SAYYIDINA NABIYULLOH DAWUD A.S AL-FATIHAH 1X
5. WA ILA HADROTI SAYYIDINA NABIYULLOH SULAIMAN A.S AL-FATIHAH 1X
6. WA ILA HADROTI SAYYIDINA NABIYULLOH KHIDIR A.S AL-FATIHAH 1X
7. WA ILA HADROTI SAYYIDI SYEKH ABDUL QODIR JAILANI AL-BAGDADI R.A AL-FATIHAH 1X
8. WA ILA HADROTI SAYYIDI SYEKH ABIL HASAN ASY-SYADZILI R.A AL-FATIHAH 1X
9. WA ILA HADROTI SYEKH MAULANA MALIK IBROHIM,SUNAN KALIJAGA,SUNAN BONANG,SUNAN AMPEL,SUNAN KUDUS,SUNAN DRAJAT,SUNAN GIRI,SUNAN MURIA,SYEKH SYARIF HIDAYATULLOH SUNAN GUNUNG JATI CIREBON R.A AL-FATIHAH 1X
10. WA ILA HADROTI EMBAH KUWU SANGKAN CIREBON AL-FATIHAH 1X
11. WA ILA HADROTI SAYYIDI SYEKH NUR JATI CIREBON AL-FATIHAH 1X
12. WA ILA ARWAHI JAMI’I MASYAYIKHINA WA USTADZINA WAJAMI’I WALIDINA WAJADADINA KUSUSON KYAI KHOTIB KRIYAN CIREBON,KYAI MARZUKI,KYAI HAJI ABDUL HANNAN,KYAI HAJI ABDUL KARIM,KYAI RU’YAT,KYAI AMIN AL-HALIM,KYAI BUSERI,WAJAMI’I AHLI QORYATI JADDANI WAJADDATI KUSUSON ABI WA UMMI WA USHULIHIM WAFURU’IHIM WAJAMI’I MASYAYIKHIHIM AL-FATIHAH 1X

13. WA ILA JAMI’IL MUSLIMINA WAL MUSLIMATI WAL MU’MININA WAL MUKMINATI AL AHYAI MINHUM WAL AMWAT AL-FATIHAH 1X

14. WA KUSUSON ILA HADROTI SHOKHIBUL IJAZAH ABAH RAFFI CIREBON AL-FATIHAH 1X

15. WA KUSUSON ILA RUHI WAJASADI SHOKHIBUL HAJAT….(NAMA ANDA)…BIN/BINTI……(NAMA IBU KANDUNG) AL-FATIHAH 1X

16. KUSUSON ILA RUHI RIJALUL GHOIB ASSALAMU’ALAIKUM WAROHMATULLOHI WABAROKATUH YA RIJALUL GHOIB AL-FATIHAH 1X

1. ASTAGHFIRULLOOHAL ‘AZHIIM
2. ALLAHUMMA SHOLLI ‘ALA SAYYIDINA MUHAMMAD3. LAA ILAAHA ILLA ANTA SUBHANAKA INNI KUNTU MINADH-DHOLIMIIN

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
BAYEM GATEL KEMADU KAYU LELEMBUTAN GENI JIN SYETAN IBLIS MERKAYANGAN KIGEDE TEPAK GUNUNG JATI, NYI GEDE JONGKARA MENARA INDRAMAYU, NYI GEDE PULO MAS CANTIGI, NYI GEDE PERMONI ERETAN, NYI GEDE BUTIK MANUKAN, NYI GEDE RANGDA GADING PETIMBAN, NYI GEDE GEDE TILAM RANI,

