Blog perpaduan unik antara teknologi modern dan kearifan lokal. info terkini seputar perkembangan teknologi dan AI, analisis tajam mengenai dinamika geopolitik global, serta wawasan mendalam tentang spiritualitas Jawa, termasuk primbon, weton, dan koleksi pribadi lainnya. temukan berbagai tips dan trik menarik untuk kehidupan sehari-hari.
Panduan praktis menentukan hari pantangan hajat besar (pernikahan, khitanan, pindah rumah) berdasarkan siklus Windu Kalender Jawa.
Cek Hari Pantangan Menurut Tahun Masehi
Hasil Penelusuran Tahun 2024:Tahun Jawa: JE (1958)
🔥 KUNARPAWARSA
Tgl 29/30 Bulan Besar
Pantangan hajat di akhir tahun Jawa:
Jum'at Legi
⚡ SANGARWARSA
Tgl 3 Bulan Sura
Pantangan hajat di awal tahun Jawa:
Kamis Wage
Kata Pengantar
Dalam tradisi masyarakat Jawa, penanggalan bukan sekadar urutan hari, bulan, dan tahun. Penanggalan Jawa sarat akan makna filosofis dan digunakan sebagai pedoman dalam menentukan waktu yang tepat untuk berbagai hajat besar, terutama pernikahan.
Buku saku ini disusun untuk memberikan panduan praktis mengenai dua periode pantangan utama yang sering menjadi rujukan dalam adat Jawa, yaitu Kunarpawarsa dan Sangarwarsa. Diharapkan hadirnya panduan ini dapat membantu masyarakat menghitung dan menyesuaikan waktu pelaksanaan hajat secara mandiri tanpa melanggar pakem adat yang diwariskan para leluhur.
Salam BudayaTim Penyusun Buku Saku Primbon Jawa
Bagian 1
KUNARPAWARSA (Tahun Bencana)
Pengertian & Pantangan
Kunarpawarsa secara harfiah berarti tahun yang kurang baik atau tahun bencana. Dalam ilmu titen masyarakat Jawa, pada periode ini dilarang keras untuk menggelar hajat besar, terutama menikahkan putra-putri atau acara sakral kemasyarakatan.
Dasar Hitungan
Waktu pantangan Kunarpawarsa dihitung dan jatuh pada setiap tanggal 29 atau 30 di bulan Besar (bulan ke-12 dalam kalender Jawa).
Tahun Jawa
Hari Pantangan (Bulan Besar Tgl 29/30)
Alip
Sabtu Paing
Ehe
Kamis Paing
Jimawal
Senin Legi
Je
Jum'at Legi
Dal
Rabu Kliwon
Be
Ahad Wage
Wawu
Kamis Pon
Jimakir
Selasa Pon
Bagian 2
SANGARWARSA (Energi Tajam / Rawan)
Pengertian & Pantangan
Sangarwarsa (Sangar = tajam/berbahaya, Warsa = tahun) merupakan periode penanggalan yang dipercaya membawa energi tajam. Masyarakat dilarang menggelar hajatan besar pada hari ini.
Dasar Hitungan
Hitungan Sangarwarsa tetap jatuh pada 3 hari setelah tahun baru Jawa, yaitu tepat pada setiap tanggal 3 bulan Sura (bulan ke-1 kalender Jawa).
Tahun Jawa
Hari Pantangan (Tanggal 3 Bulan Sura)
Alip
Jum'at Legi
Ehe
Selasa Kliwon
Jimawal
Ahad Kliwon
Je
Kamis Wage
Dal
Senin Pon
Be
Sabtu Legi
Wawu
Rabu Paing
Jimakir
Ahad Legi
Bagian 3
TABEL RUJUKAN TAHUN JAWA (Windu Sancaya)
Siklus penanggalan Jawa berulang setiap 8 tahun sekali (satu Windu). Berikut rujukan rentang tahun Masehi dan nama tahun Jawa terkait:
Tahun Masehi
Tahun Jawa
Nama Tahun Jawa
2021 – 2022
1955
Alip
2022 – 2023
1956
Ehe
2023 – 2024
1957
Jimawal
2024 – 2025
1958
Je
2025 – 2026
1959
Dal
2026 – 2027
1960
Be
2027 – 2028
1961
Wawu
2028 – 2029
1962
Jimakir
Panduan Praktis Penggunaan
Ketahui Tahun Jawa Berjalan: Gunakan tabel rujukan Windu atau kalkulator di atas untuk mengetahui nama tahun Jawa (Alip, Ehe, Jimawal, Je, Dal, Be, Wawu, atau Jimakir).
Cek Hari Pantangan Kunarpawarsa: Lihat tabel Kunarpawarsa untuk mengetahui hari pantangan di akhir bulan Besar.
Cek Hari Pantangan Sangarwarsa: Lihat tabel Sangarwarsa untuk mengetahui hari pantangan pada tanggal 3 bulan Sura.
Konsultasikan: Diskusikan pilihan hari bersih Anda dengan tokoh adat atau sesepuh setempat.
PENUTUP & FILOSOFI
"Ilmu titen (tradisi mengamati tanda-tanda alam) dan primbon Jawa merupakan warisan budaya luhur. Menghindari hari pantangan bukanlah bentuk rasa takut atau takhayul, melainkan wujud ikhtiar batin dan sikap tenggang rasa terhadap hukum alam demi memohon keselamatan, kelancaran, serta keberkahan atas hajat yang dilaksanakan."
Sugeng ngleluri budaya Jawi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan tulis komentar anda disini, bisa berupa: Pertanyaan, Saran, atau masukan/tanggapan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan tulis komentar anda disini, bisa berupa: Pertanyaan, Saran, atau masukan/tanggapan.