INGSUN NGERSAYA SIRA KABEH JUKUTNANG DUWIT RUPIAH NYATA HARTA DUNYA WONG KAFIR ORA ZAKAT SEKIYEN KONTAN MARING INGSUN,SUAN KENA BENDUNE KI KRIYAN CIREBON.AL-FATIHAH 1X
SAYATHRUBIN HIBURIN SAHUWHIN MAISIRIN

caranya; puasa mutih 3 hari,mulai hari selasa.hari terakhir tidak makan minum tidak tidur,selama puasa tidak boleh bicara pada siapapun (mbisu)amalan dibaca habis sholat magrib didepan kamar kusus yg gelap dan sunyi.badan,pakaian,tempat harus bersih dan memakai wewangian.bakar hio gunung kawi atau lebih utama dicampur membakar madat atau candu.insya ALLAH,7 raja/ratu jin siluman kusus pasugihan akan datang dan meminta anda menghentikan ritual/amalan karna mereka dtang merasa kraton istana tempatnya terbakar oleh kunci amalan yg sedang anda baca,dan mereka meminta apa yg hrus dilakukan mereka asalkan anda menghentikan amalannya.baru anda mengatakan saya mau berhenti asal kamu semua mau menuruti perintah saya ambilkan sejumlah uang rupiah nyata kepada saya sekarang. kunci hitungan ilmu atau lebih jelasnya tata cara lengkapnya hub saya via


Aji Panji Ajom Sumunar : Mantera pembuat wajah lebih awet muda

Berkaitan dengan keinginan untuk awet muda ini, nenek moyang kita zaman dahulu telah menemukan banyak rahasia. Di samping dengan menggunakan berbagai jenis ramuan dan rempah-rempah, mereka juga telah menciptakan sejenis amalan sugestrif berupa mantera yang kemudian dikenal dengan nama Aji Panji Anom Sumunar.
Untuk menambah wawasan pembaca tentang rahasia Aji Panji Ajom Sumunar tersebut, berikut cara ritualnya:
“Sallalahu ‘alaihi wassalam, panji anom sumunar,
Telaga kal-kausar asung banyu sejati,
Sun siramake sepisan,
Mancur guwayaku kaya srengenge,
Ping Pindo kaya rembulan,
Ping telu murub cahyaku pindo lintang cahya,
Sumunar byar, mencorong cahyaku,
Guwayaku mencorong resik,
Sang hyang kamajaya (utk. pria) kalau untuk Wanita
sang Dewi Ratih manjing ana ing badan saliraku,
Awet anom salawase,
Wong sak buwana asih karo aku,
Saka kersaning Allah,
Laillaha ilallah Muhammadu Rasulullah”.

Syarat lelakunya:
Puasa mutih 3 hari 3 malam dimulai dari Selasa Kliwon. Selama menjalani laku, tiap hari mandi kramas 7 kali. Setiap kali mandi mantranya dibaca 3 kali berturut-turut.
Cara mengamalkannya:
Setalah usai lelaku mantra dibaca bila akan mandi pagi dan sore. Mandi pagi sebelum matahari terbit dan mandi sore sebelum matahari terbenam. Jika tekun melakukannya, Insya Allah akan Anda rasakan pengaruhnya.

Ilmu AMALAN UNTUK KEJAYAAN BISNIS

Persaingan dalam dunia bisnis penuh dengan sejuta warna. Dari yang wajar, sampai yang tidak wajar. Nah, agar Anda selalu menang dalam persaingan tersebut, cobalah tekun menjalankan amalan ini. Selagi Anda berjalan pada arah yang benar, maka dapat dipastikan keuntungan yang besar dan barokah akan Anda peroleh. 
 
Berikut amalannya:

- Biasakanlah membaca surat AL WAQI’AH (minimal satu minggu sekali pada malam Jum’at)
- Pada ayat-ayat tertentu surat AL WAQI’AH bacalah sebanyak 21 kali; ayat 32, 33, dan 89
- Setelah selesai membaca surat AL WAQI’AH bacalah doa ini sebanyak 7 kali; “ALLAHUMMA YASSIRLII RIZQII HALALAN TOYYIBAN WAJMA’ BAINII WA BAINAHU MIN HALALIKA WAJ’ALHU NASIIBII FILHALALI YA DZALJALALI WAL IKROM”

Biasakanlah bersedekah jika mempunyai “milik” lebih. Sebagai catatan, amalan ini amat baik dijalankan bagi mereka yang mendambakan sukses dalam karier, rezeki melimpah, dan ingin mencapai kejayaan dalam hidup.

Teori Moneter Konvensional

Dashboard Teori Moneter Konvensional Moneter .Ed Teo